My WordPress Blog

Petugas Kebersihan Pecahkan Barisan Prabowo, Serahkan Amplop Cokelat ke Presiden

Aksi Nekat Pria di Magelang untuk Menyampaikan Aspirasi

Seorang pria asal Magelang, Jawa Tengah, melakukan aksi nekat saat rombongan Presiden Prabowo Subianto melintas. Aksi ini dilakukan oleh Asep Harso Tarmungkas, seorang tukang sapu yang bekerja di sebuah instansi. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan amplop berwarna cokelat kepada Presiden Prabowo sebagai bentuk penyampaian aspirasi.

Asep mengambil risiko besar dengan menerobos pengamanan agar bisa bertemu langsung dengan Presiden. Ia ingin menyampaikan masalah kredit macet yang menimpa almarhum istrinya. Saat ini, rumah yang ditinggalinya terancam disita oleh pihak bank karena belum ada penyelesaian atas kredit tersebut. Harapannya adalah Presiden Prabowo dapat membantu menyelesaikan permasalahan ini.

Demi mendapatkan keadilan, Asep nekat menerobos pengamanan dan berlari menuju mobil yang ditumpangi Presiden. Ia mengenakan pakaian berwarna hitam dan membawa amplop berisi surat tulisan tangan serta bukti-bukti terkait kredit yang diajukan oleh istri almarhumnya. Setelah sampai di samping mobil presiden, Asep memberi hormat dan langsung menyerahkan surat itu ke Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo pun menerima surat dari Asep dan memasukkan amplop itu ke dalam mobil melalui pintu sunroof. Aksi Asep ini ramai dibicarakan di media sosial. Banyak orang mengapresiasi keberaniannya dalam menyampaikan keluhan secara langsung kepada pemimpin negara.

Surat yang Diserahkan ke Presiden Prabowo

Dihubungi melalui telepon, Asep mengaku bahwa surat yang diserahkan ke Presiden Prabowo ditulis tangan oleh dirinya sendiri. Surat tersebut ditulis pada pagi hari, Kamis (9/4/2026), dan tidak terlalu panjang. Intinya, ia ingin Presiden membantu menyelesaikan masalah kredit almarhum istrinya di salah satu perbankan.

Asep mengatakan bahwa sebelumnya ia mendapatkan informasi bahwa Presiden Prabowo akan datang ke Magelang. Dengan informasi tersebut, ia memutuskan untuk meminta bantuan agar masalah kredit macet almarhum istrinya bisa diselesaikan. Karena ancaman sita rumah yang menghantui, ia merasa perlu mengambil tindakan cepat.

Setelah surat selesai ditulis, Asep datang ke lokasi sekitar pukul 10.30 WIB. Ia menunggu selama sekitar 45 menit hingga akhirnya rombongan Presiden Prabowo melintas di depannya. Malam sebelumnya, ia diminta untuk kerja bakti membersihkan area karena adanya informasi bahwa Presiden akan datang. Di situ, ia memutuskan untuk Bismillah dan berjuang untuk memberikan surat ke Presiden.

Perjalanan Kredit Almarhum Istri

Masalah kredit ini bermula pada tahun 2019 silam. Saat itu, pihak bank menawarkan kredit pengembangan usaha bengkel yang dirintis oleh istri Asep. Ia kemudian meminta masukan dari Asep terkait tawaran tersebut. Setelah melalui diskusi, tawaran itu disetujui, dan istri Asep mengajukan kredit sebesar Rp 500 juta.

Pinjaman dari bank itu cair dan digunakan untuk mengembangkan usaha bengkel motor yang sudah berjalan sebelumnya. Pembayaran angsuran awal berjalan lancar hingga pandemi Covid-19 melanda. Pada Januari 2021, sang istri meninggal dunia. Pihak bank datang melayat dan langsung membahas soal kredit, meminta utang dilunasi atau dibayar separo saja. Namun, Asep sedang berduka dan tidak mau membahas hal itu.

Pihak bank menyatakan bahwa sertifikat baru hanya akan diserahkan jika utang almarhum istrinya dilunasi. Asep mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan beberapa pertemuan dengan bank untuk mencari solusi, tetapi hingga saat ini belum ada hasil. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk menyerahkan surat langsung kepada Presiden Prabowo.


Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *