Peran Berbagai Pihak dalam Menekan Biaya Logistik Nasional
Biaya logistik di Indonesia yang ditargetkan turun dari 14,2% menjadi 12,5% pada 2029 memerlukan partisipasi aktif berbagai pihak. Salah satu yang terlibat adalah Mitsubishi Fuso sebagai produsen kendaraan dan PT Tako Anugerah Koporasi sebagai pelaku logistik. Kedua perusahaan ini memiliki peran penting dalam mendorong efisiensi logistik nasional.
Melky Tako, Chief Executive Officer PT Tako Anugerah Koporasi, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan upaya maksimal untuk mengoptimalkan operasional melalui penggunaan kendaraan yang lebih efisien. Namun, beberapa hambatan masih terjadi, seperti tingginya tarif tol dan risiko downtime kendaraan.
Menurut Melky, efisiensi logistik sangat bergantung pada kebijakan pemerintah, khususnya dalam hal tarif tol. Ia menilai bahwa keberadaan jalan tol seharusnya dapat memangkas waktu tempuh secara signifikan. Namun, tarif yang tinggi membuat pelaku usaha belum sepenuhnya memanfaatkan jalur tersebut.
“Kalau perjalanan tanpa tol membutuhkan waktu 2 jam, dengan tol bisa hanya 1 jam. Ini berarti efektif dan bisa memberikan efisiensi. Tapi tarif tol yang masih terlalu tinggi membuat kami belum bisa menggunakan secara maksimal,” ujarnya.
Secara umum, efisiensi waktu berbanding lurus dengan penghematan biaya operasional, terutama konsumsi bahan bakar. Semakin lama waktu tempuh, semakin besar biaya yang harus ditanggung perusahaan.
Di sisi lain, Melky menekankan bahwa efisiensi logistik tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga kemampuan perusahaan menjaga operasional armada tetap berjalan tanpa gangguan.
“Kami berburu dengan waktu. Kami tidak boleh ada downtime kendaraan,” katanya.
Dia menjelaskan, perawatan berkala menjadi kunci untuk menekan waktu henti kendaraan. Perusahaan dituntut mampu mengatur jadwal servis secara disiplin agar operasional tetap optimal.
Dukungan dari Produsen Kendaraan
Dari sisi produsen kendaraan, dukungan efisiensi logistik dilakukan melalui penyesuaian produk dan penguatan layanan purnajual. Aji Jaya, Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (Fuso), mengatakan pihaknya menyiapkan kendaraan sesuai kebutuhan konsumen, baik dari sisi spesifikasi maupun dimensi, guna meningkatkan efisiensi penggunaan armada.
Selain itu, strategi utama perusahaan terletak pada layanan after sales atau purnajual yang dirancang untuk memastikan kendaraan tetap beroperasi tanpa gangguan.
“Kami punya strategi bagaimana kendaraan konsumen ini tidak berhenti beroperasi,” ujarnya.
Dia menambahkan, layanan tersebut mencakup pelatihan bagi pengemudi dan mekanik, hingga pemantauan kendaraan secara real time. Langkah ini bertujuan menjaga kondisi kendaraan tetap prima dan mendorong produktivitas operasional.
Faktor Sumber Daya Manusia
Menurutnya, faktor sumber daya manusia juga menjadi elemen krusial dalam mendukung efisiensi logistik. Standarisasi dan sertifikasi bagi pengemudi dan teknisi dinilai penting untuk memastikan operasional berjalan sesuai prosedur.
Dengan dukungan teknologi pemantauan, perusahaan juga dapat mengontrol perilaku berkendara dan mengingatkan jadwal perawatan secara disiplin. Hal ini dinilai mampu menekan risiko kerusakan dan meningkatkan utilisasi kendaraan.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.









