
Penjualan Hyundai Venue di Indonesia masih tergolong rendah sepanjang 2026. Berdasarkan data Gaikindo, model SUV kompak ini hanya mencatatkan penjualan sebanyak 3 unit hingga Maret tahun ini. Meski angka tersebut tidak signifikan, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) tetap mempertahankan kehadiran Venue sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mengembangkan lini SUV di Tanah Air.
Chief Operating Officer PT HMID, Fransiscus Soerjopranoto, menjelaskan bahwa kehadiran Venue bukanlah untuk mengejar volume penjualan tinggi. Sebaliknya, model ini menjadi bagian dari upaya Hyundai dalam menyediakan lini produk yang lengkap dan selaras dengan strategi global.
“Jadi ini kesempatan yang baik untuk menjelaskan ke teman-teman semua. Jadi, apa yang disampaikan oleh Hyundai Motor Indonesia pada saat kita meluncurkan Venue dan juga Tucson, kalau teman-teman masih ingat. Nah, terakhir kan adalah Venue,” ujarnya usai acara Hyundai di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Ia menambahkan bahwa fokus utama Hyundai adalah menyediakan SUV line-up yang paling lengkap. Hal ini dilakukan agar dapat bersaing dengan merek lain di pasar otomotif Indonesia.
“Kita mengatakan bahwa kita ingin memiliki SUV line-up yang paling lengkap. Jadi kita bukan mentargetkan volume penjualan. Jadi kita mau menunjukkan bahwa Hyundai punya SUV yang lengkap, itu align atau selaras dengan global,” tambahnya.
Menurut Fransiscus, kekuatan Hyundai secara global terletak pada kelengkapan lini produknya, khususnya di segmen SUV. Strategi ini juga diterapkan di pasar Indonesia dengan memperhatikan kebutuhan konsumen lokal.
“Jadi kalau teman-teman perhatiin mobil di global-nya kita, SUV line-up-nya luar biasa lengkapnya. Dan itu kita akan bawa apabila sesuai dengan kondisi market di Indonesia,” tukasnya.
Dengan pendekatan tersebut, Venue diposisikan sebagai pelengkap portofolio, bukan sebagai tulang punggung penjualan. Kehadirannya dinilai penting untuk memperkuat positioning Hyundai di segmen SUV.
“Dan teman-teman bisa lihat, berarti Venue merupakan salah satu kelengkap dari SUV line-up-nya kita,” pungkasnya.
Meski penjualannya minim, Fransiscus menyebut unit Venue tetap memiliki nilai bagi jaringan dealer. Bahkan, unit yang terjual disebut tetap memberikan kontribusi terhadap profitabilitas.
“Nah, kalau kita jualan, tentunya yang namanya Venue, walaupun itu cuma 3, untuk diler kita itu udah seperti emas. Supaya dia tetap profitability, tetap bisa jualan. Dan itu yang kita harapkan dari dealer kita,” ujar Frans.
Hyundai juga memastikan model tersebut masih dipasarkan hingga saat ini dan belum ada rencana penghentian produksi. Hal yang sama juga berlaku untuk Tucson, termasuk varian hybrid-nya.
“Masih (dijual) dong. Tidak discontinue. Termasuk Tucson yang hybrid juga tidak discontinue. Tapi tunggu gebrakan berikutnya,” tegasnya.
Sebagai catatan, Hyundai Venue pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada ajang IIMS 2025. Sementara Hyundai Tucson meluncur lebih dulu pada November 2024 dan menunjukkan tren penjualan yang lebih positif.
Data Gaikindo mencatat, Tucson terjual 101 unit sepanjang tiga bulan pertama 2026, dengan rincian 2 unit pada Januari dan 99 unit pada Maret. Sementara pada 2025, model ini mencatatkan penjualan 92 unit, serta 83 unit di 2024.
Adapun Venue pada tahun sebelumnya hanya mencatatkan penjualan 32 unit. Angka ini menunjukkan bahwa model tersebut memang bukan difokuskan sebagai kontributor utama volume, melainkan bagian dari strategi jangka panjang Hyundai dalam membangun portofolio SUV yang lengkap di Indonesia.












