My WordPress Blog
Bisnis  

Kelas menengah Muslim berkembang, busana syari Casila laris di pasar

Perkembangan Bisnis Busana Muslim Casila Indonesia



Malang—Produk busana muslim couple ibu dan anak serta untuk umroh dari Casila Indonesia semakin diminati oleh pasar, terutama seiring dengan pertumbuhan keluarga kelas menengah. Desainer sekaligus pemilik Casila Indonesia, Indah, mengungkapkan bahwa awalnya ia memulai bisnis busana sebagai reseller yang hanya mengikuti tren mode saat itu.

Pada 2013, ia memulai bisnis tersebut. Namun setelah menikah dan kembali ke Malang, ia memutuskan untuk membuat brand sendiri yang lebih segmented. “Saya mulai membangun brand Casila yang benar-benar berbeda,” ujarnya.

Arif Susanto, suami Indah, menambahkan bahwa keputusan membuat brand sendiri dilakukan setelah melakukan riset pasar. Hasilnya menunjukkan bahwa keluarga kelas menengah muslim membutuhkan produk fashion yang khas.

Pada 2022, Brand Casila benar-benar diterima oleh pasar. Keunggulan utamanya adalah desain yang tidak banyak dimiliki oleh pemain lain. Selain itu, bahan kain yang digunakan memiliki kualitas tinggi sehingga busana bisa tahan lama.

“Pelanggan sering memberi komentar bahwa baju anak-anak mereka masih bisa dipakai adik-adiknya,” kata Arif. Hal ini terjadi karena model selalu diupdate dan bahan berkualitas.

Kelemahan jika mengikuti tren pasar, menurut Arif, adalah ketika model sedang booming. Dampaknya, permintaan pelanggan sering tidak terpenuhi. Selain itu, tren mode biasanya tidak bertahan lama, sehingga produksi dalam jumlah besar bisa menyebabkan penumpukan di gudang.

Dalam memasarkan produk, Casila menggandeng afiliator dan influencer. Bisnis busana terus berkembang saat Casila Indonesia bergabung dengan marketplace Shopee. Pesanan produk meningkat hingga puluhan ribu potong setiap pekan.

Namun, pandemi Covid-19 sempat mengerem pertumbuhan bisnis Casila. Banyak reseller bangkrut dan penjualan merosot tajam. Dalam momen seperti itu, Arif dan Indah tidak pantang menyerah. Mereka berinovasi dengan busana couple ibu dan anak untuk umroh, respons terhadap pertumbuhan keluarga kelas menengah muslim yang melakukan perjalanan umroh bersama keluarga.

Sejak 2023, Arif yang menangani masalah teknologi bergabung dengan Shopee melalui Toko Casila Official Store. Titik balik bisnis jualan busana muslim itu terjadi saat mereka kembali ke Malang. Arif dan Indah bertekad membuat brand sendiri setelah melakukan riset tentang kebutuhan busana muslim yang segmented.

“Baru sekitar 2022, kami membangun brand sendiri dengan memproduksi sendiri baju-baju muslim yang kami jual. Tapi tetap dengan model busana syar’i untuk perempuan,” tambah Indah.

Produk pun mulai bertambah meski dengan tema busana muslim untuk ibu dan anak seperti gamis, kerudung hingga mukena. Hasilnya menggembirakan. Perusahaan sudah mulai menemukan pola untuk jualan.

“Letika masuk Lebaran 2024, kami sudah bisa menjual produk Casila Indonesia dalam hitungan ribuan perbulan,” tuturnya. Puncaknya sejak 2025 hingga triwulan pertama 2026, utamanya ketika sudah bersama-sama Shopee, produk Casila Indonesia yang dibuat oleh empat tim penjahit yang ada di Malang Raya, benar-benar mampu mewarnai khasanah busana syar’i di Indonesia.

Menurut Indah, salah satu busana syar’i dengan model segitiga di depan bawah, sudah menjadi trade mark di Indonesia karena sebelumnya, busana syar’i yang standar saja. Kalau tidak datar, dibuat melingkar di bawah.

Untuk memperkuat positioning serta memperluas jangkauan pasar Casila Indonesia, mereka benar-benar memanfaatkan afiliator dan influencer. Selain dari sisi produk yang dibuat sangat simpel namun timeless. Sedangkan untuk mempertahankan posisi merek Casila yang menyasar menengah ke atas, mereka melahirkan sister brand untuk mewadahi kalangan umum hingga menengah ke bawah. Lahirlah merek Babykulucu, Kusukasi dan Al-Hafizku.

“Jadi kami punya tren tersendiri, yang berbeda dari trend di pasar. Desainnya juga kami sendiri yang buat. Penjahitnya memanfaatkan tenaga kerja lokal Malang Raya. Termasuk delapan karyawan yang ada di show room kami,” jelas Indah.

Menurutnya, Shopee memiliki kontribusi sekitar 50% dari omzet seluruh kanal penjualan Casila Indonesia yang show room-nya berada di Poncokusumo, Kabupaten Malang. Bahkan dalam tiga bulan pertama di 2026, penjualan Casila Indonesia, sudah mencapai 40% dari total penjualan sepanjang 2025.

“Obsesi kami akan memperluas pasar dengan menggandeng biro umroh agar pesertanya bisa memanfaatkan produk kami yang dimasukkan dalam biaya umroh. Ini pasar yang besar,” ujar Arif.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *