My WordPress Blog
Bisnis  

Singkong Desa Jadi Mocaf, Ciptakan Lapangan Kerja Baru di Pringsewu

Pengembangan Sentra Pengolahan Singkong Menjadi Tepung Mocaf di Pringsewu

Di halaman satu rumah produksi sederhana di Pekon Tulung Agung, Kecamatan Gading Rejo, beberapa perempuan tampak duduk melingkar sambil mengupas singkong. Tangan mereka bergerak cepat, sesekali diselingi tawa ringan di bawah terik matahari. Bagi mereka, singkong yang dulu hanya dijual mentah ke pengepul kini mulai memiliki cerita baru. Umbi-umbi itu diolah menjadi tepung mocaf, yang diharapkan menjadi sumber penghidupan baru bagi warga desa.

Harapan itu juga yang dirasakan Sulastri (43), seorang warga yang ikut bekerja di kelompok pengolah singkong di sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Mocaf di Pekon Tulung Agung. “Kalau ada kerjaan begini, lumayan buat tambah penghasilan,” ujarnya sambil merapikan potongan singkong yang akan masuk tahap berikutnya.

Di tempat itulah Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas bersama Wakil Bupati Umi Laila mendampingi kunjungan kerja Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Kamis (12/3/2026). Di tengah aktivitas warga yang mengolah singkong, Riyanto menyebut sentra mocaf tersebut sedang dipersiapkan sebagai prototipe pengolahan singkong berbasis desa di Kabupaten Pringsewu.

Menurutnya, dukungan Pemerintah Provinsi Lampung menjadi dorongan penting agar pengolahan singkong tidak berhenti di tingkat petani, tetapi juga memberi nilai tambah bagi masyarakat desa. “Ini sedang kita buat sebagai prototipe pengolahan singkong. Mulai dari singkong dipanen, dikupas, di-chipping, direndam, lalu dijemur sampai siap jadi bahan mocaf,” kata Riyanto.

Proses tersebut kini mulai dijalankan oleh kelompok-kelompok kecil di desa. Dalam satu kelompok produksi biasanya terdapat sekitar 10 orang pekerja, mayoritas perempuan. Di halaman sentra mocaf itu, lembaran singkong yang telah dipotong tipis tampak dijemur di bawah matahari. Setelah melalui proses pengeringan, bahan tersebut akan diolah menjadi tepung mocaf yang siap dipasarkan.

Riyanto berharap pola seperti ini bisa diterapkan di seluruh pekon di Pringsewu. “Kita berharap semua pekon bisa membuat seperti ini. Bahkan kalau memungkinkan, satu pekon bisa punya beberapa kelompok pengolah,” ujarnya. Dengan tiga hingga empat kelompok produksi dalam satu kawasan, kegiatan ini dinilai mampu membuka lapangan kerja baru bagi warga desa.

Namun bagi Riyanto, keberhasilan program ini tidak hanya soal produksi, tetapi juga soal keberpihakan kepada petani singkong. “Kita tidak ingin membeli singkong petani dengan harga murah. Targetnya singkong bisa dibeli sekitar Rp1.000 per kilogram tanpa potongan,” jelasnya. Harga yang layak bagi petani dianggap penting agar rantai ekonomi dari hulu hingga hilir tetap berjalan sehat.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan kerja sama pemasaran dengan skema business to business (B2B) agar tepung mocaf memiliki pasar yang jelas. Tepung mocaf sendiri diharapkan dapat menjadi alternatif yang setara dengan tepung tapioka.

Bagi warga desa seperti Sulastri dan rekan-rekannya, harapan itu sederhana. Jika sentra mocaf ini berkembang, mereka berharap pekerjaan kecil di halaman rumah produksi itu bisa terus ada. “Yang penting bisa kerja di desa sendiri,” katanya.

Riyanto pun menilai pengembangan mocaf bukan sekadar program industri desa, tetapi juga peluang untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. “Kalau ini berjalan, efeknya besar. Tenaga kerja terserap, kesejahteraan meningkat,” ujarnya. Bahkan, menurutnya, dampaknya bisa meluas hingga membantu memperbaiki kualitas hidup masyarakat desa. “Termasuk bisa berdampak pada penurunan stunting,” kata Riyanto.




Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *