Inisiatif Lingkungan Ajinomoto untuk Menciptakan Masyarakat yang Lebih Sehat
Perusahaan memiliki berbagai inisiatif lingkungan yang dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Salah satu inovasi yang menonjol adalah penggunaan kemasan Sajiku® berbahan mono-material yang memberikan efisiensi penggunaan plastik hingga 9,5 persen per kemasan. Inovasi ini telah membantu Ajinomoto mengurangi penggunaan plastik hingga 1.736 ton.
Berdasarkan proyeksi World Bank, volume sampah plastik nasional pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 9,9–12,4 juta ton per tahun, atau sekitar 13,98% dari total timbulan sampah. Dengan tantangan ini, Grup Ajinomoto Indonesia (Ajinomoto) meyakini bahwa lingkungan yang bersih merupakan fondasi penting bagi terciptanya keluarga yang lebih sehat. Atas dasar itu, Ajinomoto mengintegrasikan berbagai inisiatif lingkungan melalui Ajinomoto Health Provider, yang sejalan dengan tujuan perusahaan untuk “memperkuat kesejahteraan berkelanjutan bagi manusia, masyarakat, dan bumi melalui AminoScience”.
Melalui Ajinomoto Health Provider, perusahaan menghadirkan berbagai rangkaian inisiatif lingkungan yang dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Beberapa inovasi kemasan yang telah diimplementasikan antara lain:
- Penggunaan material daur ulang dengan kemasan mono-material.
- Pengurangan ketebalan kemasan untuk meminimalkan penggunaan plastik pada beberapa produk.
- Penerapan gerakan “No Inner Plastic” serta pengurangan header part pada produk seperti Masako®.
Selain itu, Ajinomoto menjadi perusahaan pertama yang menggunakan kemasan produk MSG yang mengandung bahan kertas dengan memperkenalkan AJI-NO-MOTO® Paper Packaging. Kemasan ini mengganti sebagian material plastik dengan kertas sehingga mampu menurunkan penggunaan plastik hingga 30%.
Inovasi kemasan Sajiku® berbahan mono-material memberikan efisiensi penggunaan plastik hingga 9,5% per kemasan. Secara keseluruhan, berbagai inovasi kemasan tersebut telah memungkinkan Ajinomoto mengurangi penggunaan plastik hingga 1.736 ton pada tahun 2025. Ini adalah kontribusi signifikan dalam mendukung upaya nasional menekan timbulan sampah plastik. Inisiatif ini juga menjadi bukti komitmen Ajinomoto untuk memenuhi regulasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia (P.75/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2019), serta mendukung target pengurangan plastik hingga 30% pada tahun 2029/2030.
Kerjasama dengan Startup dan Bank Sampah
Ajinomoto juga terus memperluas dampak keberlanjutannya melalui kerjasama dengan startup, seperti rekosistem dengan penyediaan fasilitas waste station, yang beroperasi di Surabaya dan Mojokerto, Jawa Timur. Hal ini memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk menyetorkan sampah terpilah mereka.
Selain menyediakan infrastruktur pengelolaan sampah, Ajinomoto menjalin kerja sama dengan berbagai bank sampah, seperti Bank Sampah Gunung Emas (Jakarta Timur), Bank Sampah Induk Patriot Bekasi, Karawang, Mojokerto, dan Surabaya, serta TPS 3R di wilayah Karawang dan Mojokerto. Kolaborasi ini dilakukan untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat.
Dari seluruh inisiatif tersebut, Ajinomoto berhasil menangani 352 ton sampah sepanjang tahun 2025. Kehadiran fasilitas ini tidak hanya membantu lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui skema pengumpulan sampah.
Edukasi dan Kesadaran Lingkungan
Ajinomoto menyadari bahwa edukasi menjadi bagian penting dari keberhasilan program keberlanjutan ini. Melalui program Berseri (Bersih dan Sehatkan Negeri), perusahaan menjalankan tujuan utama penarikan sampah plastik multilapis (MLP) dan Greenducation. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memisahkan sampah plastik dari sampah lainnya agar tidak mencemari lingkungan dan dapat dilakukan recycle untuk menghasilkan produk yang lebih berdaya guna.
Lebih jauh, Ajinomoto hadir dengan Greenducation di Jakarta Timur, Bekasi, dan Karawang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memisahkan sampah plastik. Selama satu tahun, program ini telah mengedukasi 2400 peserta dari komunitas, sekolah, dan warung makan mengenai dampak pilah sampah, sekaligus menyediakan drop box untuk memudahkan mitra warteg, warung, dan pelaku usaha kecil lainnya dalam menyetorkan kemasan-kemasan Ajinomoto mereka.
Tidak hanya menyasar masyarakat, Ajinomoto juga meningkatkan literasi lingkungan untuk karyawan sebagai bagian dari peran mereka sebagai Ajinomoto Health Provider. Program Greenducation juga dilaksanakan secara nasional. Edukasi ini mencakup pemilahan sampah menjadi tiga kategori organik, anorganik, dan residu serta penyediaan fasilitas drop box untuk menanamkan kebiasaan memilah sampah di lingkungan kerja.
Harapan dan Komitmen Keberlanjutan
Untuk mempersiapkan Indonesia yang lebih baik, Ajinomoto terus memperluas dampak Ajinomoto Health Provider tidak hanya melalui edukasi mengenai gizi seimbang, tetapi juga melalui pembentukan kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bijak dan bertanggung jawab. Perusahaan berharap inisiatif ini dapat berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih bersih dan sehat.
Ajinomoto juga berharap rangkaian program ini dapat memberikan dampak nyata, mendorong perilaku yang lebih bertanggung jawab, serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk menghadirkan inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











