JAKARTA — PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) merilis pernyataan resmi yang mencakup berbagai aspek, termasuk jejak investasi Google, tata kelola perusahaan, dan informasi terkait pendiri Gojek, Nadiem Makarim. Pernyataan ini dikeluarkan setelah sebelumnya perwakilan perusahaan menjadi salah satu saksi dalam sidang kasus Chromebook di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Manajemen GOTO menjelaskan bahwa Nadiem telah melepaskan seluruh jabatannya di perseroan pada 2019, setelah menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dalam pernyataannya, manajemen menyampaikan penjelasan mengenai perjalanan perusahaan dari sebuah startup hingga menjadi perusahaan teknologi besar.
Investasi Google di GOTO
Investasi Google di GOTO dimulai pada 2017, saat bisnis sedang berkembang pesat dan peluang eksposur terhadap ekonomi digital Indonesia semakin besar. Google terus berpartisipasi dalam beberapa putaran pendanaan berikutnya bersama investor global lainnya. Sebagian besar investasi Google dilakukan sebelum 2019, sebelum Nadiem ditunjuk sebagai menteri.
Manajemen GOTO menegaskan bahwa investasi Google tidak pernah dilakukan secara terpisah atau eksklusif, tetapi selalu menjadi bagian dari putaran pendanaan bersama dengan investor lainnya. Selain itu, Google tidak pernah menjadi pemegang saham mayoritas maupun pengendali perusahaan.
Setiap investasi selalu diawali dengan Perjanjian Pengambilbagian Saham (Shares Subscription Agreement), yang disetujui dan ditandatangani oleh setiap investor. Proses ini sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi perusahaan yang sedang melakukan penggalangan dana.
Transaksi Saham dengan Google
GOTO juga menjelaskan tentang kepemilikan saham. Manajemen menegaskan bahwa perusahaan tidak pernah membeli kembali saham dari Google. Namun, terdapat dua transaksi saat GOTO membeli saham perusahaan lain dari Google:
- Pada Mei 2021, ketika Gojek dan Tokopedia bergabung menjadi GOTO. Saat itu, GOTO membeli saham Tokopedia dari Google, yang merupakan salah satu pemegang saham Tokopedia. Proses serupa juga dilakukan antara Perseroan dengan pemegang saham Tokopedia lainnya.
- Pada Oktober 2021, perusahaan membeli saham entitas teknologi keuangan, PT Dompet Karya Anak Bangsa (DKAB), dari beberapa investor, termasuk Google. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi yang perlu dilakukan oleh Perseroan jelang Penawaran Umum Perdana Saham (IPO).
Dalam kedua transaksi tersebut, para investor memutuskan untuk menginvestasikan kembali dana yang diperoleh dengan membeli saham baru GOTO.
Hubungan dengan Google Sebelum Investasi
Selain itu, hubungan antara GOTO dan Google sudah terjalin sebelum adanya investasi. Perusahaan menjadi pengguna layanan Google sejak 2015 melalui pembelian layanan infrastruktur komputasi awan (cloud), penggunaan layanan peta (maps), dan periklanan digital.
Awal Berdirinya Gojek
Pada awalnya, PT Gojek Indonesia (GI) didirikan pada 2010 sebagai entitas operasional awal Gojek, dengan status sebagai Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Saat itu, operasional GI sebagian besar didanai melalui penggalangan utang karena belum menghasilkan laba.
Pada 2015, bisnis ini berkembang menjadi model bisnis teknologi melalui peluncuran aplikasi Gojek. Oleh karena itu, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) dibentuk sebagai entitas Perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) di tahun yang sama. AKAB menaungi aplikasi dan teknologi, sementara GI terus fokus dalam kegiatan yang mendukung operasional mitra pengemudi.
Persiapan IPO dan Restrukturisasi
Dalam rangka persiapan IPO pada 2021, AKAB perlu memperoleh kendali penuh atas GI, yang masih menaungi beberapa operasional Gojek. Oleh karena itu, AKAB melakukan pengambil bagian atas saham baru yang diterbitkan oleh GI, bukan dengan membeli saham yang sudah dimiliki oleh pemegang saham yang ada.
Saat itu, GI telah mengakumulasi jumlah utang sebesar Rp809 miliar kepada AKAB guna membiayai operasionalnya. GI kemudian menggunakan dana hasil penerbitan saham baru untuk melunasi utang tersebut sepenuhnya.
“Tidak ada pemegang saham, termasuk Nadiem, yang menerima hasil dari transaksi tersebut. Seluruh transaksi terjadi hanya antara PT AKAB dan PT GI, dan dilakukan secara profesional serta transparan,” tulis manajemen GOTO.
Perubahan Nama dan Status Perusahaan
Pada November 2021, nama AKAB diubah menjadi PT GOTO Gojek Tokopedia. Setelah IPO, status Perseroan berubah dari PMA menjadi PMDN sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Di sisi lain, pada bulan Oktober 2019, sebelum Nadiem mengemban jabatan publik, dia mengundurkan diri dari posisinya di GOTO dan tidak lagi memegang peran apapun di dalam Grup GOTO. Nadiem yang saat itu masih memegang saham mengambil langkah lebih lanjut untuk memisahkan kepentingannya di Perseroan dari tanggung jawabnya sebagai menteri. Kemudian, dia memberikan Surat Kuasa (Power of Attorney) atas hak suara sahamnya kepada Co-founders lainnya, yang melanjutkan jalannya bisnis Perseroan dan grup Perseroan.











