Kondisi Rumah Tangga Boiyen dan Rully Anggi Akbar Terungkap
Kondisi rumah tangga komedian Boiyen dan Rully Anggi Akbar kini menjadi sorotan publik. Setelah hanya berjalan selama dua bulan, pernikahan mereka kini di ujung tanduk. Boiyen menggugat cerai suaminya, dan proses persidangan kini sedang berlangsung di Pengadilan Agama (PA) Tigaraksa.
Sidang lanjutan atas perkara perceraian ini kembali digelar pada Selasa (3/2/2026). Namun, baik Boiyen maupun Rully tidak hadir dalam sidang tersebut. Boiyen diwakili oleh kuasa hukumnya, Anselmus Mallofiks, yang memberikan penjelasan terkait gugatan cerai yang diajukan kliennya.
Anselmus menyatakan bahwa Boiyen sama sekali tidak mengetahui tentang urusan bisnis Rully yang kini tengah memicu polemik. Ia menegaskan bahwa klienya tidak ingin terlibat dalam masalah hukum yang menjerat suaminya.
“Klien kami sama sekali tidak mengetahui soal laporan, sebagaimana yang dikatakan pihak sebelah melalui kuasa hukumnya,” ujar Anselmus.
Meskipun tidak mengungkapkan detail penyebab gugatan, Anselmus menjelaskan bahwa komunikasi antara Boiyen dan Rully setelah menikah tidak berjalan lancar. Ia menyebut bahwa Boiyen merasa komunikasinya dengan Rully kurang baik, meskipun ia tidak merasa dikhianati.
“Persoalan mengenai klien kami ingin membangun rumah tangga yang komunikasinya lancar. Setelah menikah (komunikasi tidak baik),” tambah Anselmus.
Anselmus hanya menyebutkan dua kemungkinan pemicu gugatan cerai, namun ia menolak untuk membahas lebih jauh karena hal itu termasuk dalam materi persidangan.
Ke depan, Boiyen berharap bisa kembali bangkit dan melanjutkan karier di dunia hiburan. “Mohon doa semoga klien kami bisa menghibur masyarakat kedepannya,” tutup Anselmus.
Reaksi Pihak Rully terhadap Gugatan Cerai
Pihak Rully yang diwakili oleh kuasa hukumnya, Santo Nababan, menyampaikan rasa kecewa terhadap gugatan cerai yang diajukan oleh Boiyen. Mereka merasa bahwa usia pernikahan yang masih singkat membuat situasi ini sangat menyedihkan.
“Terkait adanya informasi itu ya, yang jelas kami cukup menyayangkan ya dari peristiwa itu,” ujar Santo.
Santo juga menyatakan bahwa dirinya tidak menginginkan adanya perceraian. Namun, ia tetap mengakui bahwa perbedaan pendapat dalam rumah tangga adalah hal yang wajar.
“Namanya rumah tangga itu kan tentu pasti ada perbedaan pendapat ya. Harapan kita supaya baik-baik aja,” tambahnya.
Selain itu, Santo menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menyentuh isu-isu terkait kondisi rumah tangga Rully dan Boiyen. Ia hanya fokus pada kasus hukum yang menimpa Rully.
Seteru Rully Ogah Damai
Masalah hukum yang menjerat Rully Anggi Akbar kini semakin memanas. Ia kini tengah menghadapi laporan dugaan penipuan dan penggelapan dana investasi yang dilayangkan oleh Rio ke Polda Metro Jaya.
Setelah Rully menyatakan bahwa ia telah berusaha menjalin komunikasi, pihak pelapor justru menolak damai. Kuasa hukum Rio, Santo Nababan, menyatakan bahwa Rully tidak menunjukkan rasa bersalah saat melakukan konferensi pers.
“Kalau bicara damai semua juga pengin damai. Tapi yang jelas kalau tingkah laku seseorang itu tidak mencerminkan adanya rasa bersalah,” ujar Santo.
Ia juga meminta Rully agar meminta maaf kepada kliennya. “Kita mengatakan dari awal juga kita konferensi pers dari tim kuasa hukum, kita meminta itikad baiknya bukan klarifikasi dan bantahan yang disampaikan gitu loh.”
Santo menegaskan bahwa ia hanya ingin melihat itikad baik dari Rully, bukan hanya pembelaan diri yang tidak memiliki dasar.











