Bali sebagai Pusat Pembelajaran dan Transformasi Pariwisata Berkelanjutan
Bali tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran penting dalam menghadapi tantangan pariwisata yang semakin kompleks. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Enik Ermawati atau lebih dikenal sebagai Ni Luh Puspa, dalam sambutannya pada acara Bali Ocean Days 2026 Conference & Showcase.
Acara ini diadakan di InterContinental Bali Resort Jimbaran pada tanggal 30 Januari 2026 dan berlangsung selama dua hari. Tema utama yang diusung adalah Navigating Solutions for a Regenerative Ocean Future, yang menekankan pentingnya menjaga laut sebagai sumber kehidupan dan ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Wamenpar menyampaikan bahwa Bali memiliki posisi strategis dalam mendorong transformasi pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan bertanggung jawab. Ia menekankan bahwa pengelolaan potensi kelautan harus dilakukan dengan hati-hati agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.
Kolaborasi sebagai Fondasi Pengembangan Pariwisata
Pengembangan wisata bahari, menurut Ni Luh Puspa, harus memastikan pertumbuhan ekonomi dan konservasi lingkungan berjalan seiring. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antar pihak terkait menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan tersebut. Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan kementerian dan lembaga lain, pemerintah daerah, komunitas masyarakat pesisir, pelaku usaha, serta unsur pentahelix pariwisata.
Kolaborasi ini bertujuan untuk mengintegrasikan praktik pariwisata bertanggung jawab, konservasi ekosistem laut, pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi sebagai penguat tata kelola destinasi bawah laut.
Peran Pemerintah dalam Menyediakan Kerangka Kebijakan
Menurut Wamenpar, peran pemerintah pusat bukanlah menjanjikan solusi instan, melainkan menyiapkan kerangka kebijakan, standar, dan tata kelola agar transformasi pariwisata berjalan secara bertahap dan konsisten. Beberapa arah kerja yang terus didorong antara lain:
- Penguatan pengelolaan destinasi
- Penempatan daya dukung lingkungan sebagai dasar perencanaan
- Penguatan tanggung jawab industri
- Peneguhan peran masyarakat lokal
Bali Ocean Days sebagai Ruang Belajar Bersama
Ketua Panitia Bali Ocean Days 2026, Yoke Darmawan, menegaskan bahwa ekspektasi terhadap pengembangan wisata bahari ke depan harus dibangun di atas kendali atau sistem kontrol yang konsisten. Ia menekankan pentingnya kapasitas lokasi dan pembagian tanggung jawab yang jelas antara pemerintah, industri, dan komunitas.
Bali Ocean Days dirancang sebagai ruang belajar bersama untuk memastikan bahwa pertumbuhan pariwisata laut berjalan seiring dengan disiplin tata kelola. Wisata bahari yang sehat adalah wisata yang dikelola dengan batas, data, dan komitmen bersama antara pemerintah, industri, dan komunitas.
Eco-Showcase untuk Menampilkan Solusi Nyata
Eco-showcase dalam Bali Ocean Days dikurasi untuk menampilkan startup dan inovator yang telah menghadirkan solusi nyata. Mulai dari pengelolaan kawasan, teknologi pemantauan, hingga model bisnis yang berpihak pada konservasi. Forum ini tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi juga mendorong implementasi.
Bali Ocean Days 2026 menghadirkan lebih dari 40 pembicara dari 11 negara. Acara ini diselenggarakan oleh Sky Blue Sea Foundation bekerja sama dengan Darmawan & Associates, didukung oleh Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE).











