PMI Sleman Kembali Fokus pada Penguatan Layanan Kemanusiaan dan Keberlanjutan Program
PMI Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan kemanusiaan di wilayah Kabupaten Sleman. Dalam Musyawarah Kerja (Musker) tahun 2026, PMI Sleman mengambil fokus utama pada penguatan layanan kemanusiaan serta keberlanjutan program strategis. Acara ini digelar di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Sabtu (24/1/2026), dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait.
Proses Sertifikasi CPOB Masuk Tahap Akhir
Salah satu agenda utama dalam Musker ini adalah penyelesaian proses sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ketua PMI Sleman, Mafilindati Nuraini, menjelaskan bahwa saat ini Unit Donor Darah (UDD) PMI Sleman sedang memasuki tahap akhir dalam pengurusan sertifikat CPOB. Setelah Musker selesai, pihaknya berharap proses tersebut dapat dilanjutkan hingga mencapai tahap pendaftaran ke BPOM.
“Karena sertifikat ini merupakan bentuk pengakuan komitmen mutu kami terhadap layanan donor darah,” ujar Mafilindati.
Proses sertifikasi CPOB ini sangat penting karena akan menjamin standardisasi dan kualitas mutu layanan darah yang diberikan kepada masyarakat. Dengan sertifikat ini, PMI Sleman akan lebih percaya diri dalam memberikan layanan yang optimal dan sesuai standar nasional.
Layanan yang Diberikan PMI Sleman Tahun 2025
Selama tahun 2025, PMI Sleman telah melakukan lebih dari 200 kegiatan dengan anggaran sebesar Rp 21,2 miliar. Berbagai layanan telah diberikan kepada masyarakat, antara lain:
- Layanan kantong darah: Sebanyak 39.210 kantong darah didistribusikan melalui fasilitas kesehatan.
- Layanan Lada Manis: Memberikan manfaat bagi 6.583 orang.
- Layanan emergency dan kedaruratan: Memberikan manfaat bagi 861 orang.
- Layanan tim kesehatan dan ambulans non emergency: Memberikan manfaat bagi 108.581 orang.
- Layanan pendampingan masyarakat untuk pengurangan resiko bencana: Memberikan manfaat bagi 4.604 orang.
Selain itu, PMI Sleman juga aktif dalam berbagai kegiatan diklat layanan sosial kemasyarakatan. Jumlah layanan yang diberikan sangat banyak, sehingga menjadi bukti komitmen PMI Sleman dalam membantu masyarakat.
Komitmen Meningkatkan Profesionalitas SDM
Di tahun 2026, selain menuntaskan proses sertifikasi CPOB, PMI Sleman berkomitmen untuk meningkatkan performa organisasi dengan fokus pada peningkatan profesionalitas sumber daya manusia (SDM). Hal ini dilakukan agar layanan yang diberikan semakin berkualitas dan efektif.
Mafilindati menyatakan rasa optimisnya bahwa CPOB akan segera tersertifikasi. “Kami sangat optimis. InsyaAllah ini segera bisa terealisasikan,” katanya.
Apresiasi dari Pihak Terkait
Sekda Sleman, Susmiarto, mengapresiasi dedikasi dan kegiatan kemanusiaan yang dilakukan PMI Kabupaten Sleman. Menurutnya, PMI menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Sleman dalam memberikan layanan sosial dan kemanusian, terutama dalam kebencanaan, kecelakaan, pelayanan kesehatan, dan donor darah.
“Mudah-mudahan acara Musyawarah Kerja PMI Sleman tahun 2026 ini menjadi ajang evaluasi program kerja yang telah dilaksanakan, agar ke depannya bisa lebih ditingkatkan lagi,” harapnya.
Sementara itu, Ketua PMI DIY, GBPH Prabukusumo, menyampaikan apresiasinya terhadap PMI Kabupaten Sleman yang telah menjalankan tugasnya secara totalitas. Ia mengungkapkan bahwa PMI Sleman bersama pemerintah daerah dan unsur terkait lainnya bekerja sama dengan baik dan kompak.
“
Di sela kegiatan musyawarah kerja, PMI Sleman juga menyerahkan reward pelaksanaan donor darah massal dengan jumlah pendonor terbanyak. Peringkat pertama diraih PMI Kapanewon Cangkringan dengan jumlah pendonor 797 orang. Kemudian disusul Kapanewon Kalasan dengan 540 pendonor, Kapanewon Seyegan dengan 230 pendonor, Kapanewon Godean dengan 216 pendonor, dan Kapanewon Ngemplak dengan 196 pendonor.











