Inovasi Layanan Keimigrasian di PIK Avenue
Immigration Lounge PIK Avenue yang diresmikan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menawarkan berbagai layanan keimigrasian yang dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen, mulai dari paspor hingga layanan bagi warga negara asing (WNA).
Lounge ini dikelola oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara dan merupakan inovasi layanan yang berbasis transformasi pelayanan keimigrasian yang lebih modern, mudah diakses, dan nyaman bagi masyarakat. Layanan awal yang disediakan mencakup pelayanan paspor bagi warga negara Indonesia (WNI) serta layanan keimigrasian bagi WNA.
Saat ini, Immigration Lounge PIK Avenue didukung oleh lima booth layanan, yang terdiri dari empat booth wawancara dan pengambilan biometrik paspor WNI, serta satu booth khusus pelayanan WNA. Selain itu, tersedia customer service serta loket pengambilan paspor untuk mendukung kelancaran pelayanan kepada pemohon.
Pelayanan di Immigration Lounge ini dilaksanakan oleh 10 orang petugas, dengan pembagian tugas meliputi petugas wawancara dan biometrik paspor, pelayanan WNA, layanan informasi, pencetakan paspor, adjudikator, supervisor, hingga petugas keamanan dan kebersihan.
Dari sisi kuota layanan, Immigration Lounge PIK Avenue menyediakan 30 layanan percepatan paspor setiap hari. Selain itu, tersedia 10 layanan prioritas yang diperuntukkan bagi lanjut usia, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta balita.
Untuk layanan warga negara asing, Immigration Lounge ini melayani 10 pemohon per hari, dengan jenis layanan meliputi pengambilan foto dan biometrik, perpanjangan visa travel, serta pelayanan informasi terkait Golden Visa.
Salah satu pemohon paspor yang merasakan langsung layanan tersebut adalah Ferdy Tahier atau Ferdy ELEMENT, vokalis grup band Element. Ferdy mengaku baru pertama kali mengurus paspor di lokasi pusat perbelanjaan dan terkesan dengan konsep lounge keimigrasian yang dihadirkan.
“Ini seru sih, gue baru pertama kali datang ngurus paspor tapi di mal. Ternyata ada lounge, prosesnya cepat banget, terus ruang tunggunya nyaman, bisa dapat kopi juga,” ujar Ferdy di Immigration Lounge PIK Avenue.
Menurutnya, suasana layanan di Immigration Lounge jauh berbeda dibandingkan mengurus paspor di kantor imigrasi konvensional. “Biasanya kalau ke kantor imigrasi agak bingung, harus ke mana dulu. Kalau di sini lebih nyaman, lebih ramah buat orang awam, lebih terasa dihargai, tempat nunggunya juga enak. Keren,” kata dia.
Ferdy juga menilai pelayanan di Immigration Lounge PIK Avenue jauh lebih cepat dan efisien. Ia pun mendukung penuh konsep layanan keimigrasian yang mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. “Kalau setiap mal ada layanan seperti ini sih, wah lebih asyik. Saya sangat dukung sekali,” tuturnya.
Immigration Lounge Pertama di 2026
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan, Immigration Lounge di PIK Avenue menjadi lounge keimigrasian kesepuluh yang diresmikan pemerintah, sekaligus yang pertama dibuka pada tahun 2026. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan percepatan pelayanan keimigrasian.
“Ini merupakan lounge keimigrasian yang kesepuluh yang kami resmikan, dan yang pertama di tahun 2026. Mudah-mudahan ini terus bisa kita kembangkan untuk meningkatkan kualitas serta percepatan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat,” kata Agus.
Ia menjelaskan, Immigration Lounge PIK Avenue hadir berkat dukungan penuh dari manajemen kawasan PIK. Lokasinya yang strategis di pusat aktivitas publik dan kawasan wisata dinilai memudahkan masyarakat, khususnya warga Jakarta Utara dan sekitarnya, dalam mengakses layanan keimigrasian.
“PIK sekarang bukan hanya kawasan hunian, tapi juga kawasan wisata. Saat libur, kawasan ini sangat ramai. Karena itu kami melihat ini sebagai lokasi yang tepat untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Agus, kehadiran Immigration Lounge merupakan bentuk komitmen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam terus berinovasi menghadirkan pelayanan publik yang mudah diakses, cepat, nyaman, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat modern, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan waktu.
Melalui kerja sama Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara dengan pengelola PIK Avenue, lounge ini diharapkan menjadi alternatif layanan keimigrasian yang dekat dan efisien, sekaligus mencerminkan wajah baru pelayanan publik yang lebih inklusif dan berorientasi pada masyarakat.
Agus mengungkapkan, sepanjang 2025 pemerintah telah membentuk sembilan immigration lounge dan satu immigration point. Ke depan, pengembangan layanan serupa akan terus dilakukan seiring tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan keimigrasian.
“Saat ini kantor pelayanan imigrasi sekitar 130, sementara tuntutan masyarakat luar biasa besar. Karena itu kami mendorong penambahan sekitar 18 kantor pelayanan, termasuk pengembangan lounge-lounge keimigrasian,” jelasnya.

Menteri Agus Andrianto juga meminta para staf dan jajarannya yang bertugas di lounge tersebut untuk senantiasa memberikan pelayanan yang memudahkan masyarakat. “Saya juga berpesan kepada seluruh petugas agar memberikan pelayanan dengan hati nurani. Pelayanan yang dilakukan dengan niat baik dan tulus akan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tutup Agus.












