My WordPress Blog
Bisnis  

Dari Cimahi, Tungku Frozen Binaan Pertamina Siap Menembus Pasar Global

Inovasi Kuliner Lokal dengan Pendekatan Modern

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan kekayaan kuliner. Namun, tidak semua hidangan khas daerah mudah ditemukan di luar wilayah asalnya. Hal ini terutama karena adanya keterbatasan akses terhadap bahan-bahan tertentu atau teknik masak yang khusus. Dengan melihat peluang ini, Anne Ko, seorang pengusaha perempuan asal Cimahi, memutuskan untuk mendirikan Tungku Frozen.

Tungku Frozen adalah sebuah usaha yang berfokus pada pengembangan produk makanan tradisional dalam bentuk frozen food. Tujuannya adalah untuk menjembatani antara kuliner lokal dan pasar yang lebih luas. Dengan pendekatan ini, makanan tradisional yang biasanya identik dengan konsep tradisional bisa tampil dalam kemasan modern tanpa menghilangkan rasa khasnya.

Anne memulai usahanya sejak 2013 dengan membuka sebuah kafe yang fokus pada kopi khas Jawa Barat. Dari sana, dia mulai melakukan diversifikasi dengan meluncurkan Pizza Tungku. Baru kemudian, pada masa pandemi Covid-19, lini bisnis Tungku Frozen dikembangkan.

Pada awal perjalanan bisnisnya, Anne memilih strategi merilis produk frozen food dari kuliner-kuliner tradisional yang sudah populer. Strategi ini diambil agar konsumen lebih mudah menerima produknya.

Beberapa menu andalan Tungku Frozen antara lain sei sapi, ayam Taliwang, ayam betutu, sate lilit, dan dendeng batoko Kerinci. Selain itu, Anne juga menghadirkan aneka sambal kreasi yang semuanya diisi dengan daging. Contohnya sambal cakalang asap, sambal rawa, sambal cumi, sambal terimata, serta sambal goreng Cirebon yang menggunakan daging sapi.

Anne sangat memperhatikan rasa autentik dalam setiap produk yang dia jual. Oleh karena itu, sebelum meluncurkan satu menu baru, dia selalu melakukan perjalanan langsung ke daerah tersebut untuk mempelajari proses memasak dan mencicipi aslinya. Misalnya, ketika membuat ayam Taliwang, dia pergi ke Lombok beberapa kali untuk belajar langsung. Selain itu, suaminya berasal dari Bali, sehingga dia sering ke sana untuk belajar masakan Bali. Bahkan, ketika membuat makanan khas Kerinci, dia juga pergi ke sana langsung.

Kini, permintaan terhadap frozen food dengan cita rasa lokal semakin meningkat. Anne mengatakan bahwa produksi harian bisa mencapai 100-200 pack. Untuk sambal, jumlahnya bisa lebih banyak lagi, di atas 300-an.

Meski bisnisnya berkembang pesat, Anne mengakui tantangan terbesar sebagai pelaku UMKM adalah aspek pemasaran. Dia harus terus mengikuti perkembangan media sosial dan platform penjualan online yang ritmenya sangat cepat. “Biasanya kami perlu banyak berkolaborasi dengan Gen Z dan generasi X, jadi prosesnya cukup menantang,” ujarnya.

Di tengah dinamika ini, Anne bersyukur dapat menjadi bagian dari mitra binaan UMKM Pertamina. Melalui program ini, dia memperoleh akses pembiayaan serta berbagai pelatihan, termasuk pelatihan pemasaran yang sangat membantunya dalam mengembangkan usaha. “Saya jadi tahu teorinya, Triple Hook, Omni Channel, dan lain-lain. Itu semua sudah mulai saya mengikuti,” imbuhnya.

Ke depan, selain memperkuat strategi pemasaran digital, Anne juga tengah menyiapkan pengembangan produk baru. Dia berencana mengolah kuliner lokal tidak hanya dalam bentuk frozen food, tetapi juga dalam format retort food.

Retort food merupakan produk yang diproses melalui sterilisasi komersial menggunakan suhu dan tekanan tinggi di dalam mesin retort, sehingga mampu membunuh mikroorganisme serta membuat makanan aman disimpan pada suhu ruang selama 1–2 tahun. “Retort itu mirip seperti proses pada sarden, praktis dan tahan lama,” jelasnya.

Anne berharap inovasi ini dapat membuka peluang yang lebih luas, termasuk menembus pasar ekspor. Dia menargetkan agar tahun depan produknya mulai masuk ke beberapa negara. Tungku Frozen merupakan salah satu mitra binaan Pertamina dan didukung penuh untuk terus berkembang hingga menembus pasar global.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *