My WordPress Blog
Bisnis  

Prospek Emiten Sawit AALI, GZCO dan TAPG di Tengah Sentimen B50 Tetap Menarik?



Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) diperkirakan akan meningkat tajam pada tahun depan. Hal ini terjadi karena rencana pemerintah untuk menerapkan program B50 pada tahun 2026. Program tersebut merupakan kebijakan yang memaksa pencampuran 50% biodiesel berbasis minyak sawit dengan 50% solar fosil, naik dari sebelumnya 40%. Dengan peningkatan permintaan dalam negeri, pasokan minyak sawit untuk ekspor akan berkurang, sementara produksi di negara-negara utama lain cenderung stabil.

Kondisi ini diperkirakan akan memperketat pasokan global dan mendorong kenaikan harga minyak nabati secara internasional. Beberapa negara bahkan bisa menghadapi tekanan inflasi akibat kenaikan harga minyak nabati. Direktur Godrej International Ltd, Dorab Mistry, memprediksi bahwa harga CPO global dapat mencapai RM 5.500 atau sekitar US$ 1.300 per ton pada tahun depan. Prediksi ini menunjukkan bahwa harga CPO akan mencapai level tersebut sekitar 30 hari setelah pemerintah Indonesia mengumumkan penerapan mandatori biodiesel B50.

Saat ini, harga CPO berada di level RM 4.050 per ton. Sejalan dengan sentimen tersebut, harga saham emiten perkebunan sawit di Indonesia telah menunjukkan pergerakan positif sejak awal tahun. Meskipun pada perdagangan kemarin, harga saham-saham emiten sawit mengalami koreksi.

Berdasarkan data perdagangan bursa sesi Selasa (25/11), harga saham PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) turun 1,83% atau 3 poin ke level 161, namun naik 172,88% secara year to date (ytd). Kemudian PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) terkoreksi 1,91% atau 6 poin ke level 308, namun melonjak 170,80% secara ytd. Emen yang menjadi konstituen baru Morgan Stanley Capital International small cap indexes, yaitu PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), turun 2,99% atau 50 poin ke level 1.620, namun naik 70,53% secara ytd. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) berkurang 25 poin ke level 7.775, namun naik 25,40% sejak awal tahun. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) terkoreksi 1,09% atau 15 poin ke level 1.365, naik 40% secara ytd.

Berikutnya, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) mengalami penurunan 1,98% atau 35 poin ke level 1.730, naik 126% sejak awal tahun serta PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) yang stagnan di level 620, naik 64,02% secara ytd.

Membanding Kinerja Keuangan Emiten Sawit

Selain melihat gerak saham perseroan, investor perlu memahami kinerja keuangan suatu perusahaan untuk melihat daya tahan dan strategi bisnis yang dipertahankan emiten. Jika menilik kinerja keuangan emiten-emiten sawit hingga periode September 2025, ketujuh emiten tersebut mencatatkan kenaikan laba bersih maupun pendapatan jika ditinjau secara tahunan (year on year/yoy).

Kondisi tersebut mencerminkan prospek positif perusahaan sawit dalam negeri yang dapat diperhatikan para investor. Beberapa di antara perseroan bahkan mencatatkan kenaikan laba hingga 500%. PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) mencatatkan kinerja paling moncer. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 40,38 miliar hingga September 2025. Capaian tersebut meroket 527,01% jika dibandingkan dengan laba bersih perseroan pada periode yang sama 2024 sebesar Rp 6,44 miliar. Sementara itu, pendapatan perseroan juga meningkat menjadi Rp 603,19 miliar dari Rp 438,33 miliar secara tahunan.

Kemudian ada PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) yang mencetak laba bersih sebesar Rp 1,41 triliun, melonjak 75,93% dibandingkan laba periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 806,19 miliar. Pendapatan perseroan meningkat 32,85% dari Rp 11,23 triliun menjadi Rp 14,92 triliun secara yoy. Jika membandingkan dari sisi pendapatan, PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) membukukan pendapatan paling tinggi, yakni naik 43% dari Rp 2,93 triliun menjadi Rp 4,19 triliun secara yoy. Seemntara laba bersih perseroan naik 51,72% menjadi Rp 271,44 miliar.

Adapun anak usaha Grup Astra, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencetak laba bersih sebesar Rp 1,07 triliun, naik 33,58% secara yoy dengan pendapatan yang juga tumbuh 35,81% menjadi Rp 22,11 triliun.

Daftar Kinerja Keuangan Emiten Sawit

Berikut adalah rangkuman kinerja keuangan masing-masing emiten sawit berdasarkan laba bersih dan pendapatannya:

  1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
  2. Laba 3Q25: Rp 1,07 triliun
  3. Laba 3Q24: Rp 801,15 miliar
  4. Naik/Turun: 33,58%
  5. Pendapatan 3Q25: Rp 22,11 triliun
  6. Pendapatan 3Q24: Rp 16,28 triliun
  7. Naik/Turun: 35,81%

  8. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)

  9. Laba 3Q25: Rp 2,67 triliun
  10. Laba 3Q24: Rp 1,61 triliun
  11. Naik/Turun: 65,83%
  12. Pendapatan 3Q25: Rp 8,20 triliun
  13. Pendapatan 3Q24: Rp 6,24 triliun
  14. Naik/Turun: 31,41%

  15. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)

  16. Laba 3Q25: Rp 1,31 triliun
  17. Laba 3Q24: Rp 860,54 miliar
  18. Naik/Turun: 53,02%
  19. Pendapatan 3Q25: Rp 8,94 triliun
  20. Pendapatan 3Q24: Rp 7,17 triliun
  21. Naik/Turun: 24,68%

  22. PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP)

  23. Laba 3Q25: Rp 1,41 triliun
  24. Laba 3Q24: Rp 806,19 miliar
  25. Naik/Turun: 75,93%
  26. Pendapatan 3Q25: Rp 14,92 triliun
  27. Pendapatan 3Q24: Rp 11,23 triliun
  28. Naik/Turun: 32,85%

  29. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)

  30. Laba 3Q25: Rp 1,24 triliun
  31. Laba 3Q24: Rp 803,34 miliar
  32. Naik/Turun: 55,29%
  33. Pendapatan 3Q25: Rp 3,95 triliun
  34. Pendapatan 3Q24: Rp 2,92 triliun
  35. Naik/Turun: 35,27%

  36. PT Gozco Plantations Tbk (GZCO)

  37. Laba 3Q25: Rp 40,38 miliar
  38. Laba 3Q24: Rp 6,44 miliar
  39. Naik/Turun: 527,01%
  40. Pendapatan 3Q25: Rp 603,19 miliar
  41. Pendapatan 3Q24: Rp 438,33 miliar
  42. Naik/Turun: 37,61%

  43. PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT)

  44. Laba 3Q25: Rp 271,44 miliar
  45. Laba 3Q24: Rp 178,9 miliar
  46. Naik/Turun: 51,72%
  47. Pendapatan 3Q25: Rp 4,19 triliun
  48. Pendapatan 3Q24: Rp 2,93 triliun
  49. Naik/Turun: 43%
Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *