My WordPress Blog
Bisnis  

Dua Anggota Ungkap Manfaat KSP Kopdit Obor Mas: Tabungan Pendidikan hingga Santunan Duka

Koperasi Obor Mas: Menjadi Penopang Keuangan dan Harapan Bagi Anggota

KSP Kopdit Obor Mas telah menjadi tempat yang sangat berarti bagi banyak anggotanya, termukai Maria Amaliana Nata Belang dan Handriyanto Noeor. Kedua individu ini memberikan testimonial lengkap mengenai manfaat yang mereka terima selama menjadi bagian dari koperasi tersebut.

Pengalaman Maria: Dari Tabungan Pendidikan Hingga Bantuan Dana Duka

Maria Amaliana Nata Belang bergabung dengan KSP Kopdit Obor Mas sejak tahun 2014. Sebagai pegawai negeri, ia rutin menabung dan melakukan pinjaman untuk membiayai pendidikannya di bidang kebidanan serta membantu orang tua dalam pembangunan rumah sederhana. Ia menyisihkan Rp300.000 setiap bulan untuk simpanan pendidikan anak.

Simpanan pendidikan tersebut dapat dicairkan dua tahun sekali, dan jumlahnya cukup membantu, bahkan bisa mencapai belasan juta rupiah. Dana tersebut digunakan untuk biaya registrasi dan kebutuhan sekolah anak-anaknya. “Lumayan, bisa dipakai untuk dua kali registrasi,” ujarnya.

Namun, perjalanan hidup Maria sempat dilanda duka besar pada 15 Juli 2025, ketika suaminya meninggal dunia. Dengan anak-anak yang masih kecil, ia mengaku sempat kehilangan harapan tentang masa depan mereka. Pada masa itu, Kopdit Obor Mas memberikan bantuan dana duka sebesar Rp11.000.000. Dana tersebut kembali ia simpan sebagai tabungan masa depan untuk kebutuhan anak-anak dan keluarganya.

Saat ini, Maria juga menerima manfaat asuransi yang disediakan melalui koperasi. Ia menegaskan bahwa Obor Mas menjadi tempatnya bersandar dalam mengatur keuangan rumah tangga, terutama pendidikan anak-anak. “Sebagai pegawai negeri, saya tidak bisa membiayai pendidikan anak-anak kalau tanpa berhutang,” tambahnya.

Maria berharap Kopdit Obor Mas terus menjadi tempat aman bagi para anggota yang ingin menabung dan mendapatkan dukungan finansial. Ia juga menepis anggapan negatif tentang koperasi tersebut. Menurutnya, banyak kabar yang beredar di luar tidak benar jika dilihat dari kacamata anggota yang memahami kewajiban dan perannya dalam koperasi.

“Di prinsip koperasi itu dari anggota, oleh anggota dan untuk anggota. Kita wajib menabung, menyimpan, dan meminjam sesuai kebutuhan,” kata Maria. Ia menutup kisahnya dengan perumpamaan sederhana, “Seperti menanam pohon. Kalau kita tidak menyiram, pasti tidak akan membuahkan hasil yang baik.”

Pengalaman Handriyanto: Manfaat Koperasi Saat Kebutuhan Mendesak

Handriyanto Noeor, seorang ASN di Kabupaten Flores Timur, mulai mengenal Obor Mas setelah koperasi itu melakukan sosialisasi di kantornya. Ia kemudian mendaftar sebagai anggota bersama istrinya pada 2013, sekaligus mendaftarkan orang tuanya, termasuk almarhum ayahnya, Abdul Razak Noer.

Handriyanto menegaskan bahwa manfaat yang ia rasakan selama menjadi anggota Obor Mas sangat besar, terutama ketika menghadapi situasi mendesak seperti sakit atau perawatan orang tua. “Saat saya sakit dan orang tua saya opname di rumah sakit, klaimnya tidak lama, langsung dibayar oleh Obor Mas,” ujarnya.

Puncak manfaat itu ia rasakan ketika ayahnya meninggal pada 16 Oktober 2022. Handriyanto segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak koperasi, dan hanya dalam waktu dua minggu, santunan duka sebesar lebih dari Rp11.000.000 langsung dibayarkan kepada keluarga. Ia mengira proses tersebut telah selesai, namun ternyata masih ada manfaat lain yang membuatnya terkejut.

“Saya kaget, setelah saya datang, saya mendapatkan Rp 11.000.000 lagi dari Obor Mas atas klaim saham yang selama ini saya setor tiap bulan Rp 50.000 sebagai iuran bulanan,” jelasnya. Menurut Handriyanto, manfaat tersebut sangat meringankan beban keluarga dan menunjukkan komitmen Obor Mas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada anggotanya.

Ia menyampaikan harapan agar Obor Mas terus memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas layanan. “Harapan saya, Obor Mas lebih meningkatkan pelayanan dan lebih banyak melakukan sosialisasi ke tengah masyarakat. Kami sebagai anggota lama pasti juga membantu mensosialisasikannya,” ucap Handriyanto.

Ia juga berharap agar Obor Mas membuka lebih banyak unit pelayanan di desa-desa terpencil sehingga masyarakat luas dapat merasakan manfaat yang sama. “Harapan kami, Obor Mas tetap eksis dan semakin hadir di desa-desa yang membutuhkan.”


Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *