JAKARTA — Perusahaan konstruksi PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. (PTPP) merencanakan untuk menjual saham sebesar 81% dari PT PP Infrastruktur (PPIN) kepada PT Varsha Zamindo Laksana (VZL) dengan nilai sebesar Rp1,41 triliun. Rencana ini diharapkan dapat mengurangi beban keuangan yang dialami PTPP.
Dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen PTPP menjelaskan bahwa VZL berencana mengakuisisi kepemilikan saham PPIN sebesar 81%. Dengan demikian, kepemilikan saham PTPP di PP Infra akan berkurang dari sebelumnya 99,15% menjadi 18,15%.
Nilai transaksi yang direncanakan adalah sebesar Rp1,41 triliun. Menurut manajemen, dana yang diperoleh dari divestasi ini akan meningkatkan arus kas perusahaan dan dapat digunakan untuk pengembangan bisnis inti PTPP.
“Dana dari divestasi akan meningkatkan likuiditas karena mengurangi utang serta meningkatkan profitabilitas melalui pengurangan beban keuangan,” tulis manajemen dalam laporan mereka.
PP (Persero) Tbk. – TradingView
Varsha Zamindo Laksana didirikan pada tahun 2015 sebagai sebuah perusahaan yang fokus pada layanan sistem air terpadu di seluruh Indonesia. Perusahaan ini memiliki struktur kontrak inovatif dan telah melakukan beberapa proyek besar seperti SPAM Pekanbaru – Kampar dengan kapasitas 1.000 lps, SPAM Lhokseumawe 230 lps, serta SPAM Ir. H. Djuanda 7.000 lps. VZL didirikan oleh N. Hasto Kristiyono, mantan Chief Operations Officer PT ABM Inverstama Tbk. (ABMM), Priyatno, mantan Wakil Presiden Direktur PT Aetra Air Tangerang, serta YB Haryono, seorang insinyur senior berpengalaman.
Selain itu, divestasi ini juga memberikan peluang bagi PTPP untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas proyek. Dengan melakukan penataan kembali portofolio, PTPP dapat lebih fokus pada bisnis intinya.
“Dengan optimalisasi struktur perusahaan, kami dapat meningkatkan kinerja, mengurangi biaya, dan meningkatkan kemampuan bersaing di pasar,” ujar PTPP.
Sebagai informasi tambahan, PPIN merupakan salah satu anak perusahaan PTPP yang didirikan pada awal tahun 2016. Fokus utama PPIN adalah pengelolaan aset perusahaan induk dan investasi dalam beberapa proyek infrastruktur yang prospektif di Indonesia.
PPIN fokus pada pengembangan SPAM, Infrastruktur Telekomunikasi (Fiber Optik), Jalan Tol, Infrastruktur Jaringan Gas, Infrastruktur Logistik, dan Pelabuhan. Saat ini, komposisi kepemilikan saham PPIN adalah PTPP sebesar 99,15% dan Yayasan Kesejahteraan Karyawan Pembangunan Perumahan (YKKPP) sebesar 0,85%.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”











