Aturan di Tempat Kerja: Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan
Sebagai seorang pekerja atau karyawan di kantor, terdapat beberapa aturan yang boleh dilakukan dan juga yang tidak boleh dilakukan. Aturan ini dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu aturan yang tertulis dan aturan yang tidak tertulis.
Aturan yang tertulis biasanya mencakup jam kerja, kode pakaian, serta tata cara menyelesaikan pekerjaan. Aturan ini diperlukan untuk menjaga kelancaran operasional perusahaan. Di sisi lain, ada juga aturan yang tidak tertulis, seperti sikap dan perilaku dalam berinteraksi dengan rekan kerja. Aturan ini lebih bersifat sosial dan bisa memengaruhi dinamika kerja secara keseluruhan.
Pentingnya Menjaga Batasan Saat Berbicara dengan HR
Di tempat kerja, setiap hal yang kamu katakan atau lakukan memiliki konsekuensi tersendiri. Terutama jika kamu berbicara dengan divisi HR (Human Resource), yang bertanggung jawab atas pengelolaan sumber daya manusia di perusahaan. Oleh karena itu, penting untuk memahami apa saja yang sebaiknya tidak kamu bagikan kepada mereka.
Berikut beberapa hal yang sebaiknya tidak kamu sampaikan kepada HR:
-
Pekerjaan Sampingan
Pekerjaan sampingan sering kali dilakukan untuk kebutuhan finansial atau sekadar menyalurkan hobi. Namun, mengungkapkan hal ini kepada HR bisa membuat kamu dianggap kurang komitmen terhadap perusahaan. Meskipun kamu tetap bekerja dengan baik, informasi ini bisa memengaruhi pandangan HR terhadap kamu. -
Pandangan Politik
Meski sedikit membicarakan isu politik mungkin bisa dilakukan, hindari memberitahu pandangan politik secara lengkap. Jika pandangan tersebut dianggap kontroversial, bisa menyebabkan perselisihan di lingkungan kerja. -
Masalah Keluarga
Informasi tentang masalah keluarga, seperti perceraian atau kematian anggota keluarga, bisa disampaikan secara umum. Namun, jangan bercerita terlalu detail, terutama jika berkaitan dengan asuransi atau kesehatan. Jaga privasi agar tidak menimbulkan kesan negatif. -
Pekerjaan Pasangan
Informasi mengenai pekerjaan pasangan atau situasi hubungan di tempat kerja pasangan sebaiknya disimpan sendiri. HR memiliki pengaruh besar terhadap gaji dan kontrak kerja kamu, sehingga informasi ini bisa memengaruhi keputusan mereka. -
Kegiatan Sepulang Kerja
Kegiatan yang kamu lakukan setelah pulang kerja, baik bekerja di tempat lain maupun hanya beristirahat di rumah, tidak perlu diketahui oleh HR. Hindari over sharing dan jangan merasa bahwa HR adalah tempat curhat kamu. -
Mencari Pekerjaan Baru
Jika kamu sedang mencari pekerjaan baru, jangan memberitahu HR. Ini merupakan bentuk sopan santun dan menjaga hubungan baik meskipun kamu akan meninggalkan perusahaan. -
Tujuan Karir Masa Depan
Meski kamu bisa menyampaikan tujuan karir secara umum saat wawancara, hindari merinci rencana jangka panjang seperti melanjutkan pendidikan atau menikah. HR memiliki otoritas besar dalam menentukan masa depan kamu di perusahaan.
Kesimpulan
Dengan memahami batasan-batasan ini, kamu bisa menjaga hubungan baik dengan HR dan rekan kerja. Selain itu, kamu juga bisa menjaga privasi pribadi dan profesionalisme di tempat kerja. Pastikan untuk tidak terlalu banyak berbagi informasi yang tidak relevan, terutama jika berkaitan dengan kehidupan pribadi atau kepentingan pribadi.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











