Transformasi Digital Bank Sampah untuk Mendukung Ekonomi Sirkular
Tim dosen Telkom University Purwokerto melaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Transformasi Digital Bank Sampah: Peningkatan Manajemen Sampah Terintegrasi untuk Mendukung Ekonomi Sirkular dan Scale Up KSM Kudu Bisa”. Program ini berfokus pada digitalisasi sistem bank sampah melalui pengembangan platform berbasis web yang membantu pengelolaan sampah secara efisien dan berkelanjutan.
Tujuan utama dari program ini adalah mewujudkan pengelolaan sampah berbasis teknologi digital melalui pengembangan sistem web bagi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Kudu Bisa di Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas. Platform ini akan memfasilitasi pencatatan transaksi, manajemen nasabah, pelaporan otomatis, serta fitur edukasi dan insentif digital bagi warga.
Selain membangun sistem, program ini juga meliputi pelatihan, pendampingan, dan sosialisasi agar masyarakat mampu mengelola sampah dengan prinsip ekonomi sirkular—mengubah sampah menjadi sumber daya ekonomi produktif.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Abdimas Telkom University Purwokerto yang diketuai oleh Hari Widi Utomo, S.Pd., M.Ed., bersama anggota Suryatiningsih, S.T., M.T., OCA., Yohani Setiya Rafika Nur, S.Kom., M.Kom. dan Dr. Achmad Sultoni, M.Pd. Program ini merupakan bagian dari “Program Pengabdian kepada Masyarakat” dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Program ini melibatkan KSM Kudu Bisa dan Pemerintah Desa Sirau serta berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas, dan Puskesmas 2 Kemranjen sebagai mitra pendukung. Anggota masyarakat yang tergabung dalam forum kesehatan desa, PKK, kader posyandu, serta warga umum turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
Seluruh kegiatan dilaksanakan di Desa Sirau dan sekitar Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Daerah ini memiliki potensi besar dalam pengelolaan sampah, namun masih menghadapi kendala dalam pencatatan, integrasi antar kelompok, dan kesadaran warga terhadap manajemen sampah.
Program ini dilaksanakan pada tahun anggaran 2025, dimulai sejak kontrak berjalan hingga akhir tahun. Tahapan meliputi observasi, pembuatan teknologi tepat guna, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi program.
Desa Sirau dan beberapa desa di kecamatan Kemranjen menghasilkan volume sampah cukup tinggi setiap minggu, terutama sampah yang bisa didaur ulang. Sistem bank sampah KSM “Kudu Bisa” telah berjalan sejak 2019, namun masih bersifat manual, menyebabkan kesulitan pencatatan dan distribusi hasil.
Melalui digitalisasi, masyarakat dapat memantau saldo dan riwayat transaksi sampah secara real-time, mengelola data dengan transparan dan akuntabel, meningkatkan kesadaran serta partisipasi warga melalui insentif digital, menguatkan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan mitra eksternal.
Program ini juga mendukung pencapaian SDGs (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) terutama poin 11 (Kota dan Pemukiman Berkelanjutan), poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Pelaksanaan program dilakukan melalui beberapa tahap sistematis, meliputi sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya digitalisasi pengelolaan sampah, pelatihan teknis dan manajemen bagi pengurus dan anggota KSM “Kudu Bisa”.
Ada pula pengembangan dan penerapan platform digital berbasis web untuk pencatatan transaksi dan pelaporan otomatis. Dilanjutkan pendampingan intensif selama implementasi awal hingga sistem stabil. Terakhir adalah evaluasi dan replikasi model, agar dapat diterapkan di desa lain di Banyumas.
Platform ini juga akan mendukung edukasi masyarakat tentang pemilahan sampah dan pengelolaan ekonomi sirkular, sehingga membuka peluang usaha baru berbasis lingkungan dan memperkuat literasi digital warga. Dengan adanya transformasi digital ini, KSM “Kudu Bisa” diharapkan menjadi model pengelolaan bank sampah digital berbasis komunitas yang dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia.
Program ini menjadi langkah nyata menuju desa cerdas, hijau, dan berdaya saing, sejalan dengan semangat Kampus Berdampak.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











