My WordPress Blog
Bisnis  

Prajogo Masuk MSCI, BREN Tertarik Proyek Danantara?



JAKARTA – Perubahan atau rebalancing dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) Global Index untuk periode November 2025 telah mengakui kehadiran saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN). Masuknya BREN ke dalam indeks ini menggantikan konstituen lama, yaitu PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) dan PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF). Dalam proses rebalancing kali ini, BREN didampingi oleh PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS).

Presiden Direktur BREN, Hendra Soetjipto menyampaikan rasa gembiranya atas masuknya perusahaan ke dalam indeks level tertinggi MSCI yang menjadi patokan bagi para manajer investasi global. Ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan performa finansial perusahaan guna menjawab kepercayaan yang diberikan.

“Itu menunjukkan suatu kewajiban kami untuk tetap menjaga kepercayaan yang sudah diberikan. Tentu kami juga berkewajiban terus meningkatkan performa dari segi finansial maupun penambahan kapasitas produksi yang kami hasilkan,” ujar Hendra dalam acara online public expose, Selasa (11/11/2025).

Saat ini, emiten terafiliasi dengan Prajogo Pangestu tersebut memiliki portofolio pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dan pembangkit listrik tenaga angin (PLTB) dengan kapasitas masing-masing sebesar 910 megawatt (MW) dan 79 MW. Dalam jangka panjang, perseroan menargetkan kapasitas PLTP mencapai 1,90 gigawatt (GW) atau hingga 2,43 GW dalam skenario terbaik hingga 2032. Sedangkan untuk kapasitas PLTB, BREN menargetkan peningkatan menjadi 398 MW hingga 2032.

Dalam jangka pendek, pada 2026 BREN menargetkan tambahan kapasitas PLTP sebesar 18 MW pada 2025 dan tambahan kapasitas 220 MW untuk PLTB pada 2028. Sejalan dengan penambahan kapasitas ini, manajemen optimistis akan meraup pertumbuhan kinerja finansial.

Dalam sembilan bulan pertama 2025, BREN mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$106,55 juta, tumbuh 23,8% dibanding periode yang sama 2024 yang mencapai US$86,06 juta. Dari sisi top line, pendapatan perseroan meningkat 3,6% secara tahunan (year on year (YoY)) dari US$441,29 juta menjadi US$457,39 juta. Segmen penjualan listrik menjadi kontributor terbesar dengan porsi 47,01% dengan nilai US$215,03 juta, atau naik 5,9% YoY.

Dalam paparan publik ini, Hendra juga menanggapi pertanyaan tentang peluang BREN masuk ke portofolio energi bersih di sektor waste to energy (WTE) yang dimotori Danantara. Ia mengatakan bahwa saat ini pihaknya akan fokus pada pengembangan panas bumi dan angin.

Sesuai rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) 2025-2034, pemerintah menargetkan pengembangan pembangkit EBT dari PLTP pada 2034 sebesar 5.157 MW, sedangkan dari PLTB sebesar 2.208 MW. Atau, dalam skenario terbaik kapasitas PLTB ditargetkan bisa mencapai 7.188 MW.

“Kita tentu akan terus membantu program pemerintah tersebut. Kita tidak tertutup kemungkinan untuk menambah portofolio dari apa yang sudah kita punya. Kita terus berusaha mencari potensi-potensi lain, baik itu geothermal maupun di sektor yang menurut kami cukup baik dan memberikan tingkat ekonomi return yang baik ke depan,” tegasnya.

Di lantai bursa, saham BREN hari Selasa (11/11/2025) ditutup turun 1,96% ke Rp10.025. Walau begitu, level harga tersebut telah mencerminkan peningkatan 8,67% dalam sepekan terakhir.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *