radaryogya.com – JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump membela keputusannya masalah kebijakan tarif impor baru terhadap mayoritas mitra dagang AS. Trump mengatakan, “terkadang Anda harus minum obat untuk memperbaiki sesuatu”.
Berbicara terhadap wartawan di area melawan Air Force One pada Mingguan malam, Trump mengatakan, lapangan pekerjaan juga penanaman modal akan kembali ke Amerika Serikat untuk membuatnya “lebih baik bukan seperti sebelumnya”.
Sementara itu pejabat tinggi Trump menekankan, bahwa tarif yang dimaksud disampaikan pekan lalu akan diterapkan sesuai rencana, tanpa mengecilkan perasaan khawatir resesi.
Hanya beberapa jam pasca komentar Trump, bursasaham di dalam Asia anjlok pada Awal Minggu pagi, dengan Nikkei 225 Negeri Matahari Terbit turun 7,8%, serta Hang Seng Hong Kong kehilangan lebih banyak dari 12%.
Pada hari Jumat, ketiga indeks saham utama di tempat Negeri Paman Sam turun lebih tinggi dari 5%, sementara S&P 500 turun hampir 6% pada minggu terburuk untuk lingkungan ekonomi saham Amerika Serikat sejak 2020.
Bursa saham Arab Saudi berakhir hampir 7% tambahan rendah, untuk menjadi kerugian harian terbesar sejak pandemi, kata media milik negara.
Sedangkan raksasa perbankan AS, JP Morgan memperkirakan kemungkinan resesi Negeri Paman Sam kemudian global semakin lebar mencapai 60% menyusul pengumuman tarif Trump.
Berbicara pada berhadapan dengan pesawat kepresidenan di penerbangan kembali ke Washington DC, Trump menyatakan negara-negara Eropa lalu Asia “sangat ingin memproduksi kesepakatan”.
Dia juga menolak pertanyaan wartawan tentang “ambang batas rasa sakit” konsumen Amerika dikarenakan perasaan khawatir kenaikan nilai tukar yang digunakan tajam lalu ancaman resesi juga kejatuhan pasar. “Saya pikir pertanyaan Anda sangat bodoh,” katanya terhadap wartawan.











