My WordPress Blog
Bisnis  

Anggaran Terbatas, Hal ini Siasat KemenPU Agar Proyek Tol Tidak Mangkrak

Anggaran Terbatas, Hal ini Siasat KemenPU Agar Proyek Tol Tidak Mangkrak

radaryogya.com – JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berada dalam menggodok rencana pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) baru di dalam sektor jalan tol. Hal ini sebagai siasat mendanai proyek jalan tol di dalam sedang keterbatasan anggaran imbas efisiensi.

Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) unsur Pemangku Kepentingan, Kementerian PU, Sony Sulaksono menjelaskan, BLU jalan tol ini sebetulnya telah terjadi sempat dibahas sebelumnya bersatu Kementerian Keuangan. Targetnya, BLU Jalan Tol akan rampung pada tahun ini.

“Sebetulnya kita di dalam tol akan merancang yang namanya badan layanan umum (BLU) jalan tol, artinya ada hal yang misalnya kita dapat pendanaan dari pembebasan lahan, atau apa, dana yang tersebut bisa jadi kita tampung dalam BLU itu nanti dapat kita bantu untuk tol – tol yang mana sedang suffering (menderita) atau memulai pembangunan tol baru,” kata Sony ketika ditemui usai jumpa pers di tempat Kementerian PU, hari terakhir pekan (21/2/2025).

Lebih lanjut, Sony menjelaskan salah satu alasan utama pembentukan BLU Jalan Tol ini untuk menyaring antara setoran dana PNBP agar mampu dikelola untuk pengembangan jalan tol lain di area Indonesia.

Sebagai contoh misalnya, penugasan operator tol trans Sumatera oleh PT Hutama Karya (HK) (Persero) melalui skema PBBL (pembayaran berkala berbasis layanan). pemerintahan melalui Kementerian PU mengalokasikan dana untuk mengoperasikan dan juga melakukan pemeliharaan ruas tol.

Akan tetapi, pengumpulan tarif tol dari ruas-ruas yang tersebut dioperasikan HK hanya sekali masuk ke Kementerian PU sebagai PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang dimaksud kemudian disetorkan ke negara. Kedepan harapannya, setoran PBBL ini akan masuk ke BLU Jalan Tol untuk pengembangan ruas tol baru atau membantu ruas yang kurang bagus trafik-nya.

“(Pendapatan BLU) misalnya dari PBBL, ada ruas di tempat Sumatera itu HK pegang tol, dikasih kewajiban rawat jalan tol. Misal kebutuhannya Rp3 triliun per tahun, oleh pemerintah dikasih. Jadi pengguna jalan itu bayar tidak ada ke HK, tapi dapat ditampung ke BLU tadi,” jelas Sony.

Selain itu, prospek pendapatan BLU Jalan Tol ini juga nantinya akan memanfaatkan pemasangan jasa iklan dalam jalan tol, kelebihan pembayaran yang tidak hak jalan tol. Jika selama ini kembali ke kas negara, maka ke depan akan ditampung oleh BLU Jalan Tol.

“Jadi gini, banyak tol yang sebenarnya, misalnya ada dana yang dimaksud bisa jadi kita ambil dari jalan tol, misalnya, ini kelebihan pembayarannya, yang mana bukanlah hak nya jalan tol, itu kita ambil, uangnya kita ambil ke BLU, itu dapat kita nanti pakai lagi untuk pakai jalan tol. Misalnya penyelenggaraan iklan, itu kan bisa saja kita manfaatkan,” kata Sony.

“BLU ini telah digodok di area Kementerian Keuangan, sudah ada oke, harapannya tahun ini sudah ada bisa saja jadi. Pembentukan BLU ini kita harapkan 1 bulan beres, kalau secara prinsip oke, kemudian pembentukan BLU -nya, kemudian ada satkernya, kemudian ada direksinya dan juga sebagai macam, itu harus ada SK keluar, baru BLU jadi,” tutupnya.

Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *