Konsistensi PLN dalam Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT) terus menunjukkan konsistensi positif dalam membangun infrastruktur ketenagalistrikan, khususnya di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sepanjang tahun 2025, PLN berhasil menyelesaikan sejumlah proyek penting yang mencakup transmisi tegangan tinggi, gardu induk, serta pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT).
Adapun dari 11 proyek tersebut, terdapat 4 jaringan transmisi bertegangan tinggi dengan total panjang mencapai 77 kilo meter sirkit (kms). Selain itu, terdapat 6 gardu induk bertegangan tinggi dengan kapasitas total mencapai 1.360 Mega Volt Ampere (MVA), serta satu pembangkit listrik ramah lingkungan, yaitu PLTA Jatigede yang berkapasitas 2×55 Mega Watt (MW).
General Manager PLN UIP JBT, Widya Anggoro Putro menyebutkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras, semangat, dan dedikasi para pejuang kelistrikan. Dirinya menjelaskan bahwa tantangan dan dinamika lapangan sering kali menjadi kendala dalam proses pembangunan. Oleh karena itu, PLN harus segera mencari solusi agar proses pembangunan tetap berjalan sesuai target.
Meningkatkan Keandalan Sistem Kelistrikan
Seluruh pembangunan yang dilaksanakan sepanjang tahun 2025 bertujuan untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, baik bagi konsumen rumah tangga maupun sektor industri. Menurut Anggoro, perkembangan teknologi yang pesat setiap tahunnya juga sejalan dengan meningkatnya kebutuhan listrik. Oleh karena itu, PLN terus berupaya meningkatkan keandalan pasokan listrik untuk melayani kebutuhan tersebut.
Dalam rangka mendukung proyek-proyek tersebut, PLN UIP JBT juga berhasil menyiapkan lahan seluas lebih dari 21,16 Ha. Selain itu, pihaknya juga merampungkan 30 perizinan dan pengamanan aset kepemilikan tanah. Tercatat sepanjang tahun 2025, PLN UIP JBT berhasil meraih 352 sertifikat tanah atas nama PLN dengan total luasan mencapai 40,3 Ha.
Peresmian PLTA Jatigede
Salah satu pencapaian penting adalah penyelesaian pembangunan PLTA Jatigede pada awal tahun 2025 yang juga diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Ini menjadi bukti nyata bahwa PLN tidak hanya berkomitmen, tetapi juga merealisasikannya, khususnya dalam semangat transisi energi serta penambahan bauran energi baru terbarukan.
Komitmen dalam Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
Di samping fokusnya dalam penyelesaian proyek infrastruktur ketenagalistrikan, PLN juga terus menjalankan komitmennya dalam tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Sepanjang tahun ini, PLN UIP JBT melalui program PLN Peduli berhasil melaksanakan 18 program TJSL senilai lebih dari Rp 2,8 Milyar.
Adapun program-program tersebut turut disesuaikan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs), seperti No. 2 Tanpa Kelaparan, No. 4 Pendidikan Berkualitas, No. 5 Kesetaraan Gender, No. 6 Air Bersih dan Sanitasi Layak, serta beberapa tujuan lainnya.
Kolaborasi dan Sinergi
Anggoro menegaskan bahwa raihan kinerja positif ini bukanlah hasil yang datang tiba-tiba, melainkan buah dari fokus, kolaborasi, sinergi, serta peningkatan kapasitas SDM. Hal-hal tersebut menjadi kunci keberhasilan unitnya pada tahun 2025.
Dirinya juga memberikan apresiasi yang tinggi atas kolaborasi antara PLN dengan lembaga pemerintah yang berjalan dengan sangat baik. PLN senantiasa berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN, Kementerian Kehutanan, Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan Jawa Tengah, TNI/POLRI, Pemerintah Daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah, serta stakeholder lainnya yang turut berperan aktif dalam proses pembangunan.
Penutup
“Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pejuang kelistrikan, pemerintah, stakeholder, swasta hingga masyarakat yang turut berjibaku berjuang demi kepentingan umum. Semoga seluruh pekerjaan dan upaya dalam membangun bangsa dapat menjadi berkah bagi kita semua. Selanjutnya, kami akan terus berkomitmen dalam menyediakan listrik yang andal serta berkualitas sebagai tonggak awal pembangunan bangsa. Oleh karena itu, kami juga terus memohon doa dan dukungan agar kami dapat memberikan yang terbaik,” tutup Anggoro.











