JAKARTA,
Kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih sempat menciptakan gelombang optimisme yang besar di pasar keuangan. Khususnya, para investor mengamati kenaikan signifikan pada saham dan aset digital yang terkait dengan Trump dan keluarganya. Namun, setahun setelah euforia tersebut, realitas pasar mulai muncul. Banyak investasi yang awalnya naik tajam kini justru mengalami penurunan drastis.
Pasar kripto dan saham perusahaan yang terkait dengan Trump sebelumnya mengalami lonjakan karena harapan bahwa kekuasaan politik sang presiden akan memberikan manfaat ekonomi. Tapi, seiring waktu, banyak dari investasi ini terbukti hanya didorong oleh emosi pasar, bukan oleh kinerja bisnis yang kuat. Art Hogan, kepala strategi pasar di B. Riley Wealth, menyebutkan bahwa “kadang euforia irasional bertabrakan dengan tembok logika.”
Salah satu contoh yang paling mencolok adalah Trump Media & Technology Group (DJT). Saham perusahaan ini sempat melonjak tiga kali lipat dalam lima minggu menjelang akhir Oktober 2024. Padahal, perusahaan ini belum pernah mencetak laba dan hanya memiliki pendapatan terbatas. Nilainya bahkan sempat menyentuh 11 miliar dollar AS. Namun, saat ini harga saham DJT telah turun ke bawah 11 dollar AS, dengan penurunan sekitar 80 persen dari puncaknya.
Meski Truth Social, platform media sosial milik Trump, masih digunakan sebagai saluran komunikasi resmi, jumlah pengguna aktif bulanan di AS hanya sekitar 1,5 juta. Angka ini jauh tertinggal dari X (dulu Twitter) yang memiliki 54,2 juta pengguna aktif dan Reddit dengan 59,8 juta. Bahkan Bluesky, platform lain, lebih populer dengan 2,4 juta pengguna aktif.
Trump Media mencoba mencari sumber pertumbuhan baru dengan masuk ke bidang keuangan, kripto, dan kecerdasan buatan. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda keberhasilan yang nyata. Sementara itu, aset kripto bertema Trump juga mengalami kerugian besar.
Misalnya, koin meme resmi Trump sempat melonjak hingga 45,57 dollar AS pada 19 Januari 2025, dengan valuasi mencapai 9 miliar dollar AS. Namun, kini koin tersebut diperdagangkan di kisaran 5,60 dollar AS, atau bernilai sekitar 1,1 miliar dollar AS. Penurunan ini mencapai 88 persen dari puncaknya.
Nasib koin Melania Trump lebih buruk lagi. Pada 19 Januari, koin tersebut sempat mencapai 8,48 dollar AS dengan kapitalisasi pasar 1,6 miliar dollar AS. Namun, pada Februari, nilainya turun ke bawah 2 dollar AS, dan kini hanya bernilai sekitar 11 sen. Investor yang membeli di puncak dan bertahan hingga kini kehilangan 99 persen dari investasinya.
American Bitcoin, perusahaan penambangan bitcoin yang didukung oleh Donald Trump Jr dan Eric Trump, juga mengalami penurunan. Sahamnya sempat melonjak hingga 9,31 dollar AS pada 9 September 2025, tetapi kini turun ke bawah 2 dollar AS. World Liberty Financial, perusahaan yang didirikan Trump bersama Steve Witkoff dan anak-anaknya, juga mengalami penurunan serupa. Token baru mereka sempat naik ke 25 sen, namun kini turun ke 14 sen.
Selain itu, saham perusahaan penjara swasta seperti GEO Group juga mengalami penurunan. Saat Trump dilantik, sahamnya melonjak ke rekor tertinggi 35,35 dollar AS, naik 175 persen dibandingkan posisi September sebelumnya. Namun, permintaan yang diharapkan tidak terwujud karena pemerintahan Trump lebih memilih deportasi langsung. Akibatnya, saham GEO Group kini telah kehilangan lebih dari separuh nilainya dari puncaknya.
Namun, tidak semua investasi terkait Trump mengalami kerugian. Beberapa sektor justru mendapat untung. Misalnya, saham perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan Eropa terus menguat. ETF Select STOXX Europe Aerospace & Defense naik lebih dari 70 persen sepanjang tahun ini. Ini didorong oleh meningkatnya permintaan yang dipicu tekanan Trump terhadap negara-negara NATO untuk meningkatkan belanja pertahanan.
Bitcoin juga menjadi salah satu pemenang besar. Harga bitcoin melesat setelah kemenangan Trump, yang berjanji menjadikan Amerika Serikat sebagai pusat kripto dunia. Meski harga bitcoin telah terkoreksi dari rekor tertinggi pada Oktober lalu, saat ini berada di kisaran 90.000 dollar AS, jauh di atas level 63.000 dollar AS pada akhir September 2024.











