My WordPress Blog
Bisnis  

Puncak Persaingan E-Commerce, Harbolnas 12.12 Dorong Penjualan Akhir Tahun, Target Transaksi Rp35 T

Pemain Besar E-Commerce Berlomba Meningkatkan Penjualan di Harbolnas 2025

Menjelang akhir tahun, tiga pemain besar e-commerce di Indonesia, yaitu Zalora, Lazada, dan Shopee, berlomba-lomba untuk meningkatkan penjualan melalui Hari Belanja Nasional (Harbolnas). Kampanye 12.12 ini menjadi salah satu agenda belanja digital terbesar di Indonesia.

Program ini tidak hanya menjadi ajang menggenjot penjualan atau promo, tetapi juga momentum bagi platform untuk memperkuat layanan dan logistik. Zalora kembali menggelar programnya pada periode 12–18 Desember 2025. Tahun ini, platform fashion tersebut menonjolkan pendekatan kurasi kategori, mulai dari fashion hingga kecantikan.

Zalora memperkenalkan fitur “Tumpuk Promo” yang memungkinkan konsumen menggabungkan beberapa jenis potongan harga dalam satu transaksi. Direktur Commercial Zalora, Victor Yap, menyatakan bahwa mereka mengurasi produk terbaik dari kategori fashion hingga kecantikan, lalu menggabungkannya dengan promo tumpuk agar pelanggan bisa mendapatkan harga akhir yang lebih efisien.

Sedangkan Lazada Indonesia memulai kampanye 12.12 lebih awal, yakni pada 11 Desember pukul 20.00 WIB sampai 14 Desember 2025. Tahun ini, Lazada menitikberatkan pada fasilitas pembayaran, termasuk cicilan 0 persen tanpa biaya penanganan hingga tenor enam bulan khusus pembelian melalui LazMall.

Selain diskon dan voucher, Lazada menyebut telah memperkuat layanan logistik untuk memastikan pengiriman tetap lancar di periode puncak. CEO Lazada Indonesia, Carlos Barrera, menambahkan, kebutuhan konsumen di akhir tahun mendorong perusahaan untuk menyiapkan solusi belanja yang lebih efisien.

“Banyak konsumen mencari cara untuk berbelanja lebih hemat tanpa mengorbankan kualitas. Maka, kami mengombinasikan produk autentik dari brand terpercaya dengan solusi finansial yang lebih fleksibel,” ujarnya.

Shopee menandai 10 tahun kehadirannya di Indonesia lewat kampanye 12.12 Birthday Sale. Mulai dari 11 Desember malam, Shopee menyebut momentum ulang tahun ini sebagai kesempatan untuk merangkul pengguna dan pelaku usaha, terutama Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Kami mendapat dukungan pengguna, UMKM, dan brand lokal selama 10 tahun terakhir,” kata Senior Director of Business Development Shopee Indonesia, Adi Rahardja.

Peran Pemerintah dalam Memperkuat Harbolnas 2025

Pemerintah menargetkan nilai transaksi Harbolnas 2025 mencapai Rp 35 triliun selama periode 10–16 Desember. Tahun ini, fokus utama kampanye belanja ini diarahkan pada peningkatan pembelian produk UMKM lokal.

Untuk memastikan pelaksanaan berjalan optimal, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Asosiasi Ecommerce Indonesia (idEA) memperkuat koordinasi dan distribusi informasi. Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Politik Kemkomdigi, Arnanto Nurprabowo, menjelaskan bahwa mereka melakukan rapat koordinasi untuk menyosialisasikan dan mempublikasikan pelaksanaan Harbolnas yang dimulai pada tanggal 10–16 Desember.

Pemerintah juga menyiapkan berbagai program pendukung guna meningkatkan partisipasi UMKM. Di antaranya kampanye belanja produk dalam negeri, program Every Purchase Is Cheap (EPIC Sale), serta promo potongan harga untuk layanan transportasi. Berbagai insentif tersebut diharapkan dapat mengerek transaksi produk lokal sekaligus memanfaatkan momentum belanja akhir tahun.

Ketua Umum idEA, Hilmi Adrianto, menyambut baik dukungan pemerintah. Menurutnya, Harbolnas 2025 memberikan ruang promosi yang lebih besar bagi produk buatan dalam negeri.

“Kami memberikan promosi lebih besar bagi produk lokal selama enam hari periode utama,” kata Hilmi dalam keterangannya.

Transformasi digital menjadi konteks penting pelaksanaan Harbolnas. Indonesia saat ini memasuki fase percepatan ekonomi digital yang diproyeksikan tumbuh hingga US$ 360 miliar pada 2030, naik dari sekitar US$ 90 miliar pada 2024.

Di sisi lain, sektor keuangan digital turut menjadi penopang. Selain mendorong transaksi melalui e-commerce, penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) juga memperkuat ekosistem digital. Bank Indonesia mencatat jumlah pengguna QRIS mencapai 57 juta pada Semester I-2025, dengan 39,3 juta merchant, di mana 93,16 % merupakan pelaku UMKM.

Strategi Produsen Kosmetik Menghadapi Harbolnas 2025

Menjelang Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025, para produsen kosmetik mulai menyiapkan strategi promosi dan pemasaran digital untuk memaksimalkan momentum penjualan di kanal e-commerce.

Ketua Umum Perkumpulan Produsen Kosmetika Indonesia (PPAK), Solihin Sofian, mengatakan Harbolnas menjadi momen penting bagi pelaku usaha untuk mendorong transaksi akhir tahun. “Harbolnas bisa menjadi hari yang ditunggu untuk semua sektor usaha perdagangan, terutama yang plafon penjualannya ada di e-commerce,” ujar Solihin, Rabu (8/10).

Menurutnya, periode September hingga November selalu menjadi musim sibuk bagi industri kosmetik karena diwarnai berbagai pameran dan event, seperti Halal Indonesia Expo, Trade Expo Indonesia (TEI), Cosmobeaute, Indo Beauty, Jakarta Female Days, hingga Cosmetic Day, baik untuk segmen B2B maupun B2C.

Solihin menjelaskan, meski promosi di tanggal kembar sudah menjadi rutinitas, momentum Harbolnas tetap punya nilai tersendiri. “Momen ini bisa dimanfaatkan pelaku usaha untuk promosi dan branding, peluncuran tren kosmetik 2026, pemenuhan target penjualan akhir tahun, serta clearance sale,” paparnya.

Ia memperkirakan penjualan kosmetik bisa melonjak 45 % –70 % selama periode promo, meski menjelang Natal dan Tahun Baru konsumen cenderung mengalihkan belanja ke sektor makanan dan sandang. “Setiap promo penjualan biasanya naik 45 % sampai 70 % , tapi memasuki Natal dan Tahun Baru, kosmetik bukan prioritas utama,” jelasnya.

Dari sisi strategi, pelaku industri disarankan mulai membangun momentum sejak dini. “Strategi pemasaran harus dimulai saat ini sebagai road to Harbolnas. Materi promosi dan testimoni pemakaian produk perlu dilakukan secara masif dan berkesinambungan,” tutur Solihin.

Ia juga mencatat adanya perubahan perilaku konsumen. “Kebiasaan pembeli masih cenderung ke produk murah, tetapi kini ada peningkatan kecerdasan konsumen dalam memilih dan membeli produk,” ujarnya.

Menurut Solihin, hal ini menjadi sinyal positif bagi produsen kosmetik lokal untuk memperkuat kualitas dan membangun kepercayaan merek di pasar digital.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *