Fakta Singkat tentang Kasus Pengeroyokan Debt Collector
Susno Duadji, mantan Kepala Bareskrim Polri, menyoroti pentingnya pengusutan tiga pihak dalam kasus pengeroyokan yang menewaskan dua debt collector di Kalibata, Jakarta Selatan. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (11/12/2025) dan menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban.
“Kita ucapkan dukacita kepada keluarga atas kematian dua orang. Ini suatu peristiwa yang sangat menyedihkan. Jadi polisi harus mengusut tuntas,” kata Susno saat diwawancara.
Tiga Pihak yang Harus Diusut
Susno menyebutkan bahwa ada tiga pihak yang perlu diselidiki oleh aparat kepolisian:
- Pertama, kasus pengeroyokan yang mengakibatkan kematian dua debt collector. Polisi harus mengungkap siapa tersangka pelaku pengeroyokan.
- Kedua, pelaku pembakaran kios pedagang di lokasi kejadian. Pembakaran ini merugikan para pedagang kecil yang mencari nafkah.
- Ketiga, pihak yang memerintahkan dua debt collector untuk menarik sepeda motor secara paksa. Hal ini menjadi pertanyaan besar mengenai tanggung jawab dan prosedur yang dilakukan oleh perusahaan leasing.
Tanggung Jawab Pemerintah DKI Jakarta
Selain itu, Susno juga meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk turun tangan dalam memperbaiki kios pedagang yang dibakar. Tujuannya adalah agar para pedagang dapat kembali membuka usaha mereka.
Kejadian Serupa Sebelumnya
Susno mengingatkan bahwa kasus seperti ini bukanlah yang pertama kali terjadi. “Yang menimbulkan korban jiwa, penganiayaan, kemudian lainnya. Nah, ini harus dicari. Persoalannya apa sih? Kok enggak dibawa ke masalah hukum langsung main tarik begitu,” katanya.
Menurut Susno, ketidakpercayaan masyarakat terhadap sistem penegakan hukum di Indonesia menjadi salah satu penyebab dari kejadian ini.
Pengusutan oleh Polisi
Susno yakin bahwa polisi sudah mengetahui pelaku pengeroyokan serta pembakaran terhadap kios pedagang di Kalibata. Ia berharap polisi bisa segera mengungkap kasus ini dan memproses pelaku secara tuntas.
“Polri bisa untuk segera mengungkapnya dan harus diproses tuntas itu,” tambahnya.
Pertanggungjawaban Perusahaan Leasing
Susno juga menekankan bahwa perusahaan leasing harus dimintai pertanggungjawaban karena menimbulkan peristiwa pidana. “Siapa yang melakukan pengeroyokan itu tidak benar juga walaupun dengan alasan bahwa sepeda motornya ditarik tapi tidak boleh melakukan kekerasan seperti itu,” katanya.
Penyidikan Terhadap Perusahaan Leasing
Menurut Susno, penyidik dapat menyelidiki perusahaan leasing tempat debt collector bekerja. “Tinggal mencari debt collector ini digunakan oleh perusahaan leasing yang mana. Nah, perusahaan leasing itu nanti ditanya siapa yang nunggak, yang disuruh tagih itu siapa. Nah, itulah orangnya kan. Orang yang pertama melakukan peristiwa penganiayaan,” jelasnya.
Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan
Polisi menjelaskan bahwa peristiwa pengeroyokan yang menewaskan dua debt collector berinisial MET dan NAT terjadi di sebuah warung makan di Jalan Raya Kalibata, tepatnya di seberang TMP Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/12/2025).
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, mengatakan bahwa kejadian bermula saat kedua korban berinisial MET dan NAT hendak menagih biaya cicilan motor. “Berawal dari adanya mata elang mau menagih kendaraan sepeda motor, yang indikasinya belum bayar kredit,” ujar Nicolas.
Namun, pemotor yang ditagih tidak terima dengan perlakuan debt collector. Pemotor itu kemudian memanggil teman-temannya yang diperkirakan berjumlah delapan orang. Tak berselang lama, mereka datang ke lokasi kejadian dan langsung mengeroyok kedua korban secara brutal.
“Selanjutnya kedua orang yang bertugas sebagai mata elang ini dianiaya dan dikeroyok sampai satu meninggal dunia di tempat dan satu lagi meninggal di rumah sakit,” tutur Nicolas.
Nicolas menuturkan, hingga saat ini polisi masih memburu para pelaku pengeroyokan. “Kami kolaborasi ya, Polsek, Polres Jaksel, dan Polda kami berusaha untuk menemukan pelaku penganiayaan dan pengeroyokan yang menyebabkan matinya korban,” ujarnya.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











