Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Menembus Level Psikologis Baru
Pada perdagangan Selasa (2/12), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level psikologis baru. IHSG ditutup menguat sebesar 0,80% dengan posisi 8.617,04. Penguatan ini menunjukkan optimisme yang kuat di pasar modal Indonesia.
Dominasi Investor Domestik dalam Perdagangan
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan bahwa investor domestik berkontribusi sebesar 70% dari total transaksi pada perdagangan Selasa (2/12). Sementara sisanya berasal dari investor asing. Dominasi investor lokal juga terjadi sepanjang tahun ini. Secara year to date, investor domestik menyumbang 64% dari nilai transaksi, sementara investor asing hanya 36%.
Peningkatan partisipasi investor dalam negeri sejalan dengan pertumbuhan jumlah investor pasar modal. BEI mencatatkan bahwa hingga akhir 2025, jumlah investor pasar modal telah mencapai 19,7 juta SID. Dari jumlah tersebut, investor saham mencapai 8,3 juta orang, meningkat 29,7% atau 1,9 juta dari posisi akhir 2024 yang sebanyak 6,4 juta investor.
Kepemilikan Saham oleh Investor Ritel
Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa kepemilikan saham oleh investor ritel mencapai 18,8% dari total kapitalisasi pasar sebesar Rp 15.600 triliun per Oktober 2025. Jumlah ini setara dengan Rp 2.932 triliun. Di mana, 39,9% dimiliki oleh investor institusi lokal dan sisanya 42% oleh investor asing. Secara akumulasi, total kepemilikan investor domestik mencapai 58,7%.
Perbandingan dengan posisi Oktober 2024 menunjukkan bahwa kepemilikan saham investor ritel mencapai 16,1% dari total market cap Rp 12.000 triliun. Artinya, ada penambahan sebesar Rp 1.000 triliun dari ritel.
Kontribusi Investor Ritel dalam Nilai Transaksi Harian
Selain itu, kontribusi investor ritel terhadap nilai transaksi harian juga meningkat. Sampai Oktober 2025, kontribusinya mencapai 49,2% dari total nilai transaksi sebesar Rp 16,6 triliun, yaitu sekitar Rp 8,2 triliun.
Kepemilikan Aset oleh Investor Domestik
Di sisi lain, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatatkan porsi kepemilikan aset investor domestik telah mencapai 62,77%, sedangkan kepemilikan aset investor asing berada di kisaran 37,23% per 7 November 2025. Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat, menyebutkan bahwa jumlah investor dan komposisinya menunjukkan dominasi investor lokal yang mencapai 99,77%.
Menurutnya, bertambah besarnya kontribusi investor lokal, baik dari sisi jumlah maupun nilai aset, membuat ketahanan pasar modal Indonesia menjadi semakin baik. Aktivitas transaksi menunjukkan peran investor domestik yang semakin kuat.
Analisis dari Pakar Pasar Modal
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai meskipun investor asing masih melakukan net sell, tetapi optimisme dari dalam negeri cukup kuat untuk mendorong penguatan IHSG.
Pada perdagangan Selasa (2/12/2025), investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 453,84 miliar. Namun dalam sepekan terakhir, net sell asing mencapai Rp 2,28 triliun, dan sepanjang tahun berjalan, net sell asing menembus Rp 29,97 triliun.
Nico menilai bahwa investor domestik, khususnya ritel, sudah cukup matang dalam menghadapi volatilitas saat ini. Ia juga menyebut bahwa penguatan IHSG didukung oleh saham-saham lapis kedua dan ketiga yang memiliki harga lebih terjangkau, memberikan kesempatan bagi investor domestik untuk berpartisipasi.
Proyeksi IHSG ke Level 8.660
Dengan tembusnya level psikologis baru di 8.600, Nico masih menantikan IHSG untuk mencapai titik 8.660. Ia memproyeksikan bahwa level tersebut akan bisa dicapai dalam waktu dekat.
Jika The Fed memangkas tingkat suku bunga, maka BI Rate pun berpeluang lebih besar untuk menurunkan tingkat suku bunganya. Ini akan memberikan stimulus terhadap perekonomian Indonesia.
Dengan tingkat probabilitas sebesar 74%, ada potensi untuk mencapai 8.940. Namun, situasi ini akan tercapai apabila IHSG tidak turun lebih rendah dari 8.000 dan sentimen ekonomi juga mendukung.











