Penurunan Jumlah Penumpang, Namun Layanan Trans Jatim Tetap Diminati
Setelah tarif normal diterapkan, jumlah penumpang Trans Jatim di Terminal Hamid Rusdi mengalami penurunan. Dari sebelumnya rata-rata 700 penumpang per hari, kini turun menjadi sekitar 350 penumpang per hari. Meski begitu, layanan ini tetap diminati oleh masyarakat, terutama pelajar dan mahasiswa.
Mayoritas pengguna Trans Jatim saat ini adalah pelajar dan mahasiswa yang merasa terbantu dengan tarif yang lebih murah, yaitu Rp2.500. Selain itu, jadwal keberangkatan yang tepat waktu juga menjadi salah satu alasan utama mereka memilih layanan ini. Rute Trans Jatim melewati berbagai kawasan kampus, membuatnya menjadi pilihan transportasi yang nyaman dibanding angkutan umum lainnya.
Terminal Hamid Rusdi juga terus membenahi fasilitas untuk mendukung operasional Trans Jatim. Area penurunan penumpang yang sebelumnya tidak digunakan kini kembali difungsikan. Penerangan di area belakang terminal juga sudah diaktifkan seluruhnya, sehingga memberikan rasa aman bagi penumpang.
Fasilitas dan Jadwal yang Menunjang Kepuasan Pengguna
Bus Trans Jatim dari Terminal Hamid Rusdi mulai beroperasi pukul 04.30 WIB dengan kedatangan terakhir sekitar pukul 22.00 WIB. Setiap halte hanya menjadi titik berhenti maksimal 30 detik. Jika tidak ada penumpang, bus langsung melanjutkan perjalanan.
Selain pelajar dan mahasiswa, layanan ini juga menarik minat warga umum untuk rekreasi ke Kota Batu. Banyak penumpang yang turun di Terminal Batu lalu melanjutkan perjalanan ke pasar atau tempat wisata seperti Jatim Park 2. Tarif Rp5.000 sudah cukup untuk sampai ke sana.
Menurut Koordinator Terminal Hamid Rusdi, Abdul Ghopur, kehadiran Trans Jatim sangat membantu mobilitas warga dari Kabupaten Malang menuju Kota Malang maupun sebaliknya. Meski demikian, integrasi dengan angkutan kota (MPU) belum sepenuhnya tercapai.
Manfaat yang Dirasakan Mahasiswa
Dawai Nur Muhammad Fathi, mahasiswa semester 3 Teknik Elektro Universitas Negeri Malang, mengaku sangat terbantu dengan hadirnya Trans Jatim. Ia sebelumnya rutin menggunakan angkot dengan tarif Rp5.000 sekali jalan. Kini ia hanya membayar Rp2.500 sebagai mahasiswa.
“Tarifnya jauh lebih murah. Kalau naik angkot Rp5.000, kalau Trans Jatim Rp2.500. Selain itu tempatnya lebih nyaman dan aman,” kata Dawai. Ia menambahkan, fasilitas bus yang sejuk dan kabin rapi membuat perjalanan terasa lebih nyaman. Meski jumlah penumpang kini menurun, Dawai tetap memilih Trans Jatim sebagai moda transportasi utama menuju kampus.
Menurutnya, ongkos menggunakan Trans Jatim jauh lebih hemat dibandingkan membawa kendaraan pribadi. “Lebih murah dibanding beli bensin. Bisa pindah tujuan juga kalau mau. Aman dan nyaman,” ujarnya.
Dawai berharap layanan Trans Jatim terus diperluas karena banyak mahasiswa dan masyarakat yang sangat bergantung pada layanan ini. “Trans Jatim bukan hanya transportasi, tapi solusi perjalanan yang lebih terjangkau, terutama bagi pelajar dan mahasiswa,” pungkasnya.
Perluasan Layanan Trans Jatim ke Mataraman
Bus Trans Jatim direncanakan segera hadir di kawasan Mataraman, khususnya wilayah Kediri hingga Madiun. Rencana perluasan ini dilakukan untuk menghadirkan transportasi publik yang murah, modern, dan mudah dijangkau masyarakat.
Untuk wilayah Kediri, rute Trans Jatim direncanakan melintasi jalur Pare – Kabupaten Kediri – Kota Kediri. Sementara untuk kawasan Madiun Raya, koridor yang disiapkan akan melewati Caruban – Kabupaten Madiun – Kota Madiun. Pembahasan detail operasional, termasuk armada, halte, dan sistem pembayaran, akan dimatangkan lebih lanjut.
Peluncuran Rute Malang Raya
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Trans Jatim Koridor I Malang Raya yang diberi identitas Trans Jatim Gajayana. Peluncuran ini menandai hadirnya layanan baru yang menghubungkan Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.
Khofifah menegaskan, koridor baru tersebut bukan sekadar penambahan armada, melainkan bentuk komitmen menghadirkan transportasi publik yang terukur, terjangkau, aman, dan selaras perkembangan teknologi.
Daftar Lengkap Rute Armada Trans Jatim
- Koridor I (Gresik – Sidoarjo via Surabaya): Terminal Bunder (Gresik) – Halte Transit Point Trans Jatim (Bungurasih) – Halte Terminal Porong (Sidoarjo).
- Koridor II (Mojokerto – Surabaya): Melibatkan rute antara Terminal Kertajaya (Mojokerto) dan Terminal Purabaya (Surabaya).
- Koridor III (Mojokerto – Gresik): Rute antara Terminal Kertajaya (Mojokerto) dan Terminal Bunder (Gresik).
- Koridor IV (Gresik – Lamongan): Terminal Bunder (Gresik) – Terminal Paciran (Lamongan).
- Koridor V (Surabaya – Bangkalan): Rute antara Terminal Purabaya (Surabaya) dan Bangkalan.
- Koridor VI (Mojokerto – Porong): Terminal Kertajaya (Mojokerto) – Terminal Porong (Sidoarjo).
- Koridor VII (Lamongan – Paciran): Terminal Lamongan – Terminal Paciran.
- Koridor I (Malang Raya): Terminal Hamid Rusdi (Malang) – Terminal Batu











