KAI Dinobatkan sebagai Pelopor Transformasi Transportasi Publik
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI kembali menegaskan posisinya sebagai pelopor transformasi transportasi publik melalui penghargaan Outstanding National Transportation Provider pada ajang Indonesia Kita Awards 2025. Penghargaan ini diberikan di Yudistira Grand Ballroom, Patra Jasa Office Tower, Jakarta Selatan, pada Senin (10/11/2025). Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas keberhasilan KAI dalam menghadirkan inovasi berkelanjutan berbasis digital di Indonesia.
Melalui inovasi seperti Access by KAI, sistem tiket digital, hingga integrasi antarmoda, KAI dinilai mampu menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin efisien dan ramah pengguna. Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kelembagaan KAI Atih Nurhayati menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh Insan KAI yang konsisten mengembangkan layanan berbasis digital. Ia menjelaskan bahwa transformasi digital di KAI berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan publik yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami ingin setiap perjalanan kereta api memberikan pengalaman yang mudah, aman, dan bernilai bagi pelanggan,” ujarnya dalam rilis pers. Menurut Atih, pengembangan layanan digital terintegrasi merupakan hasil kolaborasi lintas unit dan sinergi dengan berbagai pihak strategis, baik internal maupun eksternal. Ia menambahkan bahwa KAI terus berinovasi agar digitalisasi menjadi platform untuk menghadirkan pelayanan yang semakin humanis dan berdampak positif bagi kemajuan transportasi Indonesia.
Pada kesempatan itu, Atih turut mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan apresiasi yang diberikan. Ia berharap, ke depannya KAI terus menjadi solusi transportasi terbaik bagi masyarakat Indonesia.
Dominasi Transaksi Digital di KAI
Sementara itu, Vice President Public Relations KAI Anne Purba menuturkan bahwa dominasi transaksi digital menjadi bukti nyata keberhasilan KAI dalam membangun ekosistem layanan modern. Sepanjang Januari–Oktober 2025, aplikasi Access by KAI mencatat lebih dari 21,4 juta transaksi tiket atau setara 72,07 persen dari total penjualan tiket KAI. Angka ini melampaui kanal lain, seperti business-to-business, loket stasiun, website, vending machine, dan Contact Center 121.
Anne menambahkan bahwa Access by KAI kini berkembang menjadi ekosistem perjalanan digital terpadu, di mana pelanggan dapat memesan hotel, menggunakan layanan E-Porter, membayar listrik, hingga mengakses transportasi lain, seperti Kereta Api (KA) Lokal, KA Bandara, Whoosh, dan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek. Selain itu, fitur face recognition boarding di 22 stasiun utama dan carbon footprint estimator juga tersedia guna mempercepat proses pemeriksaan tiket dan meningkatkan kenyamanan pelanggan.
“Banyak perbaikan yang kami lakukan hari ini, lahir dari apa yang disampaikan langsung oleh pelanggan,” tutur Anne. Dengan inovasi-inovasi ini, KAI terus menunjukkan komitmennya untuk memberikan layanan yang lebih baik dan memenuhi harapan masyarakat.











