Pedagang Jalan Vihara Akhirnya Legowo Direlokasi ke Pasar Wage Purwokerto
Puluhan tahun menjalani usaha di Jalan Vihara, ratusan pedagang akhirnya legowo direlokasi ke Pasar Wage Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Proses relokasi ini awalnya menimbulkan kekhawatiran bagi para pedagang karena takut mengancam mata pencaharian mereka. Namun, dengan pendekatan yang dilakukan pemerintah secara humanis dan persuasif, para pedagang akhirnya menerima relokasi tersebut.
Ketua Paguyuban Pedagang Pagi Pasar Wage Purwokerto (P4WP), Nada Pratikno, mengungkapkan bahwa para pedagang telah berjualan di Jalan Vihara selama puluhan tahun. Bahkan, sebagian dari mereka sudah menjalani usaha di lokasi tersebut hingga 25 tahun lamanya. Ia menyebutkan jumlah pedagang yang berjualan di kawasan Jalan Vihara mencapai sekitar 244 orang.
Awalnya, para pedagang merasa kaget dan ingin melawan relokasi karena ini menyangkut perut mereka. Namun, pendekatan yang dilakukan pemerintah membuat mereka mulai memahami bahwa lokasi yang selama ini digunakan merupakan aset milik pemerintah. “Setelah ada pendekatan yang baik, kami sadar bahwa ini milik pemerintah. Kami juga harus menjadi warga negara yang baik,” ujarnya.
Nada menambahkan bahwa para pedagang akhirnya sepakat mengikuti program penataan tanpa adanya pungutan biaya. Kesepakatan tersebut dicapai dengan beberapa catatan, seperti penataan dilakukan setelah Lebaran serta adanya kepastian waktu pengosongan lokasi. “Kami sepakat, dengan catatan, penataan dilakukan setelah Lebaran. Bahkan, sudah ada surat bahwa tanggal 22 Maret pukul 00.00 WIB lokasi harus sudah kosong,” jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen, para pedagang juga telah mulai membersihkan area lapak masing-masing secara mandiri. Mereka berharap, perhatian dari pemerintah tidak berhenti pada proses penataan saja tetapi juga berlanjut untuk mendukung keberlangsungan aktivitas pasar ke depan. “Kami siap ditata dan berharap ke depan pasar bisa berjalan lebih lancar. Kami juga siap menjadi satu,” ujarnya.
Nada juga mengimbau kepada seluruh pedagang agar tidak kembali berjualan di luar area yang telah disediakan, mengingat tempat relokasi telah digratiskan oleh pemerintah. “Kami harap, pedagang tidak keluar lagi karena tempat sudah disediakan secara gratis,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Wage (P3W), Muhammad Toha, yang juga telah berjualan selama kurang lebih 50 tahun, menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian pemerintah dalam proses penataan pasar. Ia mengungkapkan bahwa sejak sekitar tahun 2004-2005, para pedagang telah melalui berbagai dinamika dalam memperjuangkan keberlangsungan usaha mereka.
“Sudah berkali-kali kami mengalami pergantian kebijakan. Tapi kami melihat, sekarang perhatian dari pemerintah, baik dari kabid pasar maupun kepala dinas, sangat besar,” ujarnya. Toha juga menyampaikan terima kasih atas upaya yang telah dilakukan hingga tercapainya kesepakatan bersama.
Ia menegaskan bahwa saat ini tidak ada lagi sekat antara paguyuban, baik P3W maupun P4WP, karena seluruh pedagang telah melebur menjadi satu. “Sekarang tidak ada lagi P3W atau P4WP, semuanya menjadi satu, yaitu pedagang Pasar Wage,” katanya.
Toha menilai, momentum penataan ini sangat tepat karena dilakukan menjelang akhir bulan Ramadan dan akan dilanjutkan setelah Lebaran, sehingga tidak terlalu mengganggu aktivitas perdagangan. “Ini momentum yang baik, dilakukan di waktu yang tepat, setelah puasa dan penataan dilakukan usai Lebaran,” jelasnya.
Dari sisi jumlah, Toha memperkirakan total pedagang yang tergabung dalam P3W berkisar antara 770 sampai 2000 orang. Meski demikian, para pedagang tetap berharap penataan ini dapat membawa dampak positif bagi keberlangsungan Pasar Wage ke depan.
Kesiapan Pedagang untuk Penataan Pasar Wage
Para pedagang Pasar Wage Purwokerto telah menunjukkan kesiapan mereka dalam menghadapi proses penataan. Mulai dari persiapan fisik hingga mental, mereka memastikan diri siap mengikuti arahan pemerintah. Dengan adanya penataan yang dilakukan secara bertahap, diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan efisiensi dalam berdagang.
Beberapa langkah yang dilakukan oleh para pedagang antara lain:
* Membersihkan area lapak masing-masing secara mandiri.
* Menjaga kebersihan lingkungan sekitar lokasi baru.
* Mematuhi aturan yang diberlakukan oleh pemerintah.
Selain itu, para pedagang juga berharap adanya dukungan lebih lanjut dari pemerintah dalam hal promosi dan pengembangan pasar. Dengan begitu, keberlanjutan usaha mereka dapat terjamin dan pasar dapat menjadi lebih ramai.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











