Kecemasan Inul Daratista Akibat Konflik Global
Kabar konflik antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah memicu kecemasan di kalangan masyarakat, termasuk pedangdut ternama Inul Daratista. Tidak hanya mengkhawatirkan situasi global, Inul juga merasa khawatir terhadap nasib bisnisnya dan rencana umrah bersama keluarga.
Serangan udara yang dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, telah memicu eskalasi balasan dan membuat situasi Timur Tengah memanas. Dampak dari konflik ini terasa hingga Indonesia, khususnya pada sektor ekonomi dan perjalanan internasional.
Melihat pemberitaan yang terus beredar di media sosial, Inul mengaku stres dan overthinking. Ia menjelaskan bahwa kekhawatiran ini membuat pikirannya menjadi tidak tenang.
“Seharian ini selain kerja bener-bener juga stres bener, lihat berita jadi otakku ga karuan, adem panas mikir ga karuan, gimana bisnisku … gimana ini itu anu. Koyok orang gila lha mikir jadi kemana-mana,” ujar Inul Daratista.
“Ini yang lebih dari aku banyak mikir perang dan berita perang seharian diberanda, badanku jadi mriang, badanmu gimana rek ?? Aku stress sampai makan krupuk habis seplastik,” tambah Inul Daratista.
Ia bahkan mengaku ikut tegang meski tidak terlibat langsung dalam konflik tersebut.
“Gak ikut perang ikut tegang, awak capek kerja seharian di + nonton lapak beranda isine perang.”
“Aku sih saking mikirnya kemana-mana jadi nyemil krupuk sama semangkuk bumbu pecel habis seplastik. Semoga semua kembali baik, turut berduka, Alfatihah buat yg wafat syahid,” tulisnya.
Umrah Ditunda Demi Keselamatan
Di tengah kekhawatiran itu, Inul juga memutuskan untuk menunda rencana umrah Ramadan bersama keluarga, meskipun seluruh persiapan sudah rampung.
“Inshaa Allah plan Umroh aku sekeluarga tertunda / sementara tdk jadi alias cancel. Padahal kurang 2 minggu lagi, baik hotel, ticket pesawat dan pengurusan Visa smua beres tinggal berangkat.”
“Saking sayangnya Allah sama aku dan keluarga, utk tdk jd berangkat. Uang bisa dicari tapi keselamatan lebih penting daripada astagfirullah hal adziim Innalillahi wa inna ilaihi roji’uun La illaa ha illallah. Allah masih sayang sama aku dan keluarga. Semoga semua kembali baik, inshaa Allah.”
“Allahu Akbar Semoga jamaah yang tertinggal di makkah madinah ataupun yang dalam perjalanan pulang diberi keselamatan dan kelancaran,” tambahnya.
Ekonom UGM Ingatkan Dampak Jangka Panjang
Sementara itu, Dosen FEB Universitas Gadjah Mada, Rimawan Pradiptyo, menilai dampak konflik berpotensi meluas dan berlangsung lama.
“Dan saya melihat sepertinya ini akan lama. Dampaknya akan lama, dampaknya juga akan luas. Ini yang jadi masalah,” ujar Rimawan.
Ia menyoroti potensi gangguan suplai minyak dunia serta sektor jasa, termasuk perjalanan umrah.
“Nah ini yang kita belum tahu sampai sedalam apa kemudian dampaknya ini. Tapi bagi pemerintah ini perlu hati-hati untuk melihat berbagai kemungkinan dampak dari perang itu sendiri,” tuturnya.
“Saat ini kan sebenarnya ekonomi itu masih dalam kontraksi juga. Bahwa itu perekonomian jadi sulit secara global lebih sulit dari yang kemarin, iya. Pasti ya. Apakah sampai ke resesi saya belum tahu,” urainya.
Rimawan juga meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan anggaran.
“Ya sebenarnya pemerintah perlu mengevaluasi berbagai kebijakan yang selama ini mungkin terlalu costly. Ya mohon maaf, kan kita itu dari sudut penerimaan negara itu sudah sub optimum. Penerimaan negaranya kan nggak tinggi,” ucapnya.
“Terus sekarang masih ada kemungkinannya kontraksi ekonomi akibat perang dan lain sebagainya. Ini kan kita harus memikirkan untuk mengencangkan ikat pinggang,” imbuhnya.

“Yang harus kita pikirkan sekarang adalah kebijakan yang diperlukan itu apa sih sebenarnya. Bukan yang menjadi agenda politik. Kita sudah lupakan itu agenda janji politik di masa lalu seharusnya harus diganti karena situasinya sudah berbeda sekarang. Dengan perang sekarang itu sudah berbeda,” ucapnya.
“Semua orang akan paham ya kalau misalkan pemerintah menghentikan beberapa kebijakan yang selama ini mungkin membutuhkan dana yang demikian besar, mungkin perlu dievaluasi lagi untuk melihat apakah kita akan ngerem untuk kemudian mengalokasikan dengan cara yang lebih baik,” pungkasnya.
Di tengah situasi global yang tak menentu, keresahan Inul menjadi gambaran bagaimana konflik internasional bisa berdampak hingga ke kekhawatiran pelaku usaha di dalam negeri.
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."











