Koperasi Desa Merah Putih dan Peranannya dalam Perekonomian Pedesaan
Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih saat ini sedang dalam proses pembangunan di berbagai desa se-Indonesia. Tujuan dari program ini adalah untuk menciptakan arena persaingan usaha yang adil antara ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart dengan pelaku usaha kecil, terutama warung kelontong serta pedagang pasar tradisional.
Pemerintah meminta agar ritel modern tidak berekspansi ke pedesaan, terutama di wilayah yang sudah memiliki Kopdes Merah Putih. Meskipun demikian, ritel modern yang sudah beroperasi tetap diperbolehkan menjalankan aktivitas jual beli seperti biasa. Namun, ekspansi lebih lanjut harus dikendalikan agar tidak mengancam kesejahteraan masyarakat setempat.
Menurut Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, hal ini dilakukan untuk menjaga keadilan dalam persaingan usaha. Ia menyatakan bahwa kehadiran ritel modern di pedesaan telah mengikis jumlah warung kelontong dan pedagang pasar tradisional. Data dari Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) menunjukkan bahwa jumlah warung kelontong telah berkurang 2,2 juta unit selama periode 2007-2025 dan 3.500 pedagang pasar tradisional berkurang selama 2007-2015.
“Kita juga mau berkompetisi, bersaing secara sehat asal arenanya juga sehat dan fair. Jangan karenanya enggak fair dan nggak sehat, terus kemudian kita suruh teman-teman dari asosiasi pedagang kaki lima suruh berkompetisi dengan retail modern, sampai kiamat nggak mungkin menang,” ujarnya.
Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi hub distribusi untuk warung kelontong dan pedagang pasar tradisional di masing-masing desa. Ferry menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih dimiliki oleh masyarakat desa sehingga keuntungan usaha akan berputar di wilayah setempat.
“Koperasi Desa Merah Putih yang nanti akan menjadi hub untuk bisa menjual barang-barang ke warung-warung, ke anggota-anggota asosiasi pedagang kaki lima Indonesia ini dengan harga yang relatif lebih murah dan terjangkau,” tuturnya.
Strategi Pemerintah dalam Memandirikan Ekonomi Masyarakat
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih disiapkan untuk menggantikan peran minimarket modern yang telah menjamur hingga ke pelosok desa. Strategi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memandirikan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
Ferry menyampaikan hal ini saat menghadiri acara Kolaborasi Koperasi Desa Merah Putih Ranjeng dengan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako di Serang, Banten, Selasa (24/2/2026). Ia menjelaskan bahwa kolaborasi antara koperasi desa dan penerima PKH akan memberikan dampak signifikan bagi perputaran uang di desa.
Dengan sistem koperasi, anggota akan membeli kebutuhan pokok di toko mereka sendiri, sehingga keuntungan tidak lari ke luar daerah. “Kemudian setiap tahun, setiap periodik mendapatkan manfaat dari sisa hasil usahanya (sebagai anggota kopdes),” ujar dia.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan kehadiran minimarket modern saat ini. Ferry menyoroti aliran dana dari ritel modern yang justru mengalir ke pemegang saham di kota-kota besar, bukan kembali ke masyarakat desa setempat. “Kalau retail modern yang sudah ada, itu uangnya kembali berpulang kepada pemegang saham. Mungkin pemegang sahamnya di Jakarta atau di mana, bukan di desa itu. Jadi ada perbedaan filosofinya,” jelas Ferry.
Sebagai langkah konkret untuk mendukung distribusi logistik, Ferry menambahkan bahwa di wilayah Kabupaten Serang akan dibangun pusat distribusi barang. Fasilitas ini nantinya bertugas menyuplai kebutuhan pokok untuk 100 Koperasi Desa Merah Putih di wilayah tersebut.
Kehadiran Koperasi sebagai Program Prioritas Nasional
Kehadiran koperasi ini merupakan bagian dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 yang melibatkan 18 kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah di berbagai tingkatan. “Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini diprioritaskan oleh Bapak Presiden sebagai program prioritas nasional,” kata Ferry menekankan pentingnya program ini.
Hingga saat ini, progres pembentukan koperasi ini diklaim berjalan sangat masif di seluruh wilayah Indonesia. “Alhamdulillah perhari ini sudah 83 ribu badan hukum Kooperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang ada di seluruh Indonesia,” tandas Ferry.
Persoalan Terkait Ekspansi Ritel Modern
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan akan meminta penjelasan terkait permintaan agar ekspansi bisnis Alfamart dan Indomaret disetop jika Kopdes Merah Putih sudah beroperasi. Pernyataan itu sebelumnya disampaikan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto dalam rapat dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, 12 November 2025 lalu.
Busan berencana menemui Yandri guna meminta penjelasan terkait pernyataannya tahun lalu yang hari ini kembali disorot. “Saya, saya rencananya ketemu Pak Mendes ya. Saya belum tahu maksudnya seperti apa sebenarnya,” kata Busan saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (24/2/2025).
Direktur Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, mengatakan penyebaran toko retail modern sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tentang Perdagangan maupun Undang-Undang tentang Perdagangan. Menurutnya, kebanyakan toko retail modern menyebar di perkotaan, sementara koperasi desa di wilayah rural.
“Jadi sampai sekarang kita masih jarang sekali menemukan retail modern yang berjejaring, itu ada di desa-desa. Jadi saya pikir enggak ada masalah, justru kita malah meng-encourage kemitraan antara koperasi dengan retail modern,” kata Iqbal.
Iqbal juga melihat keberadaan Kopdes Merah Putih dan retail modern telah memiliki pangsa pasar masing-masing. Koperasi menampung produk masyarakat setempat sementara toko retail modern menampung produk industri.
“Pasarnya sudah ada masing-masing,” ujar Iqbal. “Retail modern itu kan mungkin 80-90 persen itu yang mereka jual kan produk-produk yang dihasilkan oleh pabrikannya,” tambahnya.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











