My WordPress Blog
Bisnis  

Sri Lanka Tertarik Kelapa Minahasa Utara, Langsung Bahas Kerja Sama Pasokan

Potensi Komoditas Kelapa Minahasa Utara Menarik Perhatian Sri Lanka

Sulawesi Utara dikenal sebagai daerah yang kaya akan tanaman kelapa. Hal ini membuat wilayah ini memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas kelapa. Salah satu kabupaten di Sulawesi Utara, Minahasa Utara (Minut), memiliki lahan produktif yang sangat luas dan kualitas kelapa yang terkenal baik.

Pemkab Minut menunjukkan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan oleh International Coconut Community (ICC) dan negara Sri Lanka dalam menjajaki kerjasama pemenuhan kebutuhan komoditas kelapa dari Minut. Pertemuan antara Pemkab Minut dengan ICC dan Coconut Development Authority Sri Lanka berlangsung pada Rabu (11/2/2026).

Rombongan dari Sri Lanka diterima oleh Bupati Minut Joune Ganda yang diwakili oleh Sekda Minut Novly Wowiling. Dalam pertemuan tersebut, pihak Sri Lanka menawarkan permintaan untuk memenuhi kebutuhan komoditas kelapa yang tinggi di negaranya. Keberadaan Minut dinilai sangat mungkin untuk memenuhi kebutuhan lokal di Sri Lanka dalam hal bahan yang bersumber dari kelapa.

Pemkab Minut juga telah melakukan beberapa kerjasama dengan pihak internasional terkait pengelolaan kelapa. Dalam presentasi yang disampaikan oleh Sekda Minut, Novly Wowiling menyebutkan bahwa ada sekitar 50-60 ribu hektar lahan produktif penghasil kelapa di Minut. Selain itu, ada delapan perusahaan kelapa yang tersebar di beberapa desa dan kelurahan di Kabupaten Minut.

Potensi Ekonomi Berbasis Kelapa

Dalam pertemuan tersebut, Sekda Minut menjelaskan bahwa Minut memiliki potensi ekonomi yang kuat berbasis komoditas kelapa. Ada pabrik pengolahan kelapa yang melakukan ekspor produk seperti santan kelapa, santan beku, tepung kelapa, air kelapa, dan arang tempurung.

Selain itu, ada program Kementerian Pertanian RI yang melibatkan Minut dalam budidaya kelapa. Di samping itu, PTPN juga melakukan inisiasi penanaman bibit kelapa di area seluas kurang lebih 50 hektar, dengan target luasan 200 hektar. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan volume produksi dari produksi dasar yang telah eksisting.

Kerjasama dengan Sri Lanka

Jelfina Alouw, Director General Internasional Coconut Community, menambahkan bahwa pertemuan dengan Pemkab Minut membahas tentang kerjasama di sektor kelapa. Pihaknya menerima permintaan dari Pemerintah Sri Lanka. Sri Lanka merupakan salah satu dari 21 anggota ICC. Negara-negara lain yang menjadi anggota ICC meliputi Indonesia, Malaysia, Filipina, dan India.

Sri Lanka memiliki balai penelitian kelapa tertua di dunia. Otoritas kepala yang mengatur semua regulasi juga mendukung petani dalam peningkatan produksi dan fasilitas market. Mereka ingin melakukan impor bahan baku dan semi proses seperti coco chip, yang memiliki jumlah 300 juta butir kelapa per tahun.

Pihak Sri Lanka juga melihat potensi apakah memungkinkan impor buah kelapa Minut untuk di ekspor dalam mendukung industri kepala disana. Jika terjadi over suplay, pihak Sri Lanka akan lindungi petani dengan cara akan eksport kelebihan kelapa yang tak terserap Industri, agar harga stabil tidak anjlok.

Rombongan yang Hadir

Dalam pertemuan tersebut, hadir rombongan dari Sri Lanka yaitu Mr. S.H.S. Seneviratne Director Coconut, Mr. Shanta Ranatunga – Chairman, Mr. K.A.N.P. Kanugala – Director (Processing), Dr. Nayani S. Arachchige – Director, Ms. K.V.N.N. Jayalath Head of Division (Economics and Agribusiness Division). Lalu Ms. N.H.M.S. Chitrapala – Assistant Director (Research), Diana Novianti.

Lalu dari Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Palma (BRMP) Palma Sulawesi Utara ada WJ Sambiran dan Claudia Rahim.




Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *