Pengertian Saham Gorengan
Saham gorengan adalah istilah yang digunakan di pasar saham Indonesia untuk menggambarkan saham yang pergerakan harganya tidak didasarkan pada fundamental perusahaan yang kuat, melainkan dimanipulasi secara spekulatif. Pergerakan harga saham ini sering kali tidak mencerminkan mekanisme pasar yang sehat dan kerap dipengaruhi oleh praktik manipulasi.
Senior Investment Information dari Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa saham gorengan memiliki ciri khas seperti kenaikan harga yang tidak wajar, volume transaksi tinggi tiba-tiba, serta volatilitas yang sangat tinggi. Ia mencontohkan pola pump and dump yang sering terjadi, di mana harga saham dinaikkan secara artifisial untuk menarik minat investor ritel, lalu dilepas secara massal setelah mencapai puncaknya.
Ciri-ciri Saham Gorengan
Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara aktif memantau saham-saham yang terindikasi mengalami aktivitas tidak biasa atau Unusual Market Activity (UMA). Berikut ciri-ciri saham gorengan yang perlu diwaspadai:
- Kenaikan harga yang tidak wajar: Saham gorengan umumnya menunjukkan lonjakan harga yang ekstrem dalam waktu singkat tanpa adanya berita positif atau laporan keuangan yang mendukung.
- Volume transaksi tinggi secara tiba-tiba: Saham dengan kapitalisasi kecil mendadak mencatatkan lonjakan volume transaksi yang signifikan.
- Volatilitas tinggi: Pergerakan harga saham sangat fluktuatif, naik-turun dalam jangka pendek.
- Fundamental lemah: Emiten yang bersangkutan biasanya tidak memiliki kinerja keuangan yang solid.
- Masuk dalam daftar UMA atau papan pemantauan khusus: BEI secara rutin merilis daftar saham yang masuk pengawasan karena pergerakan harganya dinilai mencurigakan.
- Beredar isu atau sentimen tidak jelas: Pergerakan saham sering dikaitkan dengan rumor, berita sensasional, atau informasi yang belum terverifikasi di media sosial dan grup investasi.

Risiko Investasi Saham Gorengan
Investasi saham gorengan berisiko tinggi. Investor ritel sering kali menjadi korban karena masuk ketika harga saham sudah berada di puncaknya. Ketika bandar mulai menjual saham dan harga turun drastis, investor yang terlambat keluar bisa menderita kerugian besar.
Mengutip data BEI, hingga akhir 2024, terdapat lebih dari 200 saham yang masuk dalam Papan Pemantauan Khusus. Banyak di antaranya menunjukkan gejala-gejala saham gorengan, seperti harga yang melonjak tajam tanpa dukungan fundamental.
Selain itu, jumlah investor ritel di Indonesia kini telah mencapai lebih dari 8 juta, didominasi oleh generasi muda. Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) juga turut mendorong aksi beli tanpa pertimbangan matang, memperbesar potensi kerugian.
Tips Menghindari Risiko Investasi
Agar terhindar dari risiko tersebut, investor disarankan memilih saham-saham yang masuk dalam indeks likuid BEI, seperti IDX30 dan LQ45. Selain itu, investor juga perlu membekali diri dengan analisis fundamental sebelum mengambil keputusan investasi.
Sebagai informasi, IDX30 merupakan indeks yang mengukur kinerja harga 30 saham dengan likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar, serta didukung oleh fundamental perusahaan yang relatif kuat. Saham-saham IDX30 terbaru periode 3 Februari-30 April 2026 di antaranya, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Indofood CBP Tbk (ICBP), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Indah Kiat Pulp & Paper Corp Tbk (INKP), dan lainnya.
Sedangkan LQ45 merupakan kelompok yang mencakup 45 saham dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar. Saham Indeks LQ45 periode Februari – April 2026, di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT United Tractors Tbk (UNTR), dan lainnya.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











