My WordPress Blog
Daerah  

Kisah Bupati Kubu Raya yang Terjebak Lift Bersama 6 Pekerja Masjid Awwaluddin

Kecelakaan di Proyek Masjid Agung Awwaluddin Kubu Raya

Baru-baru ini, Bupati Kubu Raya, Sujiwo, memberikan pernyataan terkait insiden kecelakaan kerja yang terjadi di proyek Masjid Agung Awwaluddin Kubu Raya. Insiden tersebut terjadi pada Jumat 10 April 2026, siang, di Jalan Adisucipto, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya. Enam pekerja bangunan menjadi korban setelah terjatuh dari ketinggian sekitar 7 meter karena diduga lift barang yang mereka gunakan rusak.

Sujiwo mengungkapkan bahwa dirinya pernah menggunakan lift barang tersebut saat melakukan peninjauan proyek. Beruntung, dalam peninjauan tersebut tidak terjadi apa-apa. Ia juga menyatakan bahwa saat itu semua dalam keadaan baik.

“Untung kemarin waktu kita ninjau di sana itu tidak terjadi apa-apa, karena ya pakai lift juga gitu,” katanya kepada media, Minggu 12 April 2026.

Ia pun mengaku sangat bersyukur karena masih diberikan keselamatan dan mengingatkan secara keras kepada semua pelaksana, baik swasta maupun pemerintah, agar dapat memperhatikan keselamatan para pekerja. “Terutama kepada penanggung jawab pelaksana di sana, saya sudah peringatkan secara keras untuk selalu diperhatikan keselamatan. Contoh misalnya helm, itu wajib digunakan. Kemudian harus dicek misalnya di situ ada lift kerja, seperti apa kondisi lift kerja itu,” imbuhnya.

Di sisi lain, menanggapi pembiayaan korban yang terlibat dalam kejadian tersebut, Sujiwo memastikan bahwa akan memberikan atensi secara khusus. “Kemarin sudah kita instruksikan kepada Dinas Kesehatan untuk mengawal, membackup berkaitan dengan pembiayaan para pekerja, kita cek nanti mana yang tercover BPJS, mana yang tidak. Saya juga akan diskusi dengan kepala rumah sakitnya,” tutup Sujiwo.

Detik-Detik Lift Jatuh

Keluarga korban, Suheri (49), mengungkapkan bahwa insiden tersebut diduga disebabkan oleh patahnya baut pada lift material. “Mereka mau turun untuk istirahat, diduga bautnya patah lalu jatuh,” ujarnya saat ditemui di sekitar RSAU dr. Mohammad Sutomo, Jumat 10 April 2026 sore.

Terpisah, keluarga korban lainnya, Saryati, mengungkapkan kronologi kejadian berdasarkan informasi yang diterima dari rekan kerja orang tuanya. “Jadi mereka mau turun istirahat pakai lift dari atas sekitar kurang lebih 7 meter ketinggiannya. Tiba-tiba talinya putus terus jatuh,” ungkap Saryati.

Saryati menyebut kondisi korban langsung mengalami luka serius. Di antaranya rahang patah, lidah robek, dan bagian kepala masih dalam pengecekan. “Kemungkinan akan jalani operasi bang, sementara masih di cek karena lehernya gak bisa gerak juga,” ungkapnya. Kendati demikian, ia mengatakan bahwa kondisi ayahnya masih dalam keadaan sadarkan diri.

Ia berharap agar pihak terkait dapat menunaikan kewajibannya untuk bertanggung jawab mengenai proses pembiayaan.

Tiga Orang Luka Parah

Diduga, korban yang mengalami luka lebih parah adalah mereka yang berada dalam posisi berdiri saat lift jatuh. Dari total korban, tiga orang dilaporkan mengalami luka berat, yakni Samiri, Markoat, dan Mistuki, yang merupakan warga Parit Keramat, Dusun Keramat 1.

Samiri mengalami patah rahang serta cedera kepala, Markoat mengalami patah tangan dan kaki, sementara Mistuki mengalami patah rahang dan cedera pada tulang belakang. Sementara tiga pekerja lainnya mengalami luka lebih ringan, namun tetap mendapatkan perawatan medis.


Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *