Kondisi Kali Ciliwung di Menteng Jakarta Pusat yang Mengkhawatirkan
Kondisi aliran Kali Ciliwung di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, tampak sangat mengkhawatirkan. Air yang keruh dan penuh dengan sampah rumah tangga serta sedimen lumpur terlihat jelas. Di sepanjang bantaran kali, nampak endapan seperti “pulau” yang terbentuk dari sedimen tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa masalah lingkungan di kawasan ini belum mendapatkan perhatian serius.
Kondisi kumuh ini sudah berlangsung cukup lama, meskipun berada di area strategis dekat permukiman dan fasilitas umum. Warga setempat menyebutkan bahwa penanganan yang dilakukan oleh pihak berwenang masih belum maksimal. Bahkan, beberapa warga mengeluh bahwa tidak ada langkah nyata yang dilakukan untuk memperbaiki kondisi lingkungan sekitar bantaran kali.
Pantauan pada Minggu (12/4/2026) pukul 13.00 WIB menunjukkan bahwa aliran kali dipenuhi oleh berbagai jenis sampah. Sampah rumah tangga, termasuk kasur dan ranting pohon, terlihat mengapung di permukaan air. Selain itu, tanaman liar dan lumut juga mulai memenuhi dinding turap, semakin memperparah kondisi lingkungan.
Kondisi ini terpantau hingga lebih dari satu kilometer, mulai dari depan Masjid Jami Matraman hingga ke Jalan Diponegoro, Menteng. Meski berada di tengah kota, aliran kali ini tampak jauh dari harapan. Area ini bahkan berdekatan dengan gedung-gedung tinggi, termasuk Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat untuk menjaga lingkungan.
Penanganan yang Belum Tuntas
Meski petugas sempat melakukan pembersihan, luasnya area yang tercemar membuat proses penanganan belum sepenuhnya tuntas. Warga setempat mengeluh bahwa upaya pembersihan yang dilakukan belum cukup efektif dalam mengatasi masalah sampah dan sedimen yang terus menumpuk.
Selain itu, sebagian warga memanfaatkan kondisi aliran kali yang penuh dengan sedimen untuk mencari cacing. Mereka menggali sedimen tersebut untuk menemukan cacing yang kemudian dijual sebagai bahan pakan ternak. Seorang warga yang sedang mencari cacing mengatakan bahwa kedalaman air saat ini hanya sekitar 1 meter. Hal ini disebabkan oleh pintu air Manggarai yang sedang ditutup.
“Kalau pintu airnya ditutup, airnya jadi cetek. Kalau pintu air Manggarai dibuka, airnya tinggi jadi lumpurnya enggak kelihatan,” ujarnya.
Menurutnya, ia dan warga lainnya rutin mencari cacing di aliran kali ini. Hasil yang didapat bisa mencapai 5 sampai 7 kilogram per hari. Dengan harga jual sekitar Rp 10 ribu per kilogram, penghasilan ini menjadi tambahan penghasilan bagi warga setempat.
Upaya Pembersihan yang Dilakukan
Pada Minggu pagi, petugas UPS Badan Air Jakarta Pusat melakukan kerja bakti untuk membersihkan sampah dan lumpur di aliran kali tersebut. Namun, karena luasnya area yang tercemar, proses pembersihan masih belum selesai sepenuhnya. Warga berharap agar pemerintah dapat lebih proaktif dalam mengatasi masalah lingkungan di sekitar Kali Ciliwung.
Foto-Foto Kondisi Kali Ciliwung
















