Penimbunan 1000 Tabung Elpiji di Lumajang, Pertamina Tindak Lanjuti
Pertamina Patra Niaga telah mengambil tindakan terhadap praktik penimbunan elpiji yang dilakukan oleh pangkalan di Dusun Kebonsari, Kabupaten Lumajang. Hal ini terjadi di tengah situasi kelangkaan elpiji yang dialami masyarakat setempat.
Menurut informasi yang diperoleh, ada indikasi bahwa sebanyak 1000 tabung kosong sengaja ditimbun oleh pangkalan tersebut. Tindakan ini memicu kenaikan harga elpiji yang jauh melebihi Harga Eceran Terendah (HET), sehingga menyebabkan ketidakstabilan pasokan dan kesulitan bagi masyarakat.
Sanksi yang Diberikan oleh Pertamina
Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Jatimbalinus, menjelaskan bahwa Pertamina Patra Niaga melalui agen langsung memberikan sanksi berupa Pemutusan Hubungan Usaha (PHU) kepada pangkalan yang terlibat dalam penimbunan tersebut. Selain itu, agen terkait juga mendapatkan sanksi berupa pemotongan alokasi elpiji.
Ahad menilai bahwa tindakan ini sebagai bentuk peringatan terhadap semua agen dan pangkalan agar tidak melakukan penyimpangan dalam distribusi elpiji subsidi. Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan yang telah ditetapkan.
“Kami akan terus memantau penyaluran elpiji melon di Lumajang karena masyarakat daerah ini sudah tiga pekan kesulitan mendapatkan LPG 3 Kilogram,” ujarnya.
Untuk mitigasi, Pertamina telah melakukan penyaluran tambahan sebanyak 18 ribu tabung pada pekan lalu. Jumlah ini mencapai 45 persen dari alokasi normal.
Bupati Lumajang Ungkap Bukti Penimbunan
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengungkapkan bahwa ada sebanyak 1000 tabung elpiji yang sengaja ditimbun oleh pangkalan. Informasi ini didapat setelah dilakukan penelusuran lapangan.
Menurut Bunda Indah, sejumlah pangkalan diduga kuat telah menimbun lebih dari 1.000 tabung kosong, serta ada 500 tabung berisi yang sengaja mereka tahan. Ia menjelaskan bahwa hal ini dilakukan untuk memanfaatkan kepanikan masyarakat saat menjelang lebaran.
“Tabung gas melon di momen tersebut merupakan kebutuhan penting. Oleh karena itu, para pangkalan memanfaatkan situasi ini dengan menaikkan harga secara signifikan,” ujarnya saat rapat koordinasi kelangkaan, Kamis (9/4/2026).
Ia menilai bahwa harga elpiji subsidi melambung jauh di atas harga resmi. Bahkan, banyak warga yang rela membayar mahal asalkan tabung tersedia.
Tindakan Hukum dan Pengawasan
Indah mengaku telah menyerahkan bukti pelanggaran pangkalan nakal tersebut kepada polisi berupa foto dan video, supaya mereka ditindak secara hukum. Ia juga menyerahkan bukti video dan foto kepada SBM Pertamina agar segera ditutup hari ini.
“Bukti video dan foto juga kami serahkan kepada SBM Pertamina agar segera ditutup hari ini,” bebernya.
Masalah yang Diangkat
Penimbunan elpiji ini menjadi isu yang sangat serius, terutama karena mengganggu distribusi yang seharusnya tepat sasaran. Masyarakat merasa dirugikan akibat harga yang tidak sesuai dengan HET dan pasokan yang tidak stabil.
Bupati Lumajang berharap, dengan adanya tindakan dari Pertamina dan pihak berwenang, masalah ini dapat segera terselesaikan. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan hak masyarakat dirugikan.
Foto: TRIBUNJATINTIMUR.COM/ Dokumen Pertamina










