Program KUR BRI 2026: Solusi Pendanaan untuk Pelaku UMKM
Bank BRI menawarkan berbagai opsi pendanaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program ini dirancang untuk memberikan dukungan finansial secara berjenjang, mulai dari jangka pendek hingga panjang. Dengan plafon pinjaman yang mencapai Rp 500 juta dan tenor fleksibel antara 12 hingga 60 bulan, program ini menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang membutuhkan dana usaha.
Pengajuan KUR BRI bisa dilakukan secara langsung atau melalui platform online. Hal ini sangat membantu bagi pelaku UMKM yang kesulitan mengajukan pinjaman secara offline. Selain itu, program KUR BRI 2026 telah dibuka dengan suku bunga bersubsidi dari pemerintah sebesar 6 persen efektif per tahun untuk pengajuan pertama. Suku bunga ini setara dengan 0,5 persen per bulan secara flat. Namun, untuk pengajuan kedua dan seterusnya, bunga akan meningkat secara bertahap menjadi 7 persen, 8 persen, hingga 9 persen per tahun.
Sebelum mengambil keputusan, penting bagi pelaku UMKM untuk memahami simulasi cicilan bulanan. Simulasi ini menjadi langkah awal yang krusial agar nominal angsuran sesuai dengan kemampuan keuangan usaha. Angka-angka di bawah ini merupakan estimasi dan bisa sedikit berbeda tergantung tanggal pencairan, hasil analisis kredit, serta kebijakan masing-masing unit BRI.
Simulasi Cicilan Bulanan KUR BRI 2026
Berikut adalah simulasi cicilan bulanan KUR BRI 2026 untuk plafon pinjaman dari Rp 1 juta hingga Rp 10 juta:
-
Plafon Rp 1.000.000
12 bulan: Rp 88.333
18 bulan: Rp 60.556
24 bulan: Rp 46.667
36 bulan: Rp 32.778
48 bulan: Rp 25.833
60 bulan: Rp 21.667 -
Plafon Rp 2.000.000
12 bulan: Rp 176.667
18 bulan: Rp 121.111
24 bulan: Rp 93.333
36 bulan: Rp 65.556
48 bulan: Rp 51.667
60 bulan: Rp 43.333 -
Plafon Rp 3.000.000
12 bulan: Rp 265.000
18 bulan: Rp 181.667
24 bulan: Rp 140.000
36 bulan: Rp 98.333
48 bulan: Rp 77.500
60 bulan: Rp 65.000 -
Plafon Rp 4.000.000
12 bulan: Rp 353.333
18 bulan: Rp 242.222
24 bulan: Rp 186.667
36 bulan: Rp 131.111
48 bulan: Rp 103.333
60 bulan: Rp 86.667 -
Plafon Rp 5.000.000
12 bulan: Rp 441.667
18 bulan: Rp 302.778
24 bulan: Rp 233.333
36 bulan: Rp 163.889
48 bulan: Rp 129.167
60 bulan: Rp 108.333 -
Plafon Rp 6.000.000
12 bulan: Rp 530.000
18 bulan: Rp 363.333
24 bulan: Rp 280.000
36 bulan: Rp 196.667
48 bulan: Rp 155.000
60 bulan: Rp 130.000 -
Plafon Rp 7.000.000
12 bulan: Rp 618.333
18 bulan: Rp 423.889
24 bulan: Rp 326.667
36 bulan: Rp 229.444
48 bulan: Rp 180.833
60 bulan: Rp 151.667 -
Plafon Rp 8.000.000
12 bulan: Rp 706.667
18 bulan: Rp 484.444
24 bulan: Rp 373.333
36 bulan: Rp 262.222
48 bulan: Rp 206.667
60 bulan: Rp 173.333 -
Plafon Rp 9.000.000
12 bulan: Rp 795.000
18 bulan: Rp 545.000
24 bulan: Rp 420.000
36 bulan: Rp 295.000
48 bulan: Rp 232.500
60 bulan: Rp 195.000 -
Plafon Rp 10.000.000
12 bulan: Rp 883.333
18 bulan: Rp 605.556
24 bulan: Rp 466.667
36 bulan: Rp 327.778
48 bulan: Rp 258.333
60 bulan: Rp 216.667
Untuk pelaku UMKM yang baru memulai usaha, disarankan untuk mengajukan pinjaman dengan plafon minimalis antara Rp 1 juta hingga Rp 10 juta. Plafon ini cocok untuk usaha rintisan atau pedagang kecil yang membutuhkan modal awal. Dengan plafon Rp 1 juta dan tenor terpanjang 60 bulan, cicilan bulanan hanya sekitar Rp 21 ribuan, yang tergolong ringan bagi pelaku usaha kecil.
Dengan informasi simulasi cicilan bulanan ini, pelaku UMKM dapat lebih mudah merencanakan anggaran dan memilih plafon serta tenor yang sesuai dengan kebutuhan. Pastikan untuk memperhatikan detail-detail penting sebelum mengajukan pinjaman agar tidak mengganggu kelancaran operasional usaha.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”











