My WordPress Blog
Daerah  

Jalan Medan-Marelan Macet, Plt Kadis SDABMBK: Wewenang Sumut Itu

Kondisi Jalan Marelan Raya yang Memprihatinkan

Jalan Marelan Raya, yang menjadi jalur utama penghubung antara Kota Medan dengan kawasan Marelan hingga Belawan, kini dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Aspal yang mulai mengelupas dan lubang-lubang besar di sepanjang jalan membuatnya menjadi “jebakan maut” bagi para pengendara, terutama saat hujan turun.

Pantauan di lokasi pada hari Minggu (5/4/2026) menunjukkan bahwa jalan tersebut dipenuhi oleh lubang besar dan genangan air. Di Pasar 8 Helvetia, Pasar III Marelan, serta Pasar II Marelan, kondisi jalan terlihat sangat parah. Aktivitas truk berlebihan terlihat keluar masuk dari gudang besi dan barang bekas, semakin memperparah kerusakan jalan.

Banyak pengendara sepeda motor harus memperlambat laju kendaraannya atau bahkan melakukan zig-zag untuk menghindari lubang-lubang besar. Sementara itu, truk-truk besar bermuatan berat, mulai dari tronton hingga kendaraan logistik, terus melintas tanpa henti. Hal ini memperburuk kondisi jalan yang sudah rusak parah.

Jalur ini merupakan akses vital menuju kawasan industri dan pelabuhan di Belawan, yang menjadi nadi distribusi barang di Kota Medan. Namun, kondisi jalan yang tidak terawat telah menyebabkan banyak keluhan dari warga setempat.

Soegi (63), seorang warga Marelan, mengaku bahwa kondisi jalan sudah lama rusak namun belum kunjung diperbaiki. Ia menyebutkan bahwa kerusakan semakin parah dalam beberapa bulan terakhir.

“Setiap hari kami lewat sini, bang. Lubangnya dalam-dalam, kalau malam atau hujan sangat bahaya. Sudah banyak yang jatuh,” ujarnya yang merupakan sopir taksi online.

Keluhan serupa juga datang dari warga Marelan Pasar IV, Putri, seorang mahasiswi yang merasa aktivitasnya terganggu dan was-was setiap pergi kuliah. Minal, seorang pedagang, juga mengeluhkan dampak buruk dari kondisi jalan yang rusak terhadap ekonominya.

“Kalau hujan, jalan tergenang. Kami jadi susah lewat, pembeli juga berkurang. Padahal ini jalan utama ramai aktivitas,” katanya.

Warga pun mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan ini. Mereka menilai, kerusakan jalan yang dibiarkan berlarut-larut menunjukkan lemahnya perhatian terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

“Kami ini bayar pajak tiap tahun. Tapi jalan seperti ini yang kami dapat. Sampai kapan dibiarkan?” keluh warga lainnya.

Sementara itu, Plt Kadis SDABMBK Kota Medan, Ferry Ichsan, menyebut bahwa status Jalan Marelan Raya merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“Izin bang, jalan Marelan itu kewenangan Provinsi Sumatera Utara,” ujarnya.

Saat ditanya soal upaya apa yang telah dilakukan, ia mengaku pihaknya telah berulang kali melakukan koordinasi dengan Pemprov Sumut terkait kondisi tersebut. Anehnya, kondisi jalan rusak sudah bertahun-tahun tanpa ada tindakan.

“Kita sudah beberapa kali menyampaikan dan berkoordinasi. Mudah-mudahan segera ada penanganan dari Pemprov Sumut,” katanya.

Namun, pernyataan tersebut justru menuai kritik. Warga menilai koordinasi tanpa aksi nyata hanya menjadi alasan klasik, sementara kondisi jalan terus memburuk dan membahayakan pengguna.

Jika dibiarkan berlarut-larut, kerusakan Jalan Marelan Raya tak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga berpotensi menghambat roda perekonomian Kota Medan, khususnya distribusi barang dari dan menuju kawasan pelabuhan Belawan.


Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *