My WordPress Blog
Daerah  

Gubernur: Dua Gempa, Dua Gedung KONI Manado Roboh

Gempa Berulang Menghancurkan Gedung KONI di Manado

Gempa bumi yang terjadi di Sulawesi Utara kembali menimbulkan dampak besar. Dalam peristiwa kali ini, Gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Manado mengalami kerusakan parah akibat gempa berkekuatan 7,6 magnitudo. Tidak hanya sekali, gedung tersebut roboh dua kali karena gempa. Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus Komaling dalam konferensi pers bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pihak terkait lainnya.

Gempa yang terjadi pada Kamis (2/4/2026) menyebabkan kanopi Gedung KONI di Manado, Sulawesi Utara, roboh. Insiden ini menewaskan seorang warga bernama Deice Lahia (69 tahun). Menurut data sementara, sebanyak 25 rumah di Manado mengalami kerusakan ringan dengan estimasi kerugian mencapai Rp500 juta.

Namun, kerusakan terparah justru terjadi pada Gedung KONI yang terletak di Jalan Jendral Ahmad Yani, Sario Utara, Kecamatan Sario, Kota Manado. Gedung ini digunakan untuk olahraga tinju dan basket di kota tersebut. Ternyata, ini bukan pertama kalinya gedung ini roboh akibat gempa.

Yulius mengungkapkan bahwa dua tahun lalu, gedung tersebut juga pernah roboh akibat gempa dengan kekuatan 5,2 skala Richter (SR). Ia menyampaikan bahwa kondisi ini sangat memprihatinkan, terlebih setelah gempa kali ini memiliki kekuatan yang jauh lebih besar.

“Kantor KONI fatal dua kali gempa bumi dua kali roboh. Dua tahun lalu juga seperti ini, 5,2 SR saja roboh apalagi ini 7,6 magnitudo,” ujarnya.

Akibat gempa tersebut, satu orang meninggal dunia dan satu orang lagi terluka karena loncat dari lantai dua gedung. Sampai saat ini, data masih dalam proses pengumpulan.

Kronologi Runuhnya Gedung KONI

Seorang saksi mata, Rasid Poli, menjelaskan kronologi runtuhnya gedung sesaat setelah gempa. Saat kejadian, ia sedang mencangkul di samping kanopi Gedung KONI. Tiba-tiba terjadi gempa, sehingga para warga di dalam gedung berlarian keluar, termasuk Deice Lahia (69).

Naasnya, Deice yang berlari untuk menyelamatkan diri justru tertimpa bangunan. “Ia tertimpa bangunan di bagian tengah kanopi,” katanya.

Rasid mengaku kenal dekat dengan korban. Deice sehari-harinya berjualan di seputaran lapangan KONI Sario, Manado. Ia juga merupakan kakak dari petinju kawakan Sulut, Ilham Lahia.

Dampak Tambahan: Tsunami Akibat Gempa

Selain merusak bangunan, gempa yang berpusat di Bitung, Sulawesi Utara, juga menimbulkan tsunami setinggi 0,3 meter menurut laporan BMKG. Warga merekam bibir pantai yang sempat terkena ombak tsunami kecil. Arus di bibir pantai cukup kuat, seperti yang terlihat dari video yang dibagikan Facebook Sumiati S.

Warga pun ramai-ramai menyaksikan tsunami kecil yang terjadi di Sidangoli Gam, Maluku Utara. BMKG melaporkan gempa yang menimbulkan tsunami itu terjadi di Maluku Utara dan Sulawesi Utara pada 2 April 2026 pukul 05.48 WIB. Titik koordinat gempa berada di 1,25 Lintang Utara 126.27 Bujur Timur dengan kedalaman 62 km.

Tsunami juga dilaporkan terjadi di Halmahera Barat pukul 06:08 WITA setinggi 0,3 meter dan di Bitung pukul 06:15 WITA setinggi 0,2 meter. Di Minahasa Utara, Belang, dan Sidangoli, tsunami terjadi dengan ketinggian hingga 0,75 meter.


Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *