Inisiatif IKA Unand Membangun Hunian Sementara untuk Korban Bencana
Banyak masyarakat yang terdampak bencana di Kota Padang masih tinggal di tenda darurat setelah mengalami kerusakan akibat banjir bandang. Dalam upaya memberikan tempat tinggal yang layak, inisiator dari Universitas Andalas (Unand) membangun hunian sementara sehat layak (hunsela) untuk para penyintas.
Program ini berawal dari temuan tim yang melihat korban bencana masih bertahan di tenda darurat. Sebanyak 11 unit hunsela lebih dulu dibangun di Kampung Talang, Pauh. Kini, dua unit hunsela telah berdiri di Kubang, Limau Manis, meski lahan yang tersedia cukup sempit.
Inisiator pembangunan hunsela, Heni Herwina, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Program ini tidak hanya memberikan sandang dan pangan, tetapi juga menyediakan tempat tinggal yang layak.
Awal Mula Pembangunan Hunsela
Heni mengungkapkan bahwa awal mula pembangunan hunsela terjadi setelah banyak masyarakat tidak mendapatkan tempat tinggal layak pasca bencana di Batu Busuak, Padang. Temuan di lapangan pada akhir November 2025 menunjukkan bahwa korban bencana masih tinggal di tenda darurat. Akhirnya, pembangunan hunsela terus berkembang karena dukungan dari para donatur.
Pembangunan pertama kali dilakukan di Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh dengan total 11 unit. Selain itu, IKA Unand juga bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan mendapatkan bantuan panel surya.
Rencana Pengembangan Hunsela
Rancangan hunsela di Kampung Talang dinilai layak, sehingga pembangunan terus dilanjutkan. Heni menyebutkan bahwa rencananya akan dibangun total 35 unit hunsela di empat titik lokasi. Dua lokasi sudah terlaksana, yaitu 11 unit di Kampung Talang dan dua unit di Kubang, Kelurahan Limau Manis, yang diresmikan hari ini.
Pembangunan dua unit hunsela di Kubang sempat diragukan karena lahan yang sempit. Namun, berkat kepiawaian tukang dan bantuan masyarakat, akhirnya bisa terwujud. Bahkan, dua unit hunsela tersebut layak ditempati oleh penyintas bencana dari Batu Busuak.
Penyerahan Kunci dan Bantuan Lainnya
Kunci dua unit hunian sementara sehat layak (hunsela) diserahkan kepada korban bencana oleh para inisiator di Kubang, Kelurahan Limau Manis, Kota Padang, Sabtu (4/4/2026). Selain penyerahan kunci rumah, inisiator juga menyerahkan secara simbolis dua unit lemari pakaian untuk kebutuhan korban bencana dari Kelurahan Lambung Bukit, kawasan Batu Busuak.
Diketahui, bencana banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu, menghancurkan rumah, lahan pertanian serta harta benda masyarakat. Pasca kejadian, para korban bencana banyak yang menetap di kediaman keluarga dan ada juga yang sudah tinggal di huntara. Hingga akhirnya, dibangun hunsela untuk korban bencana di beberapa titik lokasi. Mulai dari Kampung Talang di Kapalo Koto, Kubang di Kelurahan Limau Manis serta Pisang di Kelurahan Piai.
Kolaborasi dalam Pembangunan
Hunsela ini diinisiasi oleh Pusat Studi Bencana Unand, IKA Alumni Unand, Karang Taruna Kapalo Koto dan Asosiasi Perempuan Peduli Bencana. Ketua Majelis Wali Amanah (MWA) Unand, Febrin Anas Ismail, menyampaikan bahwa hari ini kita menyerahkan dua unit hunsela kepada korban bencana. Ia menilai bantuan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian keluarga di kampus Unand terhadap masyarakat di sekitar Kelurahan Limau Manis yang terdampak bencana.
Febrin menambahkan bahwa manusia hidup berdampingan, bersama saling membantu, tolong menolong jika ada yang terkena musibah. Hari ini memang dua yang diresmikan, namun sebelumnya ada 11 hunsela di Kampung Talang, Kelurahan Kampung Koto dan sudah ditempati korban bencana.
Tantangan dan Keberhasilan
Meski ada tantangan dalam pembangunan hunsela, seperti lahan yang sempit, masyarakat dan tukang berhasil membuat hunian yang layak. Dengan adanya 35 unit hunsela yang direncanakan, harapan besar dipegang agar semua korban bencana dapat memiliki tempat tinggal yang layak.










