My WordPress Blog
Daerah  

Nelayan Lingga Hilang Saat Melaut Ditemukan di Jambi, Jenazah Rahman Tiba Hari Ini

Penemuan Kerangka Nelayan yang Hilang di Laut

Rahman Gani (65), seorang nelayan yang tinggal di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akhirnya ditemukan setelah dilaporkan menghilang saat melaut sejak Jumat (13/3/2026). Kerangka lansia tersebut ditemukan di pesisir Desa Sungai Sayang, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi pada Rabu (25/3/2026).

Penemuan ini menjadi kabar terbaru yang mengejutkan masyarakat. Ambo Senang (29), seorang petani yang tinggal di RT 03, Dusun I, Desa Sungai Sayang, menemukan jasad manusia saat mencari kepiting di pesisir pantai pada pukul 13.00 WIB. Sekira pukul 15.30 WIB, ia mencium bau menyengat seperti bangkai di sekitar lokasi.

Merasa curiga, ia mengecek dan menemukan kerangka manusia di area tersebut. Usai menemukan kerangka itu, saksi langsung pulang dan melaporkan kepada Kepala Dusun I Desa Sungai Sayang, Ambo Angke (49). Sekira pukul 18.00 WIB, Kepala Dusun kemudian menghubungi pihak kepolisian, dalam hal ini Kapolsek Sadu, untuk melaporkan penemuan tersebut.

Identifikasi Korban

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga, Oktanius Wirsal, mengungkap bahwa berdasarkan ciri-ciri yang ditemukan di lokasi, diduga kuat itu adalah Rahman Gani. Yakni mengenakan kaos panjang warna abu-abu di bagian depan dan ungu di bagian lengan.

“Rencana subuh tadi diberangkatkan dari sana. Sesuai jadwal, hari ini akan sampai ke Lingga,” ungkap Okta saat dikonfirmasi. Ia mengatakan, penjemputan jenazah korban dilakukan oleh pihak keluarga, didampingi personel Polsek Daik.

Proses Pencarian yang Dilakukan

Pencarian Rahman Gani (65), seorang nelayan Lingga yang hilang saat melaut, dilakukan setelah pihak keluarga melaporkan jika yang bersangkutan belum juga pulang hingga Sabtu (14/3/2026) sore. Pihak keluarga bersama masyarakat kemudian melakukan pencarian awal secara mandiri.

Dalam pencarian tersebut, warga hanya menemukan jaring milik korban pada Sabtu pagi sekira pukul 07.00 WIB. Namun, hingga kini korban beserta perahunya masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian dengan menyisir area perairan sekitar lokasi penemuan jaring korban, sembari berharap korban dapat segera ditemukan.

Upaya pencarian seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berlanjut hingga Minggu (15/3/2026). Tim SAR gabungan kembali melakukan penyisiran di lokasi terakhir korban diduga berada.

Kanit SAR Lingga, Oktarian, mengatakan pada Minggu pagi tim gabungan telah melaksanakan apel persiapan sebelum melanjutkan operasi pencarian. “Pada pukul 10.30 WIB, tim SAR gabungan telah melaksanakan apel persiapan personel untuk melaksanakan pencarian, dan bergerak menyisiri perairan Sungai Pinang,” ungkap Okta saat dikonfirmasi.

Komposisi Tim dan Kendala dalam Pencarian

Tim terdiri dari tujuh orang SAR Unit Lingga di Penuba, dua orang BPBD, satu orang Babinsa, tiga personel Pos AL Tanjung Buton, dan dua personel Polsek Lingga. Dalam operasi tersebut, tim menggunakan dua unit armada laut. Yakni satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) milik SAR dan satu unit pompong mesin 4D milik nelayan setempat untuk memperluas area pencarian.

Namun demikian, proses pencarian sempat mengalami keterlambatan akibat kondisi cuaca yang kurang bersahabat. “Kendala di lapangan, pencarian sempat terlambat dilaksanakan karena kondisi cuaca hujan disertai angin kencang,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lingga, Oktanius Wirsal, mengatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait setelah menerima informasi dari masyarakat. “Setelah menerima laporan dari warga dan keluarga korban, BPBD langsung berkoordinasi dengan tim SAR gabungan untuk melakukan upaya pencarian,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, kondisi di lapangan sempat menjadi kendala karena air laut dalam kondisi surut, sehingga pergerakan perahu warga untuk membantu pencarian belum bisa dilakukan secara maksimal. “Kondisi air yang masih surut membuat pergerakan perahu masyarakat terbatas. Namun tim SAR gabungan tetap bergerak menggunakan speed ambulans laut untuk mempercepat proses pencarian,” jelasnya.

Selain itu, berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi. Informasi tersebut menjadi perhatian tim dalam upaya pencarian dan penyelamatan.

Hampir 2 minggu sejak Rahman hilang di laut, warga Jambi menemukan kerangka manusia diduga kuat jasad Rahman.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *