Pertumbuhan Pariwisata di Malang yang Menarik Perhatian Wisatawan
Malang, kota di Jawa Timur, terus menunjukkan pertumbuhan pesat dalam sektor pariwisata. Dengan lanskap alam yang beragam, mulai dari pegunungan hingga pesisir, serta ekosistem kota pendidikan yang kental, Malang kini menjadi destinasi wisata alternatif yang diminati oleh banyak wisatawan, termasuk warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Daya tarik utama Malang sebagai tempat liburan adalah kesamaan identitasnya dengan Yogyakarta sebagai kota pelajar dan budaya. Namun, Malang menawarkan tawaran geografis yang berbeda. Wisatawan dapat mengunjungi daerah Batu yang dingin atau pergi ke selatan untuk menikmati pantai. Akses kereta api dari Stasiun Tugu ke Malang juga semakin mudah dan nyaman.
Pengalaman Wisata yang Menyenangkan
Banyak wisatawan dari DIY memilih Malang sebagai tujuan liburan mereka. Mereka merasa nyaman karena suasana yang mirip dengan Yogyakarta, tetapi dengan pengalaman baru. Salah satu pengunjung, Dimas (34), mengatakan bahwa saat musim liburan, Yogyakarta sangat padat, sehingga Malang menjadi alternatif yang pas.
Selain itu, perkembangan ekonomi kreatif dan kuliner di Malang memberikan pengalaman wisata yang menyenangkan. Raniya (29) menyebutkan bahwa kawasan Kampung Kayutangan Heritage menawarkan konsep yang mengingatkan pada kawasan sumbu filosofis di DIY, tetapi dengan sentuhan arsitektur kolonial yang khas. Kulinernya juga beragam dan harganya terjangkau.
Dampak pada Sektor Perhotelan
Tren ini juga berdampak pada sektor perhotelan. Platform teknologi perhotelan multi-brand, RedDoorz, mencatat penjualan lebih dari 278.000 kamar (room night stay) dari 164 mitra properti di Malang sepanjang 2025. Selama periode libur Nataru 2025, Malang menduduki peringkat keempat sebagai kota paling diminati dengan total pemesanan lebih dari 11.000 kamar, meningkat 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi perilaku konsumen, RedDoorz mencatat bahwa wisatawan cenderung melakukan perjalanan singkat. Sebanyak 87 persen tamu memilih menginap selama satu malam, sedangkan 62 persen pemesanan dilakukan secara spontan pada hari yang sama dengan tanggal menginap.
Integrasi Berbagai Sektor
General Manager Area East & Bali RedDoorz, Ovaldo Sanjaya, menilai bahwa integrasi berbagai sektor menjadi kunci utama ketahanan pariwisata Malang. Malang memiliki daya tarik unik karena memadukan fungsi sebagai kota pendidikan sekaligus destinasi wisata. Selain itu, akses menuju kota ini semakin mudah, sehingga mobilitas wisatawan dari berbagai kota, khususnya di Jawa Timur, terus meningkat.
Kepuasan Pengelola Akomodasi
Pengelola akomodasi, Indah Sri Handayani, mencatat rata-rata tingkat hunian propertinya stabil di angka 60 persen. Bergabung dengan RedDoorz memberikan dampak signifikan bagi bisnisnya, termasuk meningkatkan visibilitas properti di platform digital dan dukungan tim lokal dalam mengelola operasional.
SANS Arya Hotel Batu juga mencatat performa yang baik dengan tingkat okupansi 75 persen sejak beroperasi. Kolaborasi dengan RedDoorz membantu mereka mengelola properti dengan lebih profesional, terutama dalam hal pemasaran digital dan manajemen permintaan.
Ke depan, Malang akan Semakin Kuat sebagai Magnet Pariwisata
Ke depan, daya saing Malang sebagai magnet pariwisata akan semakin menguat berkat intervensi tata ruang dan infrastruktur nasional. Proyek strategis seperti Jalan Tol Pandaan-Malang dan Jalan Tol Malang-Kepanjen akan mempercepat konektivitas dari Kota Malang menuju destinasi wisata alam di kawasan pesisir selatan.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menetapkan Kota Malang sebagai salah satu dari 50 kota prioritas nasional dalam program pembangunan jangka menengah 2025–2029. Malang juga diusulkan menjadi kota metropolitan bersama tiga kota lainnya, serta diprioritaskan sebagai Kota Pendidikan dengan keberadaan lebih dari 60 perguruan tinggi.
Lebih jauh, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menetapkan Malang sebagai pilot project program strategis nasional tahun 2026. Malang dijadikan role model kota wisata di Jawa Timur yang mengintegrasikan secara penuh tiga sektor utama, yakni pariwisata, pendidikan, dan pertanian.
Pengakuan Internasional
Pengakuan atas Malang juga datang dari dunia internasional. Pada 2025, Kota Malang resmi masuk dalam 58 kota jaringan UNESCO Creative Cities Network (UCCN) dan menjadi kota pertama di Jawa Timur yang meraih pengakuan dunia di bidang seni media. Capaian ini menempatkan ekosistem digital dan seni kreatif sebagai mesin penggerak ekonomi baru yang melengkapi pesona wisata alam dan sejarahnya.











