Strategi Rekayasa Lalu Lintas untuk Mengurangi Kepadatan di Jalur Mudik
Rekayasa satu jalur atau one way menjadi salah satu metode yang digunakan oleh pihak kepolisian untuk mengurai kepadatan kendaraan di jalur mudik. Namun, penerapan strategi ini tidak selalu mudah, terutama di jalur yang menjadi titik krusial pergerakan pemudik.
Jalur Selatan Bandung-Tasikmalaya via Limbangan
Di jalur selatan Bandung-Tasikmalaya melalui Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, sistem satu arah sering diterapkan. Kawasan seperti Nagreg, Limbangan, hingga Lingkar Gentong menjadi fokus pengaturan lalu lintas. Petugas kepolisian secara berkala memberlakukan sistem ini guna mengendalikan lonjakan arus lalu lintas.
Kendaraan dari arah Tasikmalaya harus menunggu giliran untuk melintas, dengan waktu tunggu berkisar antara 20 hingga 30 menit. Hal ini dilakukan karena arus kendaraan dari arah berlawanan diprioritaskan agar tetap lancar.
Jalur Bandung-Garut via Kadungora
Di jalur Bandung-Garut melalui Kadungora, rekayasa lalu lintas juga kerap diterapkan. Di kawasan Tugu Perjuangan Rakyat Kubang atau Jalan Ibrahim Adjie, petugas memastikan arus kendaraan tetap terkendali. Sistem ini menjadi solusi utama yang digunakan oleh anggota kepolisian Polres Garut.
Proses Penerapan Sistem One Way
Sebelum pemberlakuan sistem satu arah, ada beberapa mekanisme yang diperhatikan oleh anggota kepolisian. Mereka melihat arus kedatangan kendaraan dari laporan lapangan dan pantauan CCTV. Jika kepadatan kendaraan terlihat jauh mengekor, maka hal itu menjadi alarm untuk menerapkan one way.
“Pemberlakuan one way diawali dengan informasi di lapangan dengan pantauan dan perintah dari Kasatlantas, diberlakukan saat arus kendaraan mulai padat,” ujar Kasie Humas Polres Garut Ipda Susilo Adi.
Petugas terlebih dahulu memberikan informasi kepada tim urai dan tim jaga di persimpangan agar bersiap menahan laju kendaraan dari arah berlawanan maupun dari simpang jalan. Kendaraan patroli “93 ekor” juga disiagakan untuk mengawal pergerakan kendaraan yang melintas di jalur yang telah diberlakukan sistem one way.
Peran Perwira Pengendali
Setiap persimpangan memiliki perwira pengendali yang tugasnya fokus dan terukur. Mereka memastikan arus yang ditahan tidak bocor dan mengantisipasi pengendara yang memaksa lewat karena bisa fatal.
Berdasarkan pantauan di jalur mudik Garut seperti di Kadungora dan Limbangan, situasi di lapangan tidak selalu berjalan mulus. Dalam beberapa momen, masih ada pengendara yang kehilangan kesabaran, bahkan meneriaki petugas agar segera membuka titik pending. Padahal, langkah tersebut tidak bisa dilakukan sembarangan.
Jika dipaksakan dibuka, risiko kecelakaan sangat besar karena dari arah berlawanan tengah diberlakukan sistem satu arah dengan laju kendaraan yang cukup tinggi. Petugas pun harus tetap teguh menjalankan prosedur demi menjaga keselamatan seluruh pengguna jalan.
Penutup dan Imbauan
“Ya kepada masyarakat mohon bersabar jika tertahan di titik pending, kami sedang melakukan yang terbaik agar lalu lintas lancar,” tandas Adi.
Saat sistem one way akan diakhiri, petugas terlebih dahulu menginformasikan kepada seluruh anggota di lapangan. Tim khusus “93 ekor” yang berada di bagian belakang arus menjadi penanda bahwa seluruh kendaraan pada jalur tersebut telah habis terkuras.
Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polres Garut, Ipda Marlina, penerapan sistem one way dilakukan sebagai langkah untuk mencegah terjadinya kepadatan kendaraan di jalur wisata maupun arus mudik. Rekayasa lalu lintas tersebut merupakan upaya kepolisian dalam menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus meminimalisasi potensi kemacetan panjang yang bisa merugikan para pengguna jalan.
“Kepolisian melakukan one way untuk mencegah kepadatan, masyarakat harap mengerti. Kami selalu bekerja untuk kebaikan pengguna jalan. Jadi mohon bersabar dan patuhi himbauan,” katanya.
Ia juga menambahkan, keberhasilan pengaturan lalu lintas sangat bergantung pada kerja sama dari masyarakat. Dengan mematuhi arahan petugas di lapangan, diharapkan perjalanan para pengendara bisa berlangsung lebih aman, tertib, dan lancar.
“Kemudian kami imbau jika merasa lelah atau mengantuk di perjalanan silahkan untuk beristirahat jangan memaksakan diri agar selamat di perjalanan,” ucapnya.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











