Klaten, Jawa Tengah – Sektor pariwisata berbasis komunitas di Klaten semakin menunjukkan potensi yang besar. Tingginya jumlah pengunjung ke destinasi wisata lokal tidak hanya mencerminkan kebutuhan masyarakat akan tempat rekreasi yang dekat dengan rumah, tetapi juga menunjukkan kemampuan desa dalam menggerakkan perekonomian lokal.
Salah satu contoh destinasi wisata yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) adalah Umbul Brintik. Wisata ini telah direnovasi sejak tahun 2017 dan kini menjadi salah satu pilihan utama masyarakat setempat untuk melakukan perawatan diri atau healing.
Umbul Brintik dikelola oleh Bumdes Sumber Makmur, yang berada di Desa Malangjiwan, Klaten. Dian Mulyani, bendahara Bumdes Sumber Makmur, menjelaskan bahwa pada periode akhir pekan atau libur nasional, jumlah pengunjung bisa mencapai lebih dari 1.000 orang per hari. Bahkan, pada Minggu (22/3/2026), sekitar pukul 11.00 WIB, jumlah pengunjung sudah melebihi 1.000 orang, menunjukkan lonjakan signifikan selama momen libur Lebaran 2026.
Tiket masuk Umbul Brintik dibanderol hanya Rp15.000 per orang, termasuk kudapan gratis. Pada momen Lebaran, omzet harian bisa mencapai antara Rp15 juta hingga Rp25 juta, sementara pada hari biasa atau akhir pekan, angkanya berkisar antara Rp10 juta hingga Rp15 juta.
Untuk memudahkan transaksi, Umbul Brintik menyediakan metode pembayaran non-tunai melalui QRIS yang difasilitasi oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI). Hal ini memberikan kemudahan bagi pengunjung tanpa harus membawa uang tunai.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme warga terhadap destinasi wisata ini. Pengunjung tidak hanya berasal dari wilayah Klaten, tetapi juga dari Jakarta hingga Semarang. Terdapat empat kolam yang dapat dikunjungi dan tujuh terapis yang siap memberikan layanan kepada pengunjung.
Para pengunjung tidak hanya menikmati waktu bersama keluarga di kolam yang tersedia, tetapi juga mendapatkan layanan terapi gratis. Dion, seorang pengunjung asal Klaten, mengaku rutin menggunakan layanan terapi di Umbul Brintik. Ia mengunjungi tempat ini sebanyak 2–3 kali dalam sebulan meskipun tidak memiliki keluhan kesehatan.
“Enak banget kalau dipegang [dipijat] kepalanya. Udah kayak ini, enggak bisa diomongin kalau enggak ngerasain sendiri,” kata Dion saat ditemui di lokasi.
Dion tidak sendirian. Banyak pengunjung lainnya juga menunggu giliran untuk menikmati layanan terapi. Dian menjelaskan bahwa Bumdes Sumber Makmur memfokuskan layanan hidroterapi di Umbul Brintik. Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati fasilitas pengecekan kesehatan gratis di lokasi ini.
“Jadi bisa untuk terapi seperti stroke, saraf kejepit biasanya yang di sini terapi. Dan kebanyakan, hampir seluruh Indonesia juga ke sini,” ujar Dian.
Sugeng, salah satu terapis di Umbul Brintik, mengatakan bahwa ia bisa melayani sekitar 7–10 orang pengunjung pada hari biasa. Pada masa liburan, jumlahnya bisa meningkat menjadi lebih dari 15 pengunjung.
Kehadiran Umbul Brintik juga memberikan peluang kerja baru bagi Sugeng dan warga sekitar. Pendapatan yang diperoleh Sugeng per bulan mencapai Rp1 juta, belum termasuk tips dari pelanggan.
“Merasa sangat terbantu, jadi ada lapangan kerja. Dari segi pengunjung juga ramai,” katanya saat ditemui di lokasi.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











