My WordPress Blog
Daerah  

Jalur Mudik Palur–Sragen: Dulu Banjir, Kini Lancar dan Tinggi

Jalur Palur–Sragen Siap Menyambut Pemudik dengan Perbaikan Jalan yang Lebih Baik

Deru kendaraan mulai meningkat di ruas jalan Palur–Sragen. Jalur penting yang menghubungkan Surakarta dengan wilayah perbatasan Jawa Timur ini kembali bersiap menyambut gelombang pemudik yang setiap tahun memadati jalan utama menjelang Lebaran.

Di sepanjang jalur tersebut, pekerja masih sibuk menyelesaikan proyek perbaikan jalan. Suara mesin alat berat dan aktivitas pengecoran beton menjadi pemandangan rutin di jalur vital penghubung dua provinsi ini. Pemerintah melalui paket preservasi jalan nasional terus memacu pekerjaan di jalur Palur–Sragen agar siap dilalui pemudik dengan kondisi yang lebih aman dan nyaman.

Pekerjaan tersebut berada di bawah tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum melalui PPK 3.5 Provinsi Jawa Tengah. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.5 Provinsi Jawa Tengah, Novi Krisniawati, menjelaskan bahwa proyek preservasi bertujuan menjaga kualitas jalan nasional sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, khususnya saat lonjakan kendaraan mudik.

“Jalur ini merupakan akses penting yang menghubungkan Jawa Tengah dengan Jawa Timur, sehingga kualitas jalannya harus terus dijaga,” ujarnya.

Berdasarkan data proyek di lapangan, pekerjaan preservasi jalan Palur–Sragen memiliki nilai kontrak sekitar Rp 118,9 miliar. Kontrak pekerjaan tersebut ditandatangani pada 10 Oktober 2025 dengan masa pelaksanaan 540 hari kalender, serta masa pemeliharaan selama 365 hari kalender. Target penyelesaian pekerjaan atau Provisional Hand Over (PHO) dijadwalkan pada 2 April 2027, sementara Final Hand Over (FHO) direncanakan pada 31 Maret 2028.

Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor PT Pancadarma Puspawira KSO PT Mutiara Elvan Perkasa, dengan konsultan supervisi PT Adhy Duta Prima KSO PT Indec Internusa.

Dalam paket preservasi tersebut, berbagai pekerjaan dilakukan untuk meningkatkan kualitas jalan nasional, antara lain:

  • Rehabilitasi minor jalan sepanjang 1,20 kilometer.
  • Rehabilitasi mayor sepanjang 5,03 kilometer.
  • Rekonstruksi jalan sepanjang 3,00 kilometer.
  • Perbaikan berkala jembatan sepanjang 36,30 meter.

Selain itu, dilakukan pula pemasangan drainase U-Ditch, penggalian dan pelapisan ulang aspal, hingga pengecoran beton rigid di sejumlah titik.

Menariknya, pengerjaan proyek ini menunjukkan progres yang cukup menggembirakan. Hingga saat ini realisasi pekerjaan fisik telah mencapai sekitar 41,10 persen, sementara rencana progres berada di angka 24,34 persen. Dengan capaian tersebut, terdapat deviasi positif sekitar 16,75 persen, yang menandakan pekerjaan berjalan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan.

Sementara progres keuangan proyek tercatat mencapai 38,85 persen.

Menurut Novi, salah satu persoalan yang sering terjadi di jalur tersebut adalah banjir yang kerap menggenangi badan jalan saat hujan deras. Namun kini kondisi tersebut mulai teratasi setelah dilakukan peninggian badan jalan dalam proses rekonstruksi.

“Dulu beberapa titik sering banjir. Sekarang jalan sudah ditinggikan sehingga genangan air bisa diantisipasi,” paparnya.

Perubahan tersebut tidak hanya berdampak pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga dirasakan warga di sekitar jalan yang sebelumnya kerap terdampak banjir.

Kepala Satker PJN Wilayah 3 Jawa Tengah, Yanuar Dwi Putranto, menjelaskan bahwa sejumlah pekerjaan strategis diprioritaskan untuk diselesaikan sebelum puncak arus mudik Lebaran 2026. Salah satunya adalah pengecoran beton rigid di ruas sekitar KM 14+300 hingga KM 14+500 serta perbaikan bahu jalan agar kendaraan lebih nyaman saat melintas.

Selain itu, pemasangan drainase U-Ditch juga dilakukan di beberapa titik guna mengantisipasi genangan air yang berpotensi mengganggu arus kendaraan.

Ruas Palur–Sragen selama ini dikenal sebagai jalur penting penghubung antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain menjadi jalur logistik, jalan ini juga menjadi rute alternatif bagi kendaraan dari arah Surakarta menuju wilayah timur Pulau Jawa.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *