Percepatan Pembangunan Flyover di Empat Titik Rawan Kemacetan Muara Enim
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus mempercepat upaya mengatasi kemacetan yang sering terjadi di beberapa perlintasan sebidang jalur kereta api di Kabupaten Muara Enim. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pembangunan flyover di empat titik rawan kemacetan. Proyek ini melibatkan berbagai pihak seperti Pemprov Sumsel, Pemkab Muara Enim, PT KAI, PT Bukit Asam, Kementerian PU, serta sektor swasta.
Empat Titik yang Dijadikan Fokus Pembangunan
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, Edward Chandra, menjelaskan bahwa saat ini terdapat empat titik perlintasan sebidang di Kabupaten Muara Enim yang akan segera dikerjasamakan untuk pembangunan flyover. Keempat titik tersebut berada di wilayah Pendopo, Ujan Mas, Gunung Megang 1, dan Gunung Megang 2.
Secara administratif, proses kerja sama telah memasuki tahap lanjutan. Nota Kesepahaman (MoU) antar pihak terkait sudah tersedia dan saat ini tengah disiapkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang mencakup perencanaan teknis hingga skema pembiayaan proyek. PKS ini akan mengatur mulai dari perencanaan, pembiayaan, konstruksi, hingga pengadaan tanah dan pengelolaan aset.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Menyelesaikan Masalah Logistik
Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting mengingat Muara Enim merupakan salah satu kawasan dengan aktivitas logistik batubara yang cukup tinggi. Kehadiran flyover diharapkan mampu meminimalkan konflik antara jalur kereta api dan lalu lintas kendaraan. Meski demikian, Edward menyebutkan bahwa proyeksi pembiayaan proyek masih dalam tahap perhitungan karena sumber pendanaan berasal dari beberapa pihak berbeda. Rencana proyeksinya masih kita hitung karena sumber dananya berbeda-beda, ada dari jalan nasional, dari PT KAI, PT Bukit Asam, serta skema kerja sama lainnya.
Jika seluruh tahapan administrasi dan teknis berjalan lancar, pemerintah menargetkan pembangunan fisik flyover dapat segera dimulai dalam waktu dekat. Insya Allah dalam waktu dekat kita akan melakukan groundbreaking setelah PKS ditandatangani. Setelah itu baru disusun proses tender dan pengadaan tanah. Secara teknis, target penyelesaian konstruksi diperkirakan sekitar satu hingga dua tahun.
Penyempurnaan Dokumen Kerja Sama
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel, Musni Wijaya, menambahkan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan penyempurnaan sejumlah dokumen kerja sama sebelum penandatanganan resmi PKS. Rapat tersebut juga membahas berbagai detail teknis termasuk sejumlah poin yang masih perlu disempurnakan dalam dokumen kerja sama antar pihak. Siang ini kita bahas secara parsial setiap poinnya. Masih ada beberapa bagian dalam PKS yang perlu disempurnakan sebelum ditandatangani.
Penandatanganan PKS direncanakan melibatkan banyak pihak dengan target dilakukan dalam waktu dekat setelah seluruh dokumen dianggap siap.
Lokasi Pertama yang Siap Dibangun
Menariknya, dari lima titik perlintasan yang menjadi prioritas kajian, satu lokasi dinilai paling siap untuk segera dibangun, yakni di Jalan Sukirman, Muara Enim. Dari lima titik yang dibahas, ada satu yang sudah sangat siap yaitu di Jalan Sukirman. Lokasi ini direncanakan menjadi titik pertama yang akan dilakukan groundbreaking.
Menurutnya, pemerintah menargetkan peletakan batu pertama pembangunan flyover tersebut dapat dilakukan pada awal April 2026. Namun jadwal tersebut masih menyesuaikan kondisi arus mudik Lebaran agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat. Groundbreaking kita rencanakan sekitar awal April. Tapi kita juga menyesuaikan dengan kondisi setelah Lebaran, karena dikhawatirkan aktivitas mudik bisa mengganggu proses awal pembangunan.
Dengan percepatan pembangunan flyover ini, Pemprov Sumsel berharap kemacetan panjang yang kerap terjadi di perlintasan sebidang Muara Enim dapat teratasi, sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan serta kelancaran distribusi logistik di wilayah tersebut.











