My WordPress Blog
Daerah  

Jalur Cirebon–Kuningan Rusak Parah, Motor Sering Tersungkur Tiap Malam

Kondisi Jalan Alternatif Cirebon–Kuningan yang Membahayakan

Jalur alternatif yang menghubungkan Cirebon dan Kuningan melalui Desa Kanci, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, kini dalam kondisi memprihatinkan. Kerusakan yang terjadi disebut-sebut menjadi pemicu insiden kecelakaan yang hampir muncul setiap malam. Di sepanjang ruas jalan tersebut, lubang berukuran besar terlihat menganga dan dipenuhi genangan air. Situasi ini membuat para pengendara, terutama pengguna sepeda motor, kerap kehilangan keseimbangan saat melintas.

Aksi Protes Warga

Karena tak kunjung mendapatkan perbaikan, warga Desa Kanci meluapkan kekecewaan mereka dengan menggelar aksi protes pada Minggu (1/3/2026) sore. Sebagai bentuk sindiran terbuka, warga menancapkan pohon pisang tepat di tengah kubangan jalan. Tindakan tersebut menjadi penanda sekaligus pesan keras bagi pihak berwenang.

Dari pantauan di lokasi, permukaan aspal tampak terkelupas hingga membentuk cekungan besar. Kedalamannya disebut-sebut melebihi 60 sentimeter. Air berwarna kecokelatan mengisi hampir seluruh lubang yang ada. Kondisi ini semakin menyulitkan pengguna jalan untuk memperkirakan kedalaman sebenarnya. Laju kendaraan pun tersendat. Pengemudi harus mengurangi kecepatan dan saling bergantian untuk menghindari titik-titik kerusakan.

Tidak hanya itu, warga juga memasang papan bertuliskan “Dikontrakkan” di salah satu lubang besar tersebut. Langkah itu menjadi simbol kekecewaan atas rusaknya jalan penghubung antar kecamatan yang juga berfungsi sebagai akses alternatif menuju Brebes, Jawa Tengah, hingga Kuningan.

Pengalaman Pengendara

Ahmad Rofahan (37), seorang pengendara yang melintasi jalur tersebut, mengungkapkan bahwa kondisi jalan sangat mengganggu rutinitasnya. Ia menjelaskan bahwa mobilnya sering kali terjebak di lubang-lubang tersebut. Menurutnya, kerusakan itu sudah berlangsung cukup lama tanpa perbaikan yang berarti.

“Sudah lama. Jadi minta pemerintah untuk segera diperbaiki lah,” ucap Ahmad. Ia menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan jalur penting bagi warga sekitar. “Ini dari Kanci mau ke arah Sindanglaut. Bisa ke Jawa Tengah, bahkan ke Kuningan bisa.”

Risiko Kecelakaan Malam Hari

Sejumlah warga menyampaikan bahwa dalam beberapa hari terakhir, terutama pada malam hari, beberapa pengendara sepeda motor terjatuh. Lubang yang tertutup genangan air dan kurangnya penerangan menjadi faktor utama penyebabnya. Rizky Pratama, warga Desa Kanci, menjelaskan bahwa aksi tanam pisang dilakukan untuk menyuarakan protes sekaligus mencegah bertambahnya korban.

“Kalau ini, saya dengan teman-teman warga Kanci khususnya, hanya ingin jalan ini rapi, Pak. Karena posisinya hampir beberapa malam ini banyak kendaraan roda dua yang selalu jatuh di jalan ini,” ujar Rizky. Ia menambahkan bahwa kondisi penerangan di lokasi sangat minim sehingga lubang sulit terlihat.

Harapan untuk Perbaikan

Selain kondisi aspal yang semakin rusak, warga juga menyoroti absennya penerangan jalan umum di sepanjang jalur tersebut. Situasi diperburuk setelah kawasan itu kerap terdampak banjir. Lapisan aspal yang terangkat dan butiran pasir yang berserakan membuat kendaraan rawan tergelincir. Risiko kecelakaan pun semakin tinggi.

Warga berharap pemerintah daerah maupun provinsi segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki poros utama Cirebon–Kuningan sekaligus jalur alternatif Cirebon–Brebes sebelum korban terus berjatuhan. Bagi masyarakat setempat, pohon pisang yang berdiri di tengah lubang bukan sekadar bentuk protes. Itu adalah penanda bahaya yang menunjukkan bahwa keselamatan para pengguna jalan tengah berada di ujung tanduk.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *