My WordPress Blog

Stuttgart Hancurkan Celtic 4-1, O’Neill Bela Schmeichel dan Kritik Suporter

Kemenangan Dramatis VfB Stuttgart atas Celtic di Leg Pertama Playoff Liga Europa

Pertandingan leg pertama playoff fase gugur Liga Europa antara VfB Stuttgart dan Celtic berlangsung dengan penuh dinamika. Pada pertandingan yang digelar di Celtic Park, Glasgow, Jumat (20/2), Stuttgart berhasil meraih kemenangan 4-1 atas tim asal Skotlandia tersebut.

Peristiwa Awal yang Mengganggu

Pertandingan sempat tertunda sesaat setelah kickoff akibat suporter melemparkan bola tenis ke lapangan sekitar 15 detik setelah peluit pembuka dibunyikan. Aksi ini diduga dilakukan oleh pendukung Celtic sebagai bentuk protes terhadap dewan klub. Petugas dan pemain tampak menyingkirkan bola dari lapangan sebelum pertandingan kembali dilanjutkan.

Gol Pembuka oleh Bilal El Khannouss

Setelah pertandingan kembali berjalan, Stuttgart langsung mengambil inisiatif serangan. Pada menit ke-15, Bilal El Khannouss mencetak gol pembuka bagi tim Bundesliga. Gol ini dicetak melalui umpan Deniz Undav, dengan tembakan kaki kiri dari dalam kotak penalti yang tidak mampu diantisipasi kiper Kasper Schmeichel. Skor pun berubah menjadi 1-0 untuk Stuttgart.

Respons Cepat Celtic

Celtic tidak tinggal diam dan meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-21, Benjamin Nygren mencetak gol penyama kedudukan. Ia memanfaatkan bola di area dekat gawang dan melepaskan tembakan kaki kanan yang menggetarkan jala Stuttgart, mengubah skor menjadi 1-1.

Gol Kedua El Khannouss dan Keunggulan Sementara

Stuttgart kembali membalas pada menit ke-28. El Khannouss mencetak gol keduanya melalui sundulan dari tengah kotak penalti yang mengarah ke sudut bawah gawang. Gol itu mengembalikan keunggulan Stuttgart menjadi 2-1 dan bertahan hingga babak pertama berakhir.

Babak Kedua dan Gol Ketiga

Memasuki babak kedua, Celtic berusaha bangkit dan menciptakan beberapa peluang. Benjamin Nygren sempat mengancam pada menit ke-64, tetapi tembakannya berhasil diamankan kiper Stuttgart Alexander Nubel.

Pada menit ke-57, Stuttgart memperlebar keunggulan melalui Jamie Leweling yang mencetak gol lewat tembakan dari luar kotak penalti ke sudut bawah gawang. Skor berubah menjadi 3-1. Stuttgart sebenarnya sempat mencetak gol keempat melalui Ermedin Demirovic pada menit ke-59, tetapi dianulir setelah tinjauan VAR menunjukkan posisi offside.

Gol Penutup dan Kekalahan Celtic

Di sisa waktu pertandingan, Celtic terus berupaya memperkecil ketertinggalan melalui sejumlah peluang dari Reo Hatate, Sebastian Tounekti, dan Marcelo Saracchi. Namun, penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat mereka gagal mencetak gol tambahan.

Pada masa tambahan waktu, Stuttgart memastikan kemenangan telak mereka. Pada menit ke-90+3, Tiago Tomas mencetak gol keempat Celtic melalui tembakan dari tengah kotak penalti setelah menerima asis Nikolas Nartey dan mengunci kemenangan Stuttgart dengan skor 4-1.

Kritik Pelatih Celtic terhadap Performa Kiper dan Suporter

Kekalahan itu membuat para penggemar mengolok-olok sang kiper karena performa Kasper Schmeichel yang dinilai lambat bereaksi pada gol pertama El Khannouss dan gagal mengantisipasi tembakan Leweling pada gol ketiga Stuttgart.

Pelatih Celtic Martin O’Neill mengaku timnya kebobolan gol-gol yang buruk, tetapi tetap membela kipernya dan menegaskan bahwa tanggung jawab ada pada seluruh tim. Ia juga mengkritik keras tindakan sebagian suporter yang melempar puluhan bola tenis ke lapangan beberapa detik setelah kickoff yang menyebabkan pertandingan sempat tertunda.

Fokus pada Kompetisi Domestik

Dengan kekalahan di kandang sendiri, Celtic menghadapi tekanan besar menjelang leg kedua di Jerman, di tengah jadwal Liga Primer Skotlandia yang padat. Namun, O’Neill menegaskan fokus timnya saat ini ialah pertandingan berikutnya di kompetisi domestik.

”Mereka tidak akan menundanya. Fokus kami sekarang adalah hari Minggu. Hari Minggu (Liga Primer Skotlandia) adalah yang paling penting bagi kami,” kata O’Neill.

Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *