Fenomena Sumur Bor yang Menyala Api
Video berdurasi belasan detik yang menayangkan aliran air sumur yang menyala api membuat media sosial heboh. Dalam video tersebut, tampak seorang pria dengan pakaian baju loreng tanpa lengan sedang mematikan korek api di depan aliran air yang keluar dari sumur bor. Tak lama kemudian, aliran air tersebut langsung menyala api. Seperti tercampur dengan gas yang mudah terbakar.
Video tersebut viral dan diposting oleh berbagai akun media sosial. Pria dalam video tersebut bernama Jumin (68), warga Desa Bantan Timur. Lokasi desa ini berjarak sekitar satu jam perjalanan dari Kota Bengkalis. Para wartawan mencoba menelusuri keberadaan sumur bor yang sempat heboh tersebut ke lokasi.
Sumur yang dimaksud berada tepat di jalan Haji Gani, Desa Bantan Timur. Pemiliknya adalah tetangga dari Jumin. Saat ditemui, Jumin mengaku tidak menyangka videonya akan seheboh itu di media sosial. Ia juga tidak begitu aktif di media sosial.
Jumin mengatakan video tersebut direkam oleh rekannya pada hari Rabu (4/2/2025) sore. Setelah itu, ia tidak tahu video tersebut menyebar di media sosial. “Setelah beberapa hari ada tetangga yang memberi tahu, videonya viral, banyak di posting orang. Kami pun tak paham,” ceritanya.
Aliran air dari sumur bor yang menyala saat dipantik dengan api ini berada tepat di halaman depan rumah warga sekitar tempat. Keberadaan sumur bukan untuk kebutuhan harian pemilik rumah. Sumur tersebut sebenarnya digunakan untuk bersih-bersih setelah pekerja pengumpul karet selesai bekerja.
Tepat di samping rumah ada kolam penampung karet cukup besar. Tempat pengumpul karet ini milik Irwan (44) dan rumah yang ada di sebelahnya milik mertuanya. Irwan bercerita bahwa sumur tersebut sebenarnya bukan baru. Sumur itu sudah dibuat sejak satu setengah tahun lalu.
Tepat di atas sumur dipasang mesin air dan pipa penyalur air yang tidak begitu panjang. Tidak ada yang aneh saat awal sumur itu ada. “Kegunaannya memang untuk bersih-bersih kita dan yang kerja di sini setelah ngumpulkan karet, kadang juga untuk bersihkan karet. Sudah kita gunakan satu tahun setengah,” ceritanya.
Irwan bahkan sejak awal tidak tahu kalau sumur tersebut memiliki gas yang bisa terbakar. Ia menyadari secara tiba-tiba pekan lalu. Saat itu ia sedang mengganti mesin air dan menambah pipa untuk ke dalam sumur. “Sebelum mesinnya kita ganti kemarin, air yang keluar dari sumur saat mesin dinyalakan tersendat-sendat. Kita pikir mesin sudah tersumbat, makanya kita belikan mesin baru. Serta menyambung satu pipa lagi ke bawah agar air yang di dapat bisa lebih maksimal,” ungkapnya.
Begitu pemasangan mesin selesai, Irwan dan rekannya melakukan uji coba menyalakan mesin. Air pun keluar dengan lancar. Namun kemudian terjadi keanehan. Selain air, terlihat juga seperti uap air muncul di ujung alirannya. “Air keluar lancar, tapi di namun terlihat juga macam ada uap yang keluar bersamaan dengan air ini. Karena penasaran makannya kami coba sulut dengan api dan menyala, saat awal menyala apinya cukup tinggi,” terang Irwan.
Namun begitu mesin air dimatikan, air tidak keluar lagi dan uapnya pun berakhir. Penasaran karena peristiwa ini, Irwan bersama rekan-rekannya kembali mencoba lagi. Kondisi yang sama seperti sebelumnya pun terjadi lagi. “Bahkan saat api kita nyalakan di atas aliran air ini, kita coba bakar daun, ternyata hidup juga,” terang Irwan.
Irwan mengatakan saat awal menyalakan api tersebut cukup besar dan tinggi. Namun kemudian meredup dan sempat tidak bisa menyala lagi. “Waktu kita hidupkan akhirnya lama-lama mati juga. Sekitar satu hari bisa menyala dan baru mati lagi,” jelasnya.
Setelah heboh beberapa hari di media sosial, Polsek Bantan mendatangi lokasi tersebut. Mereka ingin mengetahui kebenaran sumur mengeluarkan gas dan bisa terbakar tersebut. “Namun saat tim Polsek datang mencoba kita hidupkan ternyata tidak keluar lagi gasnya dan api tidak dapat menyala meskipun dilakukan berkali-kali,” jelasnya.
Setelah kedatangan orang Polsek tersebut, pihaknya meyakini gas yang ada di dalam sumur sudah habis. Karena api yang disulutkan tidak bisa menyala. “Namun ternyata, sekarang kita coba lagi api bisa menyala lagi. Berarti masih ada gasnya,” ungkap Irwan Sabtu (14/2) sore.
Menurut dia, meskipun heboh di media sosial, kondisi di lokasi sumur ini pun tampak biasa saja. Tidak ada kunjungan masyarakat ataupun warga dari daerah lainnya yang datang untuk melihat langsung. “Kalau ada yang datang melihat langsung sampai hari ini tidak ada, cuman kemarin tim dari Polsek itulah yang mau ngecek tapi nyala lagi,” terangnya.
Irwan berharap adanya pengecekan lebih lanjut dari pemerintah terkait munculnya gas ini. Sehingga masyarakat tahu pasti gas yang keluar bisa dimanfaatkan atau tidaknya. “Kalau yang kita dengar namanya gas rawa yang keluar ini, bisa hilang nanti sendirinya kalau keluar terus. Tapi harusnya ada pengecekan dululah dari pemerintah,” terangnya.
Sejauh ini gas yang keluar dari sumur tersebut menurut Irwan tidak berbahaya. Karena sampai saat ini ia masih menggunakan air dari sumur untuk bersih-bersih badan selepas bekerja. “Sepertinya tidak berbahaya, karena sela ini kami pakai juga tidak ada masalah. Serta tidak mengeluarkan bau juga,” tandasnya.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











