My WordPress Blog
Daerah  

345 Hunian Tetap untuk Korban Banjir Aceh Tenggara Dibangun

Pembangunan Hunian Tetap untuk Korban Banjir Bandang Aceh Tenggara

Bupati Aceh Tenggara, M Salim Fakhry SE MM mengungkapkan rencana pembangunan 345 hunian tetap (Huntap) yang akan dibangun untuk para korban banjir bandang di wilayah tersebut. Pembangunan ini direncanakan akan dimulai setelah perayaan Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.

Salim Fakhry menyampaikan bahwa pemerintah sedang melakukan persiapan segala sesuatu, termasuk proses administrasi. Ia berharap agar masyarakat dapat memberikan dukungan dan kepercayaan kepada pemerintah dalam membangun Huntap tersebut. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan selalu memperhatikan kebutuhan rakyatnya.

Koordinasi dengan Instansi Terkait

Jika ada masyarakat yang tidak memiliki lahan, Bupati Aceh Tenggara akan segera berkoordinasi dengan Polri dan TNI. Ia memohon agar diberikan dispensasi kepada rakyat yang benar-benar tidak memiliki lahan, sehingga proses administrasi bisa dipercepat.

Kebijakan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang terkena dampak banjir bandang. Bupati juga menekankan pentingnya diskusi antara pihak pemerintah dan masyarakat untuk mencari solusi bersama.

Kerusakan Fasilitas Umum Akibat Banjir Bandang

Sebelumnya, sebanyak 18 rumah ibadah, 31 sekolah, 9 Pesantren, dan satu Puskesmas di Aceh Tenggara rusak akibat banjir bandang. Bencana alam ini terjadi pada Kamis, 27 November 2025, dengan kondisi terparah terjadi di Kecamatan Ketambe.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, Mohd Asbi menjelaskan bahwa kerusakan fasilitas umum masuk dalam kategori rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan. Selain itu, banyak infrastruktur seperti jalan, jembatan, rumah masyarakat, serta lahan pertanian juga mengalami kerusakan.

Dampak pada Sektor Pertanian dan Perikanan

Pascabanjir bandang, seribuan lahan pertanian dan perikanan di Aceh Tenggara terancam gagal panen. Lahan jagung seluas 610,5 hektare, lahan padi 365,5 hektare, lahan cabai 9,9 hektare, sayur-sayuran 25,59 hektare, dan perikanan air tawar 50,2 hektare terkena dampak banjir.

Selain itu, fasilitas jalan umum putus di 12 titik, jembatan 18 titik, saluran irigasi 6 titik. Pengamanan tanggul juga dilakukan di 38 titik di Sungai Alas dan Sungai Lawe Bulan. Sementara itu, air bersih atau sanitasi rusak di 19 titik yang tersebar di 16 kecamatan dalam Kabupaten Aceh Tenggara.

Kerusakan Rumah dan Korban Jiwa

Dalam bencana ini, sebanyak 403 unit rumah mengalami kerusakan berat, 393 unit rusak sedang, dan 1.398 unit rusak ringan. Kecamatan Leuser menjadi salah satu daerah yang paling parah terkena dampak banjir bandang.

Di Desa Bener Bepapah, terdapat 17 unit rumah rusak berat dan 40 unit rusak ringan. Di Desa Lawe Penanggalan, 52 unit rumah rusak berat dan 14 unit rusak ringan. Di Desa Jati Sara, 9 unit rumah rusak berat, 6 unit rusak sedang, dan 6 unit rusak ringan. Di Desa Jambur Laklak, 53 unit rumah rusak berat dan 41 unit rusak ringan.

Desa Leuser mengalami kerusakan berat pada 37 unit rumah dan 83 unit rusak ringan. Di Desa Ketambe, terdapat 77 unit rumah rusak berat dan 6 unit rusak ringan. Di Desa Kati Maju, 3 unit rumah rusak berat. Di Desa Penungkunen, 8 unit rumah rusak berat, 33 unit rusak sedang, dan 17 unit rusak ringan. Di Desa Aunan, 8 unit rumah rusak berat dan 29 unit rusak ringan.

Korban Jiwa dan Pengungsian

Dalam musibah ini, terdapat 15 korban meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, dua orang mr X, dua jenazah kuburan hanyut, dan satu orang masih dalam pencarian. Total pengungsi mencapai 465 KK atau 1.699 jiwa, tersebar di 20 desa.

Para pengungsi tinggal di tenda pengungsian, masjid/mushola, sekolah, balai desa, dan rumah keluarga. Luas wilayah Kabupaten Aceh Tenggara mencapai 417.789 hektare (4.177,89 km²) dengan jumlah penduduk sebanyak 235.589 jiwa.


Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *