My WordPress Blog
Daerah  

Kapolsek Losari Cirebon Sigap Sejak Pagi, Karung Pasir Siap Hadang Banjir

Respons Cepat Kapolsek Losari Atas Banjir di Desa Barisan

Kapolsek Losari Polresta Cirebon, AKP Sugiono, menunjukkan respons yang cepat dan terkoordinasi dalam menghadapi banjir yang melanda permukiman warga Desa Barisan, Kecamatan Losari, pada Kamis (12/2/2026) dini hari. Kejadian ini terjadi akibat luapan Sungai Cisanggarung yang membanjiri sejumlah wilayah.

Koordinasi Lintas Sektor untuk Mencegah Banjir Susulan

Sejak pukul 05.00 WIB, Kapolsek langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak lintas sektoral guna mencegah banjir susulan. Tindakan yang dilakukan antara lain menyiapkan karung pasir dan mendatangkan alat berat seperti ekskavator. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memperkuat tanggul dan mencegah luapan lebih lanjut.

“Alhamdulillah, dari mulai pagi kami sudah berkoordinasi pukul 05.00 WIB dengan pihak pimpinan proyek, BBWS, kemudian dari PLN. Sudah menyampaikan kiat-kiat dan langkah-langkah yang sudah dilakukan,” ujar Sugiono saat diwawancarai di lokasi banjir.

Salah satu langkah darurat yang disiapkan adalah menutup titik rawan di Blok Pon dengan tanggul sementara. Pihaknya juga bekerja sama dengan proyek peninggian tanggul untuk menyiapkan tumpukan pasir yang dikemas dalam karung. Dua ekskavator juga turut didatangkan untuk membantu proses tersebut.

Memastikan Keamanan Instalasi Listrik

Selain fokus pada tanggul, pihaknya juga memastikan keamanan instalasi listrik di tengah genangan air. Koordinasi dengan PLN dilakukan agar gardu induk PLN Barisan tetap aman. Sampai saat ini, gardu induk masih dalam kondisi aman, sehingga pemadaman listrik bisa dihindari.

“Kemudian kita koordinasi dengan PLN bahwa gardu induk PLN Barisan sampai saat ini masih cukup aman, alhamdulillah. Sehingga pemadaman pun nanti jam 09.00 mudah-mudahan bisa dihidupkan kembali,” jelas Sugiono.

Luapan Air Terjadi Akibat Debit yang Melonjak

Menurut Sugiono, luapan air terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dan mulai berdampak ke permukiman warga di RT 16, 17, dan 18 Desa Barisan. Data sementara menyebutkan sekitar 50 rumah terendam dengan ketinggian air mencapai 30 sentimeter.

“Standar normal di mercu itu sekitar 250 cm, tapi tadi malam mencapai 700 cm, sehingga luapan itu tidak terbendung di Blok Pon ini,” ujarnya.

Di Kecamatan Losari, tercatat tiga desa yang terdampak banjir, yaitu Desa Barisan, Mulyasari, dan Losari Kidul. Di Losari Kidul dan Mulyasari, dampak banjir berasal dari rembesan tanggul.

Data BPBD: 280 Rumah dan 840 Jiwa Terdampak

Sementara itu, BPBD Kabupaten Cirebon mencatat dampak banjir yang lebih luas. Gugum Gumilar dari Unit Data dan Informasi BPBD Kabupaten Cirebon menyebut, banjir dipicu oleh limpasan dari hulu Sungai Cisanggarung meskipun cuaca di lokasi dalam kondisi cerah.

“Menurut info dari warga, itu ada limpasan sungai dari Cisanggarung. Untuk cuaca di sini sebenarnya cerah, tapi untuk dari hulunya itu sudah hujan deras serta membuat limpas Sungai Cisanggarung,” kata Gugum.

Di Desa Barisan, Dusun Pon, Blok Pon, tercatat ratusan rumah terdampak. “Terdapat 280 rumah terendam, serta 289 KK dan 840 jiwa yang terdampak banjir,” ujarnya.

Air mulai masuk ke permukiman sekitar pukul 04.00 WIB. Selain Losari, banjir juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Ciledug dan Waled. Ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 60 cm dan sempat menutup akses jalan.

Warga Kaget Saat Terlelap

Seperti diketahui, banjir datang saat sebagian warga masih terlelap. Tanpa hujan dan tanpa tanda mendung, air tiba-tiba masuk ke rumah-rumah warga Blok Pon RT 17 RW 06 sekitar pukul 04.00 WIB.

Andi (48), warga setempat, mengatakan air datang mendadak. “Air mulai masuk ke rumah itu dari jam 4 pagi tadi. Kondisi di sini terang dari sore, enggak hujan. Ini air kiriman,” tambahnya.

Di dalam rumah, genangan mencapai 20 sentimeter, sementara di luar rumah lebih tinggi. “Kalau di luar rumah sampai 1 meter itu,” katanya.

Akibat banjir, aktivitas warga lumpuh. Anak-anak tak berangkat sekolah, sebagian warga tak bisa bekerja. Warga berharap langkah cepat yang dilakukan aparat dan instansi terkait bisa menjadi solusi agar banjir kiriman tak kembali datang saat dini hari.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *